
Hmm untuk kali ini aku harus benar-benar serius,, kalau sampai aku bisa mendapatkan kamu lagi Kenan,, aku nggak akan bodoh seperti dulu lagi menyia-nyiakan kamu,, hmmm apapun caranya Kenan harus menjadi milik aku,, aku benar-benar nggak rela jika Kenan bersama dengan wanita lain nantinya,, aku sangat nggak rela, batin Adelia lagi sambil memikirkan cara supaya bisa masuk ke dalam perusahaan Kenan agar dia bisa lebih dekat dengan Kenan.
"Aku mau mendaftar kerja sebagai apa? nggak mungkin sebagai asisten karena sudah ada Juan, dan juga pasti asisten Kenan yang lain banyak,, aku nggak boleh dekat-dekat dengan Juan,, karena orang itu bisa tau,, dia kan orangnya kepo an,, kalau ada yang mendekati Kenan,," ucap Adelia lagi sambil mengingat betapa menjengkelkannya Juan.
Adelia pun tampak berpikir keras.
"Akhhh nggak mungkin kan jadi cleaning service lagi?" ucap Adelia..
"Tapi aku memang hanya bisa masuk ke dalam perusahaan Kenan kalau menjadi Cleaning service doang,, nggak bisa kalau yang lain," ucap Adelia lagi yang memang sudah mengetahui kriteria orang yang kerja di perusahaan Kenan,, tentu tidak bisa sembarangan masuk,, di perusahaan Kenan terkumpul semua orang-orang pintar,, yang pendidikan nya tentu sangat tinggi.
Adelia cukup tau diri dengan dirinya yang mempunyai pendidikan rendah yang tidak akan bisa masuk ke dalam perusahaan Kenan dengan posisi yang bagus.
__ADS_1
Adelia terus menimbang-nimbang dirinya yang akan bekerja sebagai cleaning service lagi.
Adelia bahkan tidak tau bahwa bisa menjadi Cleaning service di perusahaan Kenan harus melewati banyak tahap dulu,, tidak mudah juga untuk bekerja sebagai cleaning service di perusahaan Kenan. Dulu Adelia mudah seperti itu karena itu perintah dari Kenan langsung.
Sementara di rumah Salsa...
Salsa terlihat sangat bahagia karena setelah sekian lama,, akhirnya dia bisa pulang ke rumahnya,, bisa melihat kamarnya lagi.
Salsa dan sahabat-sahabatnya berada di dalam kamar Salsa. Baik cewek maupun cowok mereka memang sudah terbiasa masuk ke dalam kamar Salsa apabila rame-rame.
"Hei kok kalian diam sih?" ucap Salsa sambil melihat sahabatnya yang lain..
__ADS_1
"Kalian tuh yah kalau aku berbicara tentang kak Jeki pasti ekspresi kalian tuh aneh-aneh,, sebenarnya ada apa sih? apa yang kalian sembunyikan dari aku?" ucap Salsa sambil melihat sahabatnya yang lain.
"Nggak ada kok Sal,, perasaan kamu saja itu,, kita nggak menyembunyikan apapun dari kamu,, mana mungkin sih kita mau main rahasia-rahasia an sama kamu," ucap Ela cepat agar Salsa tidak merasa curiga.
"Ya udah kalau gitu,, kapan kita pergi menemui kak Jeki?" ucap Salsa.
"Kamu mau nikah kan Ela, itu rencananya mau nunggu kak Jeki pulih dulu atau kalian tetap menikah meskipun kak Jeki belum pulih?" tanya Salsa lagi.
"Emm aku nggak tau juga,, kalau mengenai itu aku serahkan pada kak Juan,," jawab Ela.
"Oh iya juga sih,, sebaiknya kak Juan yang memikirkan itu,, karena aku yakin pasti kamu akan mengikut saja," ucap Salsa.
__ADS_1
"Jadi kapan kita pergi menjenguk kak Jeki?" ucap Salsa lagi.
Sepertinya sudah tidak bisa menyembunyikan terlalu lama lagi,, sudah saatnya Salsa tau mengenai kak Jeki yang sudah meninggal,, batin Ela sambil melihat kasihan pada Salsa.