
Friska langsung tertunduk malu begitu mendengar ucapan mertuanya itu.
Hah ***-***,, tapi emang sih enak,, batin Friska lalu tertawa di dalam hatinya.
Kenan langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal begitu mendengar ucapan mamanya.
"Loh kenapa respon kalian begini,, nggak mungkin hampir seminggu di pulau pribadi tapi nggak gol," ucap mama Kenan lagi.
"Kok mama tau sih kalau istriku aku garap di pulau pribadi?" tanya Kenan yang langsung mendapatkan cubitan dari Friska.
"Awwssh sakit sayang," ringis Kenan.
"Abis kamu masa bilang garap sih,, aneh banget," bisik Friska yang malah langsung mendapatkan kecupan dari Kenan.
Friska hanya melongo tak percaya dengan kelakuan suaminya itu.
"Wah,, wah,, wah,, sekarang aku mengerti bagaimana perasaan Juan,, yang selalu ikut kamu Kenan,, kamu ini main nyosor aja,," ucap Mama Kenan sambil menggelengkan kepalanya.
"Abis gemesin banget sih nih istriku,," ucap Kenan sambil menangkup kedua pipi Friska lalu mengecup bibir Friska lagi.
"Ihhh malu ada mama," ucap Friska.
"Emmm malu terus,, nggak usah malu sama mama,, pasti mama mengerti," ucap Kenan.
"Oh iya mama tau darimana kalau aku ke pulau pribadi untuk buka segel?" tanya Kenan lagi.
"Sayang ihhh,," rengek Friska yang malah membuat Kenan dan mama Kenan tertawa.
"Udah nggak usah malu sayang,, lagian udah nikah juga kalian,, mama juga udah nikah,, jadi nggak apa-apa," ucap mama Kenan.
"Mama tau nya dari Juan dong,, sampai-sampai kamu tuh nggak mau di ganggu,," ucap mama Kenan.
"Hmm pantas saja, mama tau,, lagian iya dong ma,, mana ada orang mau di ganggu ketika sedang menggarap,," ucap Kenan santai.
"Astaga,,, aku mau pergi buatin minum dulu," ucap Friska cepat yang tidak sanggup mendengar ucapan Kenan.
Kenan hanya tersenyum melihat Friska yang berlari cepat ke dapur karena malu.
"Gimana coba aku nggak jatuh cinta ma kalau dia seperti itu,, gemesin gitu,, makasih banget loh ma udah menjodohkan aku dengan dia,," ucap Kenan sambil tersenyum manis pada mamanya.
Mama Kenan langsung mencebikkan bibirnya begitu mendengar ucapan anaknya itu,, yang sekarang bilang terima kasih padahal dulu dia sangat tidak mau di jodohkan.
"Sekarang aja bilang terima kasih,, coba pernah kamu mencak-mencak karena nggak mau sama dia,, tapi akhirnya untung kamu mau kan waktu itu karena paksaan,, kalau nggak rugi banget kamu," ucap Mama Kenan.
"Iya mamaku sayang,," ucap Kenan lagi sambil tersenyum.
"Pilihan orang tua itu nggak akan salah karena orang tua itu pasti pengen yang terbaik untuk anaknya,," ucap Mama Kenan.
"Iya mamaku sayang," ucap Kenan.
"Jadi kapan nih istrimu berisi perutnya,, berisi penerus yah bukan berisi makanan,, nggak tokcer banget kamu masa sampai sekarang belum berisi," ledek mama Kenan.
"Pasti nanti juga berisi kok ma kalau udah waktunya, mama doakan aja ma semoga secepatnya,,, tiap hari aku garap kok,," ucap Kenan.
"Jangan-jangan di luar lagi kamu buangnya makanya nggak jadi? kamu kan polos nak," ucap mama Kenan khawatir.
"Apaan dahh ma,, aku tau kok kalau yang itu,, mana bisa jadi kalau di luar,, di dalam kok tenang aja," ucap Kenan cepat karena mamanya terlihat sangat meragukan dirinya.
"Oh baguslah,, mama udah pengen nih gendong cucu,, istri kamu juga semakin berisi yah,, pantas saja kamu jagain banget,, karena emang bahaya nak istri cantik begitu banyak yang antri,, jadi penjagaannya nggak boleh kendor," ucap mama Kenan.
"Iya ma,, aku juga pengen gendong anak,, dan penjagaan emang nggak pernah kendor ma," ucap Kenan.
__ADS_1
Apalagi si Raka itu demen banget sama istri aku,, batin Kenan.
"Udah periksa ke dokter belum kalian berdua?" tanya Mama Kenan.
"Belum ma,, nanti lah kita pergi periksa kalau lama masih belum hamil juga,, sekarang nggak usah dulu masih baru juga," ucap Kenan.
"Iya juga sih,," ucap mama Kenan.
Tak lama Friska pun datang dengan membawa minuman.
"Menantuku ini sudah cantik,, pintar,, rajin lagi, makasih yah sayang sudah mau repot-repot," ucap mama Kenan.
"Apaan sih mama,, ini nggak repot kok cuma nyiapin minum gini aja," ucap Friska sambil tersenyum.
"Di minum ma" ucap Friska lagi.
"Iya sayang," ucap mama Kenan.
"Sayang kamu nggak nyuruh aku minum juga nih," ucap Kenan.
"Di minum suamiku yang bawel," ucap Friska.
"Aku nggak bisa minum sendiri nih," ucap Kenan.
"Isshh nggak usah gatal deh yank," ucap Friska lalu tertawa.
Kenan dan mama Kenan pun ikut tertawa begitu mendengar ucapan Friska.
############
"Mama kapan sih baliknya? kok tiba-tiba langsung ada disini?" tanya Kenan.
"Tadi,, Mama tuh langsung kesini pengen lihat anak dan menantu mama secara langsung,," ucap mama Kenan.
"Hee berdosa nanti kamu bilangin mama lebay," ucap Mama Kenan.
"Mama tuh nggak lebay,, memang mama kangen sama kalian berdua,," ucap mama Kenan lagi.
"Sama kok ma,, aku juga kangen sama mama,, mama nginap di sini aja," ucap Friska yang membuat Kenan panik.
Duhh kalau mama nginap disini,, terus nggak ada ayah,, jangan sampai deh istriku di panggil buat menemaninya,, nggak ada yang dipeluk-peluk dong,, mana aku udah biasa banget lagi tidur peluk-peluk istri,, please ma tolak keinginan istriku,, batin Kenan.
"Iya mama mau nginap disini,, karena di rumah utama juga nggak ada suami,, sunyi aja,, lebih baik mama disini," ucap mama Kenan.
Haduhh,, udah berharap mama nggak mau,, ehhh mama malah mau,, batin Kenan.
"Ma,, kita mau ke acara pertunangan loh sebentar,, mama nggak apa-apa nih kalau kita tinggal sebentar?" tanya Kenan.
"Yah nggak apa-apa dong,, tadi aja mama sendiri nungguin kalian disini,," ucap mama Kenan.
"Udah mama tau kok dari gaya bicara kamu ini mama itu mengerti,, kamu nggak mau di ganggu bersama istri,, makanya kamu nggak mau mama menginap disini,, tau kok mama,," ucap mama Kenan.
Friska pun langsung melihat pada Kenan.
"Benar kata mama?" tanya Friska penuh selidik pada Kenan.
"Nggak sayang,, mama mah pikirannya jauh banget sampai kesitu,,," ucap Kenan cepat.
"Hmmm bohong,," cibir mama Kenan.
"Astaga mama,, aku tuh cuma nggak enak kalau mama nunggu sendiri,, gitu loh maksud aku ma,," ucap Kenan lagi.
__ADS_1
"Iya,, iya,, santai aja nggak usah panik dong, mama percaya kok sama kamu,, dan yang pastinya mama akan menginap disini,," ucap mama Kenan sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah Kenan yang panik,, mama Kenan tau pasti Kenan takut istrinya marah.
Friska langsung senang begitu mendengar ucapan Mama Kenan.
"Asik,, aku senang banget ma,," ucap Friska.
"Iya sayang sama mama juga senang banget," ucap mama Kenan.
"Kalau kamu Kenan?" tanya mama Kenan.
"Senang sekali dong," ucap Kenan.
"Ya udah aku ke kamar dulu yah ma,, mau mandi udah gerah banget ini,, mama kamarnya tinggal pilih aja kebetulan aku memang sengaja menyiapkan banyak kamar untuk keluarga yang nginap ataupun teman-teman istriku,," ucap Kenan lalu beranjak dari tempat duduknya.
Kenan menghentikan langkahnya begitu menyadari istrinya tidak ikut bersamanya.
"Sayang sini dong ikut aku," ucap Kenan sambil melihat istrinya yang masih asik dengan mamanya.
"Bentar yank,,, ada mama disini masa aku tinggal, kamu pergi mandi gihh sana,," ucap Friska.
Tuh kan belum cukup satu jam disini, istriku udah nempel aja sama mama,, batin Kenan.
"Tapi sayang aku pengennya kamu ikut,, siapin baju buat aku,, aku nggak tau mau pakai baju yang mana kan kamu yang urus semuanya,, bentar lagi ngobrolnya dengan mama,, mama kan juga butuh istirahat kasihan loh dia kecapean,," ucap Kenan.
Tambah manja saja anak ini,, tapi syukurlah Friska memanjakan dia,, mengurus dia dengan baik,, batin Mama Kenan.
"Oh iya juga,, ma aku ke kamar dulu yah,, mama istirahat dulu,," ucap Friska.
"Iya sayang,, urus dulu suami manja kamu itu," cibir mama Kenan.
"Iya nih dia emang manja banget loh ma,, mengalahkan manjanya aku," ucap Friska sambil melihat Kenan.
Kenan pun hanya nyengir lalu membawa istrinya ke kamar.
Semoga mereka selalu bahagia,, anakku sangat bahagia bersama istrinya,, batin Mama Kenan sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak satu-satunya itu pada istrinya.
"Sayang mandi bareng yuk,," ajak Kenan yang sedang berdiri sambil mengelus lembut wajah Friska,,, dengan Friska yang sedang membukakan kancing bajunya.
"Nggak mau ahhh,, mandi bareng kamu itu pasti lama,, terus kamu pasti aneh-aneh lagi,, kadang dua kali lagi kamu minta nya,, kan dingin," protes Friska sambil masih membukakan kancing baju suaminya.
Kenan tertawa begitu mendengar ucapan Friska.
"Kan kalau kita aneh-aneh nggak dingin lagi sayang,, yang ada itu malahan panas,," ucap Kenan.
"Hemm mana ada panas,, aku kedinginan kali,, kan di bawa shower,, airnya dingin," ucap Friska sambil membukakan tali pinggang Kenan.
"Kan bagus sayang,, mandi yang enak yah begitu,, aku matiin deh,, mau kan?" rayu Kenan lagi.
"Ayolah sayang,, bentar malam kalau kamu capek pasti deh kamu nggak mau aku ajak aneh-aneh,,," rayu Kenan lagi.
"Hmmm kamu mana mampan,,, aku suka bilang nggak mau karena capek,, tapi tiba-tiba udah nemplok aja kamu,, tangan aktif lagi ke segala arah," ucap Friska yang sudah sangat berpengalaman dengan suaminya itu.
Kenan pun langsung nyengir begitu mendengar ucapan Friska karena memang benar adanya. Dia sangat aktif.
"Malam aja,, ayo kamu pergi mandi gih,, udah selesai nih,, aku mau beresin pakaian kamu dulu," ucap Friska lagi.
"Sayang kamu nggak dengar tadi mama pengen cucu,, jadi kita itu harus lebih giat lagi buatnya,, kalau ada kesempatan yah kita buat,, mama tadi terlihat banget pengen cucu loh sayang,," ucap Kenan yang sengaja membawa-bawa perkataan mamanya.
Friska pun tampak berpikir.
"Iya juga yah kasian mama,, aku mau kalau gitu,, tapi satu kali aja yah,, terus jangan terlalu kebanyakan gaya,, aku nggak mau encok-encok,,," ucap Friska.
__ADS_1
"Siap bos,," ucap Kenan yang langsung bersemangat dan langsung membawa istrinya ke kamar mandi.
Enaknya punya istri baik yang sayang mertua,, bagus nih perkataan mama jadi alasan minta jatah,, jadi nggak perlu lagi aku pakai jurus seribu rayuan ku,,, batin Kenan sambil tertawa jahat di dalam hatinya.