
Sementara di rumah sakit,, semua keluarga belum ada yang bisa tenang karena belum ada yang baik-baik saja dari ketiga korban itu,, mereka semua masih dalam keadaan kritis terutama Kenan.
Tentu kabar kecelakaan itu sudah sampai ke telinga Cika dan Adelia,, mereka merasa sangat senang begitu mengetahui Friska belum ditemukan sama sekali,, dan juga sekaligus merasa sedih begitu mengetahui keadaan Kenan yang kritis.
Mereka segera pergi ke rumah sakit.
Begitu sampai di rumah sakit,, Adelia melihat Cika terlebih dahulu kemudian Cika juga melihat Adelia. Mereka saling menatap tak suka.
Sementara Rio sudah sejak tadi berada di rumah sakit dan juga menyuruh anak buahnya untuk membantu pencarian Friska.
Rio yang melihat kedua wanita itu seperti sedang bersitegang langsung menghampiri kedua wanita itu.
Rio langsung menarik tangan Cika dan Adelia agar sedikit menjauh dari ruangan Kenan.
__ADS_1
"Ngapain kalian berdua kesini? kalian jangan buat keributan disini,," ucap Rio sambil melihat Adelia dan Cika dengan tatapan mata kesal.
"Siapa juga yang mau buat keributan disini,, aku kesini ingin mengetahui mengenai kondisi Kenan,,, calon suami ku,, karena aku yakin istrinya pasti sudah tiada,, sampai sekarang dirinya belum ditemukan,, aku yakin jika dia ditemukan pasti sudah meninggal," ucap Cika sambil tersenyum bahagia mengingat dirinya akan memiliki banyak kesempatan untuk mendapatkan Kenan ketika Friska tiada.
"Enak saja, Kenan hanya untuk aku,, dia itu mantan ku,, dan dulu sangat mencintai ku,, tapi karena dia menikah akhirnya dia jadi seperti sekarang ini tidak memperdulikan ku lagi,, itu semua karena istrinya itu yang merayu Kenan,, dia memang pantas tiada lagi di dunia ini,," ucap Adelia juga.
Plakkk.....
Dua wanita itu langsung mendapatkan tamparan keras dari Rio. Mereka langsung memegang pipi mereka masing-masing,, bibir mereka mengeluarkan darah sedikit karena tamparan keras Rio.
"Heh,, ngapain kamu menampar aku,, kamu siapa?,, kamu pikir aku tidak bisa menampar kamu?" ucap Cika diselimuti kemarahan lalu ingin menampar Rio tapi sudah lebih dulu ditahan oleh Rio.
"Aku yang akan menampar kamu kalau kamu terus berbicara sembarangan disini apalagi menyangkut Friska,, ikut aku kalian berdua,," ucap Rio sambil menarik paksa tangan Cika dan Adelia.
__ADS_1
"Jaga mereka,, jangan sampai mereka masuk ke dalam rumah sakit untuk mengetahui kabar Kenan karena mereka tidak ada gunanya hanya akan membuat masalah saja," ucap Rio dingin sambil melihat anak buah Kenan.
Anak buah Kenan pun langsung mengangguk mengerti dan mulai berjaga tidak akan membiarkan Cika dan Adelia masuk. Sedangkan Rio sudah berjalan masuk kembali menuju ruangan Kenan.
Rio benar-benar sakit hati begitu mendengar ucapan Cika dan Adelia yang senang jika Friska meninggal.
Sementara Cika mulai memikirkan ide bagaimana caranya bisa masuk ke dalam.
Cika mencoba mengelabui anak buah Kenan tidak berhasil sama sekali.
Sementara di tempat lain,, Juan dan Jeki benar-benar terkejut begitu mengetahui rekaman CCTV telah dirusak. Pria itu memang sangat teliti tidak ingin jejaknya diketahui.
Dan janin Friska pun sudah dikeluarkan karena akan berbahaya bagi Friska jika janin itu dipertahankan.
__ADS_1
######,,,,,,#########