
Deg...
Friska yang mendengar ucapan mama mertuanya benar-benar terkejut,, yang lainnya pun ikut terkejut. Mereka semua langsung melihat ke arah mama Kenan.
"Ma,, itu semua nggak benarkan?" ucap Friska sambil melihat mama mertuanya.
Mama Kenan masih terdiam dengan ekspresi wajah panik dan pucat,, ponselnya pun yang jatuh belum dia ambil sama sekali,, kabar kecelakaan Kenan benar-benar membuat dirinya shock.
"Iya Tante,, itu semua nggak benarkan?" ucap Ela juga sambil melihat mama Kenan.
Ela tak kalah terkejut dan khawatirnya begitu mendengar ucapan mama Kenan,, karena Ela mengingat Juan sekarang sedang bersama dengan Kenan yang itu berarti jika Kenan kecelakaan,, Juan juga kecelakaan.
Mama Kenan masih terdiam,, karena dia juga masih shock begitu mendengar kabar itu. Kenan anak dia satu-satunya dan begitu mendengar kabar Kenan kecelakaan dengan kondisi yang sangat parah membuat mama Kenan tak sanggup berkata apa-apa.
Friska yang sudah sangat panik dan khawatir langsung mengambil ponsel mama mertuanya yang jatuh dari genggaman mama mertuanya lalu segera berbicara dengan orang yang menelepon mama mertuanya,, karena Friska melihat panggilannya masih tersambung.
Anak buah mama,, nggak,, nggak,, nggak mungkin suamiku benar-benar kecelakaan,, mereka pasti hanya bercanda saja,, batin Friska yang sudah campur aduk.
"Hallo,," ucap Friska.
__ADS_1
Anak buah mama Kenan pun yang sudah tau itu suara istri Kenan dengan segera berbicara pada Friska.
"Hallo Nyonya muda,, apa Nyonya baik-baik saja?" ucap anak buah mama Kenan terlebih dahulu yang sangat mengkhawatirkan kondisi bosnya begitu mendengar kabar tentang Kenan.
"Dia sedang tidak baik-baik saja,, kamu jangan bercanda yah mengenai informasi yang kamu berikan,, mereka nggak kecelakaan kan?" ucap Friska penuh harap bahwa itu semua tidak benar adanya.
"Maaf Nyonya muda,, mereka benar-benar kecelakaan,, dan ketiganya benar-benar parah Nyonya,, tapi tu,, tu,, tuan Kenan yang sangat parah Nyonya,, sekarang mereka sedang dilarikan ke rumah sakit terdekat,," ucap anak buah mama Kenan dengan terbata-bata.
"Fris ada apa?" ucap Ela yang sejak tadi sudah panik dan menunggu kabar dari Friska.
"Mereka nggak kecelakaan kan?" ucap Ela sambil melihat Friska dengan tatapan penuh harap bahwa itu semua tidak benar adanya.
"Mereka kecelakaan,," ucap Friska dengan air mata yang sudah keluar lagi.
"APA!!! dimana?" ucap Farel yang benar-benar terkejut.
"Ayo kita kesana," ucap Dafa juga.
Friska tak menjawab apapun,, dia masih tak menyangka bahwa Kenan kecelakaan.
__ADS_1
Dafa langsung mengambil ponsel Mama Kenan yang dipegang oleh Friska untuk berbicara dengan orang yang menelepon Mama Kenan.
"Maaf yah Fris,, gue cuma mau bicara dengan orang yang menelepon,, biar jelas semuanya dan kita bisa langsung ke sana," ucap Dafa.
"Hallo,, mereka dibawa ke rumah sakit mana? kita akan ke sana?" tanya Dafa langsung kepada anak buah mama Kenan,, Dafa pun mengaktifkan speaker ponsel mama Kenan agar bisa didengar oleh semuanya.
"Mereka dibawa ke rumah sakit XXXXX,, kita sudah sampai sekarang,,," ucap anak buah mama Kenan.
Anak buah mama Kenan tidak sanggup memberitahukan kabar sesungguhnya kepada mama Kenan mengenai kondisi Kenan.
"Loh itu kan disini,," ucap Dafa.
Friska langsung berlari menuju ke luar rumah sakit untuk menemui Kenan.
Tak lama dia pun bertemu dengan Raka dan Juan yang sudah terbaring lemah penuh darah. Friska mengernyitkan dahinya begitu melihat dibelakang ada satu yang sudah ditutup dengan kain putih.
Friska dengan kaki gemetar mendekat kepada seseorang yang sedang ditutup dengan kain putih.
Suster yang sudah tau mengenai Friska merupakan keluarga dari Kenan langsung menghentikan langkahnya dan membiarkan Friska melakukan apa yang ingin dia lakukan.
__ADS_1
Tangis Friska benar-benar langsung pecah begitu melihat jenazah Kenan.