
Ihh kak Juan kenapa main nahan-nahan aku sih,, batin Ela kesal.
"Kak Juan lepasin aku,, kenapa nahan-nahan aku sih,, aku mau masuk nih,, aku nggak mau ketemu dengan kak Juan,, ngerti nggak sih," ucap Ela kesal.
"Aku nggak mengerti itu,, yang intinya aku ingin ketemu dengan kamu Ela,, kamu kenapa sih nggak mau ketemu sama aku?" tanya Juan yang masih memegang tangan Ela.
"Kenapa kamu menghindari aku?" tanya Juan lagi.
"Karena aku ingin menghindari kak Juan ajah kenapa lagi kak Juan pertanyakan itu,, aku pikir sudah jelas," jawab Ela.
"Kenapa tidak mengangkat panggilan telfon dari aku?" tanya Juan.
"Karena aku juga tidak ingin mengangkat panggilan telfon dari kak Juan," jawab Ela.
"Kenapa sengaja menutup panggilan telfon dari aku?" tanya Juan lagi.
"Karena aku ingin lakukan itu," jawab Ela.
"Kenapa nomor ponselmu sibuk?" tanya Juan.
"Karena aku lagi telfonan kak Juan makanya sibuk," jawab Ela.
"Sama siapa kamu telfonan?" tanya Juan serius.
"Sama manusia," jawab Ela.
"Aku nggak akan lepasin kamu kalau kamu nggak jawab baik-baik pertanyaan aku, kita akan terus begini," ucap Juan.
Isshh ngeselin banget sih kak Juan tumben juga dia sabar begini,, padahal aku udah sengaja melakukan ini,, seharusnya kan dia langsung pulang saja,,, batin Ela.
"Sama Salsa kak Juan,, aku telfonan dengan Salsa,, aku mau keluar sekarang,, aku mau ke rumah Salsa,, kita mau pergi belanja,," ucap Ela.
Juan tampak tersenyum sedikit mendengar jawaban Ela.
Ohh dengan Salsa,, bagus deh aku pikir dengan cowok,, dan ternyata dia lagi mau ke rumah Salsa sekarang,,, mereka mau belanja berdua dan dia berpenampilan cantik begini,, pasti banyak cowok-cowok yang lihatin dia,, hemm nggak bisa,, batin Juan.
"Udah jelaskan kak Juan,,, sekarang lepasin tangan aku,, karena aku mau ke rumah Salsa sekarang," ucap Ela.
"Kenapa kamu seperti ini sih Ela?" tanya Juan.
"Yah beginilah aku kak,, udah deh aku mau ke rumah Salsa sekarang kak,, aku udah telat nih pasti Salsa udah nungguin aku,, kak Juan tadi bilang kalau aku udah jawab kak Juan bakalan lepasin tangan aku,, jadi lepasin sekarang karena aku udah jawab," ucap Ela.
Ya ampun wanita benar-benar sangat rumit,,, melebihi pekerjaan aku,, batin Juan.
"Aku salah apa sama kamu Ela?" tanya Juan dan belum melepaskan tangan Ela.
Ya ampun dia masih nanya lagi,, apa dia nggak sadar kesalahan dia itu sangat fatal,, dia ke rumah aku sekarang lalu apa kabar dengan tante Syeila,, jangan-jangan tante Syeila sekarang sedang menunggu kabar dari kak Juan,, batin Ela.
"Ela beritahu aku,, salah aku apa sama kamu?" tanya Juan.
"Apa karena aku ke luar Negeri dan jarang menghubungi kamu, sehingga kamu begini padaku?" tanya Juan.
"Karena aku sudah pikirkan semuanya,, kamu berubah semenjak aku ke luar Negeri,, kamu marah karena itu? aku itu sibuk kerja disana biar cepat pulang untuk bertemu dengan kamu Ela," ucap Juan.
Karena aku juga ingin mengatakan perasaan aku ke kamu lalu melamarmu,, aku pikir kamu pasti akan sangat senang begitu aku melakukan semua itu,, makanya aku tidak mengungkapkan perasaan aku waktu lagi kerja dan fokus untuk kerja,, karena aku ingin mengungkapkan semuanya dan melamarmu begitu aku pulang,,, tapi kamu berubah sekarang bahkan semenjak aku di luar Negeri kamu sudah berubah,, aku curhat dan mengikuti saran Syeila pun tidak membuat kamu kembali seperti yang dulu,, padahal aku ingin Elaku yang dulu,, batin Juan.
Ela melihat Juan dengan tatapan penuh tanda tanya.
Aku sebenarnya nggak apa-apa kak kalau jarang di hubungi dengan kak Juan karena aku tahu kak Juan sibuk kerja,, tapi aku tahu kak Juan bukan cuma sibuk kerja,, kak Juan jalan dengan tanteku,, pendekatan dengan tanteku,, bahkan sekarang pacaran dan apa ini,, dia malah terlihat seperti orang yang jomblo saja,, padahal jelas-jelas dia tidak jomblo sama sekali,, batin Ela.
__ADS_1
"Kak Juan semuanya nggak ada hubungan dengan kak Juan yang jarang menghubungi aku,, karena aku juga tahu siapa aku,, aku bukan siapa-siapanya kak Juan,," ucap Ela.
"Lalu karena apa Ela?" tanya Juan lagi.
Ketika masih saling bertatapan tiba-tiba kedua orang tua Ela datang,, Juan melepaskan pegangan tangannya pada Ela,,, kedua orang tua Ela sangat senang begitu melihat Juan dan juga sedikit bingung melihat Juan yang berada di luar.
Mereka segera turun dari mobil lalu menghampiri Juan yang masih berdiri dan juga Ela yang masih berdiri.
"Senangnya lihat kamu kesini lagi nak,," ucap mama Ela kepada Juan.
"Kok berdiri di luar,, Ela kenapa kamu tidak menyuruh masuk nak Juan?" tanya ayah Ela.
"Atau kalian baru pulang dari jalan? tapi cepat banget," ucap ayah Ela lagi sambil melihat jam tangannya.
"Iya ayah kita baru pulang dan ini kak Juan udah mau pulang juga kok,," ucap Ela.
"Tidak begitu, Ela bohong,, aku baru saja datang dan dia mengusirku tapi aku nggak mau,, jadinya aku nggak di kasih masuk ke dalam rumah om,, tante," adu Juan.
"Kak Juan kok bohong sih,," ucap Ela.
"Sudah,, sudah,, mama lebih percaya pada nak Juan daripada sama kamu Ela," ucap mama Ela.
"Ayah juga,, jadi ayo masuk nak Juan,, dan kamu Ela buatkan minum untuk Juan,, jangan seperti itu lagi jika ada tamu,, masa kamu biarkan dia di luar bahkan mengusirnya apalagi nak Juan,," ucap ayah Ela.
"Iya nih,, nak Juan ini calon mantu idaman,, jangan begitu lagi,, ayo masuk nak Juan," ucap mama Ela lagi.
Apaan sih mama buat malu ajah,, batin Ela.
Juan segera masuk ke dalam rumah sambil melihat Ela dengan senyum penuh kemenangan.
Ngeselin banget kak Juan,, batin Ela.
"Nak Juan beneran kan baru saja datang? karena jangan sampai nak Juan sudah lama berdiri di luar dan juga sejak tadi di usir,, tante benar-benar merasa tidak enak," ucap mama Ela.
"Iya baru kok tante, hanya Ela nggak izinin aku masuk,, dia tadi mau keluar bawa motor sendiri sementara dia cewek udah malam lagi,, dan juga dia itu bawaannya marah terus sama aku tante,, apa Ela sudah punya pacar?" tanya Juan.
"Belum nak,,, yang sering datang ke rumah ini itu cuma kamu saja, dan juga teman sekolahnya,,, udah itu ajah kalau pria,,, dan Ela tidak mungkin ada lebih dengan temannya,,, jadi tante yakin dia itu masih jomblo sejak lahir, karena kalau dia juga sudah punya pacar pasti dia itu heboh,, pasti dia juga cerita,, nah ini nggak kok,, dia bawaannya diam ajah,, tinggal di rumah,," jawab mama Ela cepat.
"Ela itu biasa kalau marah-marah berarti kekurangan perhatian atau lagi cemburu,, karena sama tante ajah dia itu suka cemburu gara-gara ayahnya,, sebenarnya hubungan kalian itu gimana sih?" tanya mama Ela langsung.
"Sebenarnya tante dan om,, aku itu sangat mencintai Ela dan ingin melamarnya,, tapi Ela bawaannya marah terus sama aku,, dan aku bingung salah aku apa, tadi ajah dia nggak mau ketemu sama aku,,, untung saja om dan tante datang,," ucap Juan.
Ayah Ela benar-benar senang mendengar kejujuran Juan,, sedangkan Mama Ela jangan tanyakan lagi,, dia adalah orang yang sangat bahagia mendengar pengakuan Juan.
"Apa benar kamu mencintai Ela anak tante itu yang kadang sedikit gesrek otaknya?" tanya mama Ela serius.
"Iya tante aku sangat mencintai Ela dan ingin melamarnya,,," jawab Juan yang tidak kalah seriusnya.
"Tapi aku harus bagaimana biar Ela itu tidak marah-marah terus?" tanya Juan.
"Gampang sih,, kalau dia marah manjakan saja dia nanti juga baik sendiri,, dan juga jangan paksa dia untuk tidak marah-marah lagi pokoknya biarin ajah dia gitu dulu kalau pengen marah-marah yang penting buat dia nyaman dan tetap perhatian,,, gitu ajah nanti juga hilang sendiri tuh maranya,, dia itu sebenarnya gampang luluh tahu,,, jangan bilang-bilang yah sama Ela,, rahasia terbesar dia itu," ucap mama Ela.
"Pokoknya kejar terus nak,, tenang ajah tante nggak akan menerima mantu lain selain kamu,,, tante sudah oke sama kamu dan mendukung kamu," ucap mama Ela penuh semangat.
Ayah Ela hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya itu yang penuh semangat begitu mengetahui Juan mencintai Ela. Ayah Ela mengerti perasaan mama Ela karena sejak pertama melihat Juan datang ke rumah mereka,, istrinya itu langsung ingin Juan menjadi menantunya dan dirinya juga sangat setuju jika Juan yang menjadi menantunya,, mengingat Juan yang sudah mapan,, dewasa dan juga bersih dari gosip tentang wanita. Ayah Ela tahu betul dengan Juan yang sangat dingin terhadap wanita sama seperti Kenan.
"Target kesini tuh," ucap mama Ela begitu melihat Ela sedang berjalan ke arah mereka sambil membawa minuman untuk Juan.
Mereka langsung berhenti berbicara sambil melihat Ela.
__ADS_1
Kenapa tuh mereka,, batin Ela.
Ela segera menaruh minuman itu lalu duduk juga di sofa.
"Karena Ela sudah datang,, kita ke kamar dulu yah,, mau bersih-bersih,, kalian lanjut ngobrol-ngobrolnya dan Ela awas yah jangan berlaku tidak baik pada nak Juan, kalau mama sampai tahu kamu berlaku tidak baik pada nak Juan,, maka ucapkan saja selamat tinggal pada motormu,," ancam mama Ela yang tahu betul anaknya itu sangat menyayangi motornya.
Wahh kak Juan kok bisa dapat pembelaan begini,, hemm pasti dia berbicara sesuatu nih sama mama aku,, pasti dia juga tadi terlihat sangat menyedihkan,, batin Ela sambil melihat Juan yang lagi tersenyum padanya penuh kemenangan.
"Iya kamu harus baik dan sopan pada nak Juan,, kalau kamu masih menyayangi fasilitas semua yang kamu dapatkan," ucap ayah Ela juga.
"Ya ampun anak kalian itu aku loh,, sadarlah wahai orang tuaku,, tega banget pakai di ancam segala," ucap Ela.
"Pokoknya ingat saja itu yah,, kita mau ke kamar dulu,, dan nak Juan lapor saja kalau dia nggak sopan yah,," ucap mama Ela.
"Siap om dan tante," ucap Juan sambil tersenyum.
"Ma aku mau keluar jalan bareng Salsa loh sekarang," ucap Ela.
"Bagus dong,, sama-sama Juan biar Juan bisa menjaga kalian berdua," ucap mama Ela.
"Tapi ma..," ucap Ela yang tidak selesai karena mamanya sudah memotong ucapannya terlebih dahulu.
"Nggak ada tapi-tapian Ela,, pokoknya kamu bersama Juan biar aman,, udah nggak usah ribut lagi,, kita mau ke kamar dulu,, kalian hati-hati yah," ucap mama Ela lalu segera berjalan menuju kamar begitupun dengan ayah Ela.
Ela melihat kesal pada Juan dan Juan hanya tersenyum penuh kemenangan saja.
"Mau jalan sekarang?" tanya Juan.
"Isshh nggak,, kak Juan minum dulu tuh,, aku udah capek-capek buat loh,," ucap Ela sambil melihat minuman yang telah dia buat.
Rasakan deh tuh minuman yang penuh dengan rasa asin,, batin Ela lalu tertawa jahat di dalam hatinya.
"Baiklah," ucap Juan lalu segera minum.
Juan benar-benar terkejut dengan rasa asin pada minuman itu,, benar-benar sangat asin.
Ya ampun ini asin banget,, tapi kalau aku tidak meminumnya Ela pasti akan merasa tidak di hargai buatannya,, minum saja sambil lihat wajah manisnya biar rasa asin ini tergantikan,,, batin Juan.
Ela melihat heran pada Juan yang malah meminumnya tanpa terlihat beban,, Ela pikir Juan akan marah lalu pulang karena di beri minuman asin.
"Kak Juan udah,, minuman itu asin tahu,, kenapa di minum sih,," ucap Ela sambil menghentikan Juan yang masih minum.
"Haa asin yah,, nggak kok," ucap Juan.
"Masa sih," ucap Ela lalu mengambil minuman itu dari tangan Juan dan segera meminumnya.
"Apaan sih nggak asin,, ini asin banget kak," ucap Ela lalu menaruh minuman itu.
"Aku nggak rasa asin sama sekali karena minumnya sambil lihat wajah kamu," ucap Juan sambil mencubit gemas pipi Ela.
Ela langsung tersenyum dengan pipi merona begitu mendengar ucapan Juan. Ela tidak bisa lagi menahan senyumnya.
"Cie malu pipimu merah tuh,," goda Juan sambil menyentuh pipi Ela.
"Manis banget sih kalau kamu senyum," ucap Juan lagi dengan senyumnya.
"Apaan sih kak Juan,, aku mau pergi buatin minuman yang lain," ucap Ela lalu segera pergi dari hadapan Juan sambil membawa minuman yang sebelumnya yang rasanya sangat asin.
Ela benar-benar deg-degkan dan merasa malu.
__ADS_1