
"Juan kamu kenapa diam ajah" ucap Kenan heran.
"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Kenan.
"Emm nggak ada kok tuan," jawab Juan cepat.
"Beneran?" tanya Kenan.
"Oh iya gimana kencan kamu sama Ela?" tanya Kenan lagi.
"Haa itu bukan kencan kok tuan, kita kan cuma mencari apa yang di butuhkan untuk kejutan ulang tahun teman istri tuan saja, tidak lebih," ucap Juan.
"Beneran nih, nggak lebih," ucap Kenan lagi.
"Iya tuan," jawab Juan.
"Oh berarti syukurlah karena tadi istriku bilang Ela sudah ada gebetan lain lagi bukan kamu, aku pikir kalian ada hubungan lebih kan tidak bagus kalau Ela sampai menyakiti hati kamu, tapi untunglah kalian tidak ada hubungan lebih," ucap Kenan sengaja.
Juan terkejut mendengar ucapan Kenan.
Apa-apaan Ela itu belum lama aku sampai disini dia sudah memiliki gebetan lain, benar-benar yah aku nggak nyangka banget padahal dia habis bilang kalau dia itu bukan wanita yang seperti itu batin Juan.
"Kapan Nona Friska bilangnya tuan?" tanya Juan.
"Tadi Juan, aku barusan bilang juga masa kamu tanya lagi, tadi mereka telfonan terus Ela bilang deh, aku juga mendengarnya langsung tuh, yang sabar yah Juan. Ehh tapi kan kalian nggak ada hubungan apa-apa juga," ucap Kenan.
"Kamu sih kelamaan gantung perasaan orang, kayak jemuran ajah," ucap Kenan lagi.
"Bukannya mereka sedang belajar sekarang tuan dan tadi pasti mereka juga sedang belajar," ucap Juan.
Oh iya aku lupa batin Kenan.
"Kan tadi-tadinya lagi Juan, pokoknya sebelum mereka masuk kelas," ucap Kenan.
"Gebetannya dia kenal darimana tuan?" tanya Juan kepo.
"Mereka beda sekolah katanya, tapi sudah kenal lama dan tadi nggak sengaja mereka bertemu lagi, yah kamu tahulah Ela gimana orangnya, aku yakin kamu pasti lebih tahu daripada aku karena kamu habis jalan dengan dia," ucap Kenan.
Juan pun teringat dengan Ela yang mudah akrab, orangnya ceria dan juga sedikit centil.
__ADS_1
"Kenapa Juan?" tanya Kenan sambil menahan tawanya.
"Emm nggak kenapa-kenapa kok tuan," jawab Juan cepat.
"Masa sih," ucap Kenan.
"Lagi berasa yah hatinya sakit sekarang, kamu sih kelamaan," ledek Kenan.
"Nggak kok tuan saya tidak sakit hati sama sekali, saya senang kalau Ela tidak menyukai saya lagi dan dia sudah menemukan orang lain," ucap Juan.
"Saya tidak suka dengan Ela jadi saya tidak mungkin sakit hati justru saya benar-benar senang," ucap Juan, (tapi tidak tahu apa kabar dengan hatinya yang hanya dia dan author saja yang tahu😂😂).
"Baguslah jadi aku tidak perlu menghibur kamu," ucap Kenan.
"Ya sudah bawa semua berkas-berkas itu, dan semangat yah," ucap Kenan.
"Iya tuan," ucap Juan sambil membereskan semuanya tetapi pikirannya pada Ela, dan dia kembali mengingat semua bicara Ela pada dirinya, perlakuan Ela kepada dirinya.
"Tuan beneran Ela sudah ada gebetan?" tanya Juan lagi pada akhirnya dan itu hampir saja membuat Kenan tertawa untung dia tidak sampai tertawa, kalau sampai dia tertawa bisa-bisa Juan curiga.
"Iya Juan menurut pendengaran aku tadi seperti itu, dan kamu kalau nggak bisa menerima semuanya bilang sekarang biar aku beritahu istriku supaya temannya itu tidak memilih gebetannya, karena kamu menyukai Ela atau kamu saja yang langsung bilang pada Ela, mereka baru gebetan kok belum pacaran, belum menikah, jadi kamu masih ada kesempatan buat jujur pada Ela tentang perasaan kamu," ucap Kenan.
"Saya kembali ke ruangan saya dulu tuan untuk mengerjakan ini," ucap Juan sambil melihat berkas-berkas menumpuk yang sudah di susunnya rapi dan sudah di pegangnya.
"Oke selamat bekerja Juan dan semangat yah," ucap Kenan.
Juan pun segera berjalan ke luar ruangan Kenan dengan Kenan yang melihat Juan dengan perasaan puas karena telah mengerjai asisten pribadinya itu yang sudah dia anggap juga sebagai keluarga sendiri.
Kenan segera mengunci pintu ruangannya lagi.
Istriku aku merindukanmu batin Kenan sambil berjalan menuju ke ruangan tempat Friska lagi tidur dengan nyenyaknya, karena Friska memang kecapean padahal dia hanya duduk saja.
Kenan melihat Friska yang lagi tidur, dia pun tersenyum lalu memfotonya.
Lagi tidur ajah cantik banget istriku ini, pantas saja Raka sahabatku yang tidak beruntung itu klepek-klepek sama kamu sayang, untung aku menikahi kamu waktu itu batin Kenan sambil memperhatikan istrinya lagi.
Setelah memfoto istrinya dia pun segera rebahan di samping istrinya, dia mencium kening istrinya dulu lalu segera baring memeluk istrinya sambil senyum-senyum sendiri.
Baru kali ini seorang Kenan Mahardika baring-baring santai di jam kerja, memang yah kekuatan istri bisa merubah segalanya batin Kenan sambil tertawa di dalam hatinya.
__ADS_1
"Lebih baik aku menyiapkan keperluan istriku dulu, dia tidak membawa apa-apa. Dia sangat tahu kalau suaminya kaya," ucap Kenan lalu nyengir.
Kenan pun segera keluar ruangannya setelah mengecup pipi istrinya dan tak lupa dia mengunci pintu ruangannya.
Kenan memutuskan untuk pergi mencari dan membelikan sendiri keperluan istrinya.
"Pak Kenan terlihat sangat bahagia sekali hari ini, lihat tuh dia tersenyum terus padahal biasanya dia kan tidak tersenyum, biasanya dia datar-datar saja,"
"Ini pasti karena wanita cantik tadi,"
"Mereka serasi banget kok,"
"Beruntung banget yah wanita tadi bisa mendapatkan pak Kenan,"
"Aku langsung mundur begitu lihat wanita tadi ada hubungan dekat dengan pak Kenan, padahal baru juga mau ajak kenalan," ucap salah satu karyawan pria.
Mereka pun langsung tertawa kemudian melanjutkan kembali pekerjaan mereka.
######
Juan yang berada di ruangannya berusaha fokus untuk mengerjakan apa yang di perintahkan Kenan, tapi ucapan Kenan selalu terngiang-ngiang begitu saja membuat dia susah untuk konsentrasi.
"Ela itu kata-katanya benar-benar tidak bisa di percaya yah, belum lama dia itu puji-puji aku bilang suka, cintalah sama aku padahal sekarang dia sudah punya gebetan lain lagi, aku disini belum cukup satu hari loh," omel Juan di dalam ruangannya sendiri.
"Tapi aku kan nggak ada hubungan dengan dia sih, tapi tetap ajah kok aku kesal yah," ucap Juan lagi.
"Sudahlah Juan fokus-fokus kerja, oke nggak usah mikirin hal-hal lain," ucap Juan lalu kembali mencoba fokus lagi pada kerjaannya.
Friska yang sudah bangun dan merasakan ada yang memeluk dirinya langsung menoleh seketika, dia menggelengkan kepalanya begitu melihat Kenan yang memeluknya dan sudah terlelap dalam tidurnya.
Friska pun memindahkan tangan Kenan dengan sangat pelan agar Kenan tidak terbangun.
Friska melihat sudah ada pakaian untuknya.
Aku suka pakaian-pakaian ini, lebih baik aku mandi dulu deh batin Friska.
#######
Serius ini kak Juan yang nelfon gue tumben banget, duh guru belum keluar lagi, batin Ela sambil melihat ponselnya yang sedang bergetar.
__ADS_1