Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Terus berlalu,,


__ADS_3

Friska kemana yah? kok dia nggak angkat panggilan telfon dari aku, padahal penting banget ini,, batin Dafa sambil melihat Adelia yang tampak mencurigakan.


"Aku angkat yah panggilan telfonnya suamiku sayang?" ucap Friska lagi sambil melihat Kenan yang sejak tadi melarang dirinya untuk mengangkat panggilan telfon dari Dafa.


Kenan pun menganggukkan kepalanya sambil melihat Friska.


"Angkatlah,, tapi speaker karena aku mau dengar apa yang akan dia bicarakan,, aku kan pria jadi aku tau mana pria yang sedang modus pada istriku,," ucap Kenan sambil melihat Friska.


Friska langsung geleng-geleng kepala begitu mendengar ucapan Kenan.


"Iya,, aku speaker biar suamiku nggak mikir aneh-aneh," ucap Friska sambil melihat Kenan lalu dengan segera mengangkat panggilan telfon dari Dafa dengan mengaktifkan speaker ponselnya.


"Halo Daf,, ada apa?" tanya Friska langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Dafa.


"Halo Fris,, akhirnya kami angkat juga panggilan telfon dari aku,, kamu lagi sibuk yah?" ucap Dafa terlebih dahulu begitu Friska mengangkat panggilan telfon dari dirinya.

__ADS_1


"Nggak kok,, aku nggak megang hp tadi,, jadi nggak lihat panggilan telfon dari kamu," ucap Friska lagi sambil melihat Kenan yang sedang memeluk dirinya.


"Oh kirain kamu lagi sibuk Fris,, aku jadi nggak enak kalau ganggu kesibukan kamu," ucap Dafa lagi.


"Nggak sama sekali kok,, oh yah ada apa Daf?" tanya Friska lagi.


"Oh ini,, aku lihat Adelia tampak mencurigakan,," ucap Dafa yang memang sangat mengingat Adelia beserta kejahatannya.


Kenan dan Friska langsung mengernyitkan dahi mereka begitu mendengar ucapan Dafa.


"Aku lihat dia bertemu dengan seseorang,, dan dia tampak sangat hati-hati,, sepertinya dia sedang sembunyi-sembunyi untuk bertemu dengan orang itu,, aku sedang di luar sekarang dan melihat dia seperti itu,, aku nggak bisa lihat siapa yang dia temui, aku hanya ingin memberitahukan kamu agar hati-hati,, karena kamu kan sempat ada masalah dengan dia,, aku lihat dia orangnya dendaman sepertinya,, aku hanya nggak mau sahabat aku sampai kenapa-kenapa,," ucap Dafa lagi yang memang sangat mengkhawatirkan Friska.


"Oh iya Daf,, makasih yah informasinya,, om ku akan mengurus itu," ucap Friska lagi.


"Iya Fris,, nanti aku kirimin kamu lokasi tempat aku melihat dia yah," ucap Dafa lagi.

__ADS_1


"Iya Daf,, nanti aku beritahu om ku,," ucap Friska.


"Ok Fris,, aku tutup dulu yah panggilan telfonnya," ucap Dafa lagi.


"Iya Daf," ucap Friska lalu dengan segera Dafa menutup panggilan telfonnya dengan Friska.


Dafa kembali melihat-lihat di sekitarnya sambil melihat tempat Adelia masuk,, lalu setelah itu dia pun berlalu pergi dari tempat itu,, karena dia merasa tempat itu sangatlah sunyi.


"Biar aku yang urus Adelia,, kalau perlu dia kumasukkan lagi ke dalam penjara kalau dia terbukti akan melakukan hal yang aneh-aneh lagi," ucap Kenan yang semakin kesal pada Adelia.


"Baguslah suamiku,, dia memang harus diperlakukan seperti itu,," ucap Friska sambil melihat Kenan.


##############


Hari terus berlalu,, hubungan Salsa dan Raka makin hari makin dekat,, hingga tibalah Friska dan yang lainnya akan memberitahukan mengenai Jeki,, karena Salsa yang memang selalu menanyakan Jeki.

__ADS_1


Salsa dibuat menangis sejadi-jadinya begitu dia dibawa di makam Jeki,, bahkan dirinya sampai pingsan beruntung ada Raka yang menahan tubuh Salsa.


__ADS_2