
Friska pun sudah menyelesaikan masakannya, dia pun menata rapi sarapan itu di meja dengan Kenan yang masih setia mengekor kepada Friska, setelah menata rapi Friska pun ingin pergi memanggil Juan namun Kenan menahannya.
"Mau kemana istriku?" tanya Kenan.
"Mau manggil om Juan" jawab Friska.
"Tunggu di sini saja biar aku yang panggil" ucap Kenan lalu segera pergi memanggil Juan.
Kenan melihat Juan yang lagi duduk bengong di sofa.
Dasar jomblo kalau nggak ada kerjaan gini nih pasti bengong ajah batin Kenan.
"Juan kamu lebih baik segera cari calon pendamping hidup kamu, supaya kalau kamu lagi nggak ada kerjaan begini, kamu nggak bengong, kamu bisa saling memberi kabar dengan wanita, aku takut kalau kamu bengong begini nanti kamu kesambet" ucap Kenan.
Juan yang mendengar suara Kenan sedikit terkejut.
"Saya tidak lagi bengong kok tuan" ucap Juan cepat.
Saya hanya terkejut dengan apa yang saya lihat tadi batin Juan.
"Ngeles ajah udah terciduk juga, ayo sini kita sarapan istriku sudah masak" ucap Kenan dengan senyum bangganya lalu berjalan menuju meja makan.
Pamer banget batin Juan.
Juan pun mengikuti langkah Kenan menuju meja makan.
Tiba di meja makan Kenan pun duduk di dekat Friska dan Juan duduk yang dekat dengan Kenan, Juan sudah tahu kalau dia dekat-dekat dengan Friska pasti dia kena omel lagi dengan Kenan.
Friska pun mengambilkan makan di piring Kenan dan juga di piringnya, Juan pun mengambil sendiri karena sudah tahu juga pasti kalau Friska yang mengambilkannya Kenan akan marah-marah tidak jelas.
"Makanlah om Juan maaf yah kalau agak lama abis tadi banyak gangguan" ucap Friska sambil melirik Kenan.
Kenan yang di lirik dan di sindir halus oleh Friska benar-benar tidak perduli dan tidak merasa tersinggung dengan ucapan Friska, Kenan mah santai ajah sambil memakan sarapannya yang sangat dia suka.
Sedangkan Juan hanya bisa mengerti saja, karena dia juga sudah melihat sendiri tadi.
"Nggak apa-apa nona Friska, saya tidak lama kok menunggunya tadi" ucap Juan lalu tersenyum.
__ADS_1
Hanya mau lumutan saja tadi saya menunggu batin Juan meronta-ronta.
"Tetap saja saya merasa nggak enak" ucap Friska.
"Istriku makanlah Juan itu orangnya sabar kok" ucap Kenan sambil mengusap lembut wajah Friska.
Juan yang melihat pemandangan itu benar-benar ingin muntah, dia tidak habis pikir kalau Kenan akan seberlebihan itu kepada Friska, jelas sekali kalau Kenan sudah sangat mencintai Friska hanya saja dia masih belum mau mengakuinya.
Friska pun mengikuti ucapan Kenan dan Juan juga sudah memulai memakan sarapannya.
Masakan nona Friska enak banget, beruntung banget Kenan di masakan tiap hari makanan enak batin Juan.
Mereka pun selesai dengan sarapannya. Ketika Juan sedang minum dia tidak sengaja melihat bekas kissmark di leher Friska, membuat Juan terbatuk karena terkejut.
Kenan melihat arah mata Juan yang membuat Juan terbatuk, Kenan hanya tersenyum senang.
"Juan kamu itu kalau minum hati-hati dong, nggak ada yang bakalan ambil tuh air minum kamu" ucap Kenan.
"Iya tuan maaf" ucap Juan.
"Emm nona Friska itu" ucap Juan sambil menunjuk leher Friska.
"Kenapa leherku om Juan?" tanya Friska sambil meraba-raba lehernya.
Kenan yang menyadari kalau Juan akan memberitahukan Friska langsung saja dia menghalangi niat baik Juan itu.
"Emm itu istriku rambut kamu maksud Juan, iyakan Juan" ucap Kenan sambil melototkan matanya kepada Juan dan tangan Kenan mengibaskan rambut Friska ke belakang lehernya.
Juan mengerti dengan maksud Kenan.
"Iya nona betul yang di bilang tuan Kenan" ucap Juan sambil bingung kenapa Kenan tidak mau memberitahukan nona Friska perihal lehernya.
"Oh ini karena aku ikat rambutku acak-acakan tadi om jadi gitu deh" ucap Friska lalu tersenyum.
Haa ikat rambut acak-acakan kok cantik banget batin Juan.
"Baiklah istriku, kamu beres-beres dulu yah" ucap Kenan lalu mencium pipi Friska sekilas membuat Friska merasa malu karena di situ masih ada Juan sedangkan Juan hanya tertunduk sambil mengelus dadanya.
__ADS_1
Sabar jomblo sabar ini hanya ujian batin Juan.
Kenan pun mengajak Juan untuk kembali duduk ke sofa sedangkan Friska membereskan piring kotor terlebih dahulu dengan perasaan yang masih menahan malu atas kelakuan Kenan.
Setelah sampai di sofa, Kenan dan Juan pun duduk berdekatan.
"Juan kamu jangan beritahu istri saya tentang apa yang terjadi pada lehernya, awas saja kamu kalau sampai dia tahu" ancam Kenan kepada Juan.
Juan pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Kenan.
"Memangnya kenapa tuan, kan kasian kalau nona Friska di lihat sama orang lain lehernya apalagi kalau yang lihat teman-temannya tuan bisa-bisa nona Friska akan di tanya-tanya, untung kalau cuma di tanya-tanya tapi kalau sampai dia di tuduh macam-macam gimana tuan" ucap Juan dengan sangat perhatiannya.
"Kamu tuh perhatian banget sama istri saya, cukup saya saja yang perhatian sama istri saya kamu jangan, lagian itu tanda kepemilikan dari Kenan Mahardika, biar saja teman-temannya tahu biar anak-anak cowok itu menjauh dari istri saya, lagian dia sudah menikah dengan saya kalau ada yang tuduh istriku macam-macam biar saya yang urus" ucap Kenan dengan tegas.
Dasar suami posesif batin Juan.
"Saya hanya kasian saja tuan" ucap Juan.
"Pokoknya kamu nggak usah kasian, kamu jomblo jadi nggak akan mengerti" ucap Kenan lalu tertawa.
Tiba-tiba Friska muncul.
"Om lagi tertawain apa?" tanya Friska yang membuat Kenan dan Juan terlonjak kaget.
"Emm nggak ada kok istriku, ini tadi Juan lagi ngelawak makanya aku tertawa" ucap Kenan sedangkan Juan hanya diam saja mendengar fitnah dari Kenan.
"Oh kirain apaan, oh iya om nggak kerja bukankah om itu sibuk biar hari minggu gini" ucap Friska.
"Tidak istriku aku lagi pengen di rumah hari ini bersama kamu, urusan kantor biar Juan dulu yang urus" ucap Kenan lalu menarik tubuh Friska agar duduk di pangkuannya membuat Juan lagi-lagi terkejut dengan kelakuan Kenan yang tidak menghargai sekali dirinya yang jomblo.
Friska pun segera turun dari pangkuan Kenan karena benar-benar malu terhadap Juan namun Kenan menahan Friska akhirnya mau tidak mau Friska tetap berada di pangkuan Kenan dengan tangan Kenan yang memeluknya dari belakang.
Aduh malu banget gue, terus hari ini om nggak ke kantor gimana nasib gue batin Friska.
"Kalau gitu saya permisi dulu tuan untuk mengurus kantor" pamit Juan karena benar-benar tidak tahan melihat kemesraan di depan matanya jiwa jomblonya seakan meronta-ronta.
"Baiklah Juan, hati-hati yah" ucap Kenan dengan senyum puasnya, dia memang sengaja mengusir Juan secara halus karena ingin berduaan dengan Friska di rumah.
__ADS_1