Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Belum kapok juga,,


__ADS_3

Raka terlonjak kaget begitu mendengar pertanyaan Salsa.


"Aku kenapa?" ucap Raka sambil melihat Salsa.


"Aku bertanya malah kamu tanya balik,, ngapain kamu lihatin aku seperti tadi?" ucap Salsa lagi sambil melihat Raka dengan tatapan mata kesal.


"Aku nggak lihatin kamu,, kepedean banget," ucap Raka lagi.


"Ishh sudah jelas-jelas kamu lihatin aku kok,, nggak mau ngaku lagi,, jangan suka sama aku karena aku nggak suka kamu," ucap Salsa yang tiba-tiba kumat cerewet dan kepedean nya.


"Nah kan kumat lagi penyakit kamu," ucap Raka sambil geleng-geleng kepala melihat Salsa.


Baru tadi aku puji,, ehhh kumat lagi,, emang dia nggak bisa di puji,, batin Raka sambil melihat Salsa.


Salsa mengernyitkan dahinya bingung begitu mendengar ucapan Raka.


"Penyakit aku kumat? maksud kamu apa sih,, aku nggak punya tuh penyakit yang kumat seperti kata kamu,, aku juga baik-baik aja sekarang,," ucap Salsa lagi sambil melihat Raka dengan tatapan mata yang semakin kesal.

__ADS_1


"Emang kamu terlihat baik-baik saja sekarang,, penyakit yang aku maksud itu,, penyakit kepedean kamu,, bisa nggak penyakit itu jangan kumat,," ucap Raka sambil melihat Salsa.


"Hmm ada-ada saja,, aku udah serius juga nanggapin nya,, ternyata kamu bercanda,," ucap Salsa sekaligus merasa lega.


"Yah memang kamu harus serius menanggapi itu,, supaya kamu nggak kepedean lagi," ucap Raka lagi sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah Salsa.


"Aku nggak kepedean yah,, aku cuma memberitahukan kamu saja,, karena aku nggak mau kamu patah hati,, gara-gara aku tolak nantinya,, kamu pernah dengar kan cinta dari mata turun ke hati,, lah kamu sejak tadi lihatin aku,, jadi bisa saja kan kamu malah jatuh cinta dengan aku nantinya,, ishh amit-amit yah,, cintaku hanya untuk kak Jeki,, dengar itu baik-baik,," ucap Salsa lagi sambil melihat Raka.


Raka benar-benar langsung kasihan pada Salsa begitu mendengar ucapan Salsa yang masih mengharapkan Jeki,, sementara Jeki sudah meninggal.


Kenapa nih orang kok langsung aneh gitu sih, batin Salsa bingung sendiri.


"Hei,, kok diam?" tanya Salsa sambil melihat Raka.


"Karena lagi pengen diam," ucap Raka.


"Udahlah,, nggak usah mikir aneh-aneh dulu kamu,, aku kesini tuh menjenguk kamu yah,, hargain sedikit bisa kan?" ucap Raka lagi.

__ADS_1


"Iya bisa,, hanya tumben saja,, pasti ada udang dibalik batu nih,, aku yakin banget," ucap Salsa lagi sambil melihat Raka dengan tatapan mata penuh curiga.


"Nggak ada kok,, palingan aku hanya minta bantuan saja mengenai nenek aku,, selebihnya nggak ada lagi,," ucap Raka sambil nyengir melihat Salsa.


"Tuh kan sudah aku duga," ucap Salsa lagi sambil melihat Raka.


"Cepetan kamu sembuhnya,," ucap Raka lagi.


"Iya,, tapi nanti aku akan pergi menemui kak Jeki dulu,, jadi kamu atur deh skenario yah supaya nenek mu nggak curiga," ucap Salsa lagi.


"Hmm ngapain pergi menemui Jeki,, kamu tunggu saja dulu,, dia belum bisa ditemui," ucap Raka lagi.


"Mana mungkin seperti itu,," ucap Salsa lagi.


"Hmmm nggak percaya banget kamu,, aku tuh teman dekatnya jadi sudah pasti tau,, jadi lebih baik kamu bertemu nenek aku saja dulu,, karena dia terus menanyakan kamu,," ucap Raka lagi.


Sementara di tempat lain, ada Adelia yang belum kapok juga untuk mendekati Kenan lagi,, Adelia memutuskan untuk keluar apartemen begitu Rio telah ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2