
Friska dan Kenan langsung mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar ucapan mamanya.
"Apa ma?" tanya mereka bersamaan.
"Hemm nanti saja kalian disini baru mama beritahu,, jadi kalian cepatlah pulang yah," ucap mama Kenan lagi.
"Oh iya ma," ucap Kenan.
"Mama tutup dulu panggilan telfonnya yah," ucap mama Kenan.
"Iya ma," ucap Friska dan Kenan.
Mama Kenan pun segera menutup panggilan telfonnya lalu menunggu Kenan dan Friska.
"Kira-kira apa yah yang akan di bicarakan mama pada kita berdua?" ucap Kenan penuh tanda tanya dan rasa penasaran.
"Nggak tau juga,, tapi semoga saja bukan hal yang buruk deh,, semoga saja hal yang baik-baik,, tapi mama tadi serius banget bicara nya," ucap Friska.
"Iya loh,," ucap Kenan.
"Oh iya kita nggak jadi kan lihatin tante-tante itu?" ucap Kenan.
Friska langsung tertawa mendengar ucapan Kenan.
"Kok tertawa?" tanya Kenan.
"Abis kamu gaya-gaya an bilang Tante,, dia kan mantan kamu yang kamu panggil sayang waktu itu," ucap Friska.
"Kamu mah,, itu kan dulu sayang waktu aku bodoh,, sekarang nggak lagi,, dan aku udah nggak sayang sama dia,, yang aku sayang itu kamu istri manja ku,, jadi pengen cium deh," ucap Kenan.
"Pintar banget ngambil hatinya,," cibir Friska.
"Kita nggak jadi ke tempat tante-tante itu,, kita pulang aja sayang,, mama kasian nunggu apalagi ada yang mau dia bicarakan," ucap Friska.
"Oke siap istriku sayang,, kita pulang saja,," ucap Kenan semangat.
Alhamdulillah nggak jadi ke tempat wanita itu untung saja ada mama,, aku takut banget kita ke tempat wanita itu terus istriku terbayang-bayang masa lalu bodoh aku bersama wanita itu,, bisa-bisa dia kesal,, kalau kesal saja masih untung masih bisa aku rayu tapi kalau udah kasih libur dapat jatah,, aku nggak bisa banget itu,, batin Kenan.
Friska mengernyitkan keningnya bingung melihat suaminya yang terlihat sangat bahagia itu ketika dia bilang langsung pulang dan nggak jadi ke tempat Adelia.
Sementara di kantor Raka,, Salsa masih ada di ruangan Raka. Dia belum diizinkan pulang oleh Raka.
Duh aku mau perawatan nggak jadi gara-gara nih manusia,, sumpah ngeselin banget,, mana membosankan lagi berada disini,, selain bosan aku capek juga,, sejak tadi di perintah-perintah,, kapan ini akan berakhir aku nggak sanggup lagi, batin Salsa meronta-ronta sambil melihat Raka dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Hee bocah ngapain kamu menatap penuh dendam sama aku?" ucap Raka yang tak sengaja beradu pandang dengan Salsa.
Duhh kedapatan lagi kalau aku lagi mengumpat sambil melihat dia,, dia pakai nanya segala ngapain aku menatap dia penuh dendam,, batin Salsa.
"Terserah aku dong,, emang kamu berharap yah aku menatap kamu penuh cinta? jangan mimpi itu nggak akan mungkin,, ingat anak dan istri kamu di rumah yang percaya sama kamu,, jangan hilangkan kepercayaan mereka sama kamu,," ucap Salsa yang sangat kepedean membuat Raka terheran-heran pada Salsa yang tingkat kepedean nya sangat tinggi.
"Kamu salah makan apa sih? aneh banget kamu,, kepedean,, siapa juga yang mau di tatap penuh cinta sama kamu bocah,," ucap Raka.
"Kamu pulang sana,, aku udah nggak butuh lagi,, dan ponselmu kamu pegang terus karena aku bisa menelepon tiba-tiba," ucap Raka pada Salsa yang membuat Salsa langsung senang seketika.
"Baik bos,,," ucap Salsa sambil tersenyum bahagia.
"Hemm kalau begitu saja kamu baru deh kamu sadar kalau punya bos,, coba kalau di perintah kamu pasti nggak akan bilang seperti itu,, dasar pembantu ngelunjak," ucap Raka.
"Astaga kamu nggak usah marah-marah nanti cepat tua,, aku mau pulang dulu,, bye," usap Salsa lalu segera keluar dari dalam ruangan Raka.
Raka hanya menggelengkan kepalanya melihat Salsa yang seperti itu.
##########
Friska dan Kenan akhirnya sampai di rumah mereka. Mereka segera keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju ke tempat mamanya sedang duduk menunggu mereka.
"Kok mama nggak masuk ke dalam malah menunggu disini?" tanya Kenan sambil salam kepada mamanya,, begitu pun Friska salam kepada mama mertuanya.
"Kan bisa pakai password juga ma,," ucap Kenan sambil nyengir.
"Mama kan nggak tau Kenan password pintu rumah kamu," ucap mama Kenan.
"Kok mama nggak tanya tadi?" ucap Kenan.
"Mama malas untuk bertanya lagi, cepat buka pintu rumah mu,, kasian nih istrimu berdiri terus," ucap mama Kenan sambil melihat Friska menantunya.
"Nggak kok ma,, aku malah kasihan sama mama yang nunggu disini,, maaf yah ma,, aku tadi lupa memberitahukan password pintu rumah ini," ucap Friska.
"Udah nggak apa-apa sayang nggak usah di pikirkan,, kamu nggak salah kok,, tapi Kenan yang salah,," ucap mama Kenan.
"Iya aku yang salah,, kamu nggak usah merasa bersalah yah istriku sayang," ucap Kenan sambil mengelus lembut wajah Friska.
"Ekehhhhm hargai orang tua ada disini,, nggak usah mencari kesempatan dulu," sindir mama Kenan dan sebenarnya dia sangat senang melihat Kenan dan Friska sekarang yang sepertinya sudah saling mencintai,,, karena pernah dia tau Kenan saja yang sudah mulai mencintai Friska tapi Friska belum mencintai Kenan.
Friska langsung memukul pelan Kenan dan itu membuat mama Kenan tertawa.
"Bercanda sayang kamu jangan anggap serius,, mama senang kalian sudah seperti ini,, berarti cinta Kenan sudah kamu terima dong nih?" ucap mama Kenan.
__ADS_1
Friska dan Kenan pun saling pandang.
"Kok mama tau kalau istriku ini tidak mencintai aku pernah?" tanya Kenan.
"Iyalah mama tau,, secara kamu tuh gampang banget di tebak apalagi kalau cemburu,, hemm paling terlihat jelas,, apalagi kalau bucin sangat terlihat jelas,,," ucap mama Kenan sambil berjalan masuk ke dalam rumah Kenan lalu duduk di sofa begitu pun Kenan dan Friska.
Kenan pun hanya nyengir begitu mendengar ucapan mamanya.
"Mau nya kamu tolak lama-lama dulu sayang,, kerjain dia dulu,, atau kalau perlu kamu pacaran dulu gitu sama orang lain, kan dia waktu itu pacaran sama wanita lain ketika menjadi suami kamu," sindir mama Kenan.
Astaga mama aku ini,, baru datang sudah mulai memprovokasi,, salah nggak sih kalau aku berharap dia jangan datang dulu ke rumah,, batin Kenan.
"Hemm mana bisa ma,, dia mah posesif,, nggak boleh ini nggak boleh itu,, perginya nggak boleh sama cowok walaupun sama sahabat sendiri,, kalaupun bisa tetap saja nggak boleh lama-lama bahkan kadang dia mau ikut,, kan sahabat-sahabat aku jadi canggung mau bicara kalau ada dia,, jadi nggak bisa deh cuci mata dikit," ucap Friska yang membuat Kenan langsung mendekap istrinya itu.
"Bilang apa tadi hemm?" ucap Kenan sambil mendekap kuat dan menggelitik Friska.
"Bercanda yank,,, bercanda,, ampun,, geli nih,," rengek Friska.
"Makanya jangan bilang cuci mata,, kamu cuci mata aja lihat suami tampan kamu ini,, kurang apa aku coba,, semuanya ada sama aku,," ucap Kenan masih mendekap dan menggelitik Friska.
Mama Kenan tersenyum melihat anak dan menantunya,, yang dia jodohkan waktu itu tanpa cinta dan bisa seperti ini saling mencintai,, dia sangat bahagia anaknya mendapatkan wanita yang tepat tidak bersama Adelia.
"Sopan kah kalian seperti itu di depan mama yang nggak punya pasangan disini?" ucap mama Kenan yang membuat Kenan langsung menghentikan gelitikan nya pada Friska.
"Maaf mama ku sayang,, aku kalau sudah bersama dia serasa dunia hanya milik kita berdua saja,," ucap Kenan.
"Papa masih sibuk banget yah ma?" tanya Kenan.
"Iya,, tau sendiri kan ayah kamu itu kalau udah sibuk pasti lupa memberikan kasih sayang pada mama,, nggak lama mama cari berondong juga nih," ucap mama Kenan lalu tertawa.
"Idihhh mama ingat umur,," ledek Kenan.
"Bicara apa kamu? sudah berani yah bahas-bahas umur,, masih muda loh mama ini," ucap Mama Kenan.
"Iya ma benar banget,, kalau aku jalan bersama mama pasti mama di kirain kakak aku deh,," ucap Friska.
"Iya pastinya sayang,," ucap mama Kenan.
"Hemmm yang mau kelihatan muda," ledek Kenan.
"Oh iya,, mama kesini tadi katanya ada yang mau dibicarakan,,,, mama mau bicarakan apa?" tanya Kenan.
"Mama cuma mau bicarakan,, kapan mama punya cucu,, kalian pasti sudah ***-***,, iya kan?" ucap mama Kenan.
__ADS_1