Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Diam-diam...


__ADS_3

Raka dan yang lainnya menjadi panik begitu melihat Salsa pingsan.


Seperti yang sudah aku duga,, hal ini pasti akan terjadi,, ya ampun aku jadi serba salah kalau seperti ini,, batin Friska yang benar-benar sangat panik melihat Salsa yang jatuh pingsan begitu mengetahui semuanya.


Ela juga sangat panik melihat Salsa yang seperti itu,, karena hal itulah yang Ela takutkan juga,, Salsa tidak bisa menerima semuanya jika tau apa yang terjadi pada Jeki..


Raka dengan segera mengangkat tubuh Salsa dan membawanya ke mobil,, sahabat-sahabat Salsa yang lain pun ikut dengan mengendarai kendaraan masing-masing,, hanya Friska dan Ela sajalah yang ikut di mobil Raka.


"Ya ampun gimana nih? pasti Salsa kembali menangis kalau dia sadar sebentar,, aku nggak mau di terpuruk dan merasa terpukul dengan meninggalnya kak Jeki," ucap Ela sambil melihat Salsa.


Ela pun berusaha menyadarkan Salsa.


"Aku juga bingung,," ucap Friska.

__ADS_1


"Kalian tenang yah,, wajar kok kalau dia seperti tadi,, karena dia dekat dengan Jeki,, tapi perlahan-lahan dia pasti bisa ikhlas nantinya dengan meninggalnya Jeki," ucap Raka sambil fokus menyetir mobilnya.


Raka ingin segera sampai ke rumah sakit.


Nah itu yang aku nggak mau,, aku nggak mau Salsa nantinya melupakan om Jeki,, sementara om Jeki masih dalam masa penyembuhan sekarang,, belum meninggal,, batin Friska yang benar-benar sangat dilema dengan kebenaran yang dia tau namun tak bisa memberitahukan Salsa karena keinginan Jeki.


Jika itu keinginan Kenan tentu sudah lama Friska akan menolak dan langsung memberitahukan Salsa,, namun itu keinginan Jeki sendiri membuat Friska tak bisa ikut campur.


Hingga akhirnya mereka sampai di rumah sakit terdekat dengan tempat makam Jeki.


Mereka semua tampak sangat khawatir sambil menunggu,, mereka tentu tidak lupa dengan Salsa yang baru saja pulang dari rumah sakit,, jadi mereka sangat khawatir jika Salsa kenapa-kenapa akibat hal yang baru saja dia ketahui.


Sementara Juan dan Kenan tidak tau apa-apa mengenai kejadian itu,, karena mereka benar-benar sangat sibuk di kantor.

__ADS_1


Kenan tersenyum sinis begitu mengetahui niat Adelia yang ingin masuk ke dalam perusahaannya.


Adelia, Adelia,, kamu pikir aku bodoh,, mau membiarkan kamu masuk ke dalam perusahaan ku,, kamu pikir perusahaan ku perusahaan apaan yang bisa kamu tipu,, hmm nggak sadar diri banget,, mana mungkin aku mau kembali padamu,, aku sudah memiliki istri muda, cantik banget,, dan terutama nggak murahan,, ngapain aku masih mau sama bekas pria lain,, kamu hanya masa lalu yang aku sesali kenapa dulu aku sangat mencintai kamu,, batin Kenan sambil bergidik ngeri dan merutuki kebodohannya sendiri.


Adelia tampak sangat kesal karena rencananya gagal total.


Sialan,, Kenan mungkin sudah tau mengenai rencana ku,,, tapi dia yang sibuk seperti itu mana mungkin sih punya waktu untuk mengurus hal sepele,, batin Adelia kesal sambil melihat perusahaan Kenan yang menjulang tinggi.


Adelia sangat berambisi ingin mendapatkan Kenan lagi,, karena Adelia sangat ingin hidup enak,, di pikiran Adelia jika dia bisa mendapatkan Kenan lagi sudah tentu hidup dia akan terjamin.


Akhh kenapa dulu aku menyia-nyiakan Kenan,, padahal dulu dia sangat mencintai ku,, apa aku perlu menjadi Adelia yang dulu? Adelia yang dia cintai,, batin Adelia yang sudah kehabisan ide.


Sementara di tempat lain ada Jeki yang sangat khawatir pada Salsa begitu mengetahui Salsa pingsan.

__ADS_1


Yah Jeki mempunyai anak buah yang selalu laporan sama dia mengenai keseharian Salsa,, dan Jeki juga menyuruh anak buahnya untuk selalu menjaga Salsa secara diam-diam.


__ADS_2