Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Pengen pulang,,,


__ADS_3

Juan yang tadinya sedang berpikir juga langsung bahagia begitu mendengar ucapan Kenan. Karena dia juga memang sangat ingin pergi mengawasi Ela.


"Siap tuan," ucap Juan penuh semangat.


Kenan langsung tertawa begitu melihat Juan yang sangat bersemangat.


Juan hanya mengernyitkan dahinya begitu mendengar Kenan tertawa.


"Kamu semangat banget Juan,, pasti kamu nggak tenang juga kan? aku mengerti kok, karena aku nggak tenang juga,, tau sendiri kan istriku itu cantik,, masih muda,, di tambah belum di tau lagi kalau sudah menikah,, sebentar pasti ada Dafa juga,, hmm jadi aku harus mengawasi dia langsung," ucap Kenan.


"Iya tuan, sama saya juga begitu tidak tenang karena Ela kan centil,," ucap Juan.


"Ela pasti setia kok, kan dia suka banget sama kamu,, kamu tau itukan?" ucap Kenan.


"Iya tuan,, tapi tetap saja aku tidak tenang," ucap Juan.


"Aku siapkan dulu semuanya kalau begitu tuan," ucap Juan.


"Oke," ucap Kenan.


Juan dengan segera mengurus semuanya.


Untung saja tuan Kenan terpikir sampai kesitu,, batin Juan bahagia.


###########


Kenan dengan santai memantau CCTV yang berada di rumahnya.

__ADS_1


"Astaga istriku kenapa harus secantik itu sih,, padahal dia nggak dandan berlebihan,, hmmm pusing,, pusing," ucap Kenan.


Kenan pun segera menelepon Friska yang sudah selesai berpakaian.


Friska yang sedang berdiri di depan cermin segera melihat ponselnya begitu dia mendengar bunyi ponselnya.


Hmm suamiku,, ada apa yah? batin Friska lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Halo,, suamiku sayang,, ada apa?" ucap Friska begitu mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


Kenan sedikit menyunggingkan senyumnya begitu mendengar ucapan Friska.


"Emm ini sayang,, kamu beneran nih mau keluar jalan bareng teman kamu? nggak bawa suami kamu gitu? kan aku bisa jagain kamu sayang," ucap Kenan yang masih mencoba peruntungan agar Friska membawanya.


"Isshh nggak mau lah,, pasti sahabat-sahabat aku tertekan kalau ada kamu,, nggak bebas bicaranya,, jadi aku pergi sendiri aja,, kamu fokus kerja aja yah," ucap Friska.


"Nggak mau yank,, aku ngambek nih," ancam Friska.


"Jangan dong,, ya udah kamu hati-hati kalau gitu,, jangan ganjen yah,, ingat loh udah punya suami kamu," ucap Kenan lagi.


"Iya aku ingat kok suamiku sayang," ucap Friska lagi.


Heran deh sama nih suami,, batin Friska.


"Kamu juga jangan terlalu cantik-cantik dong sayang kalau keluar rumah tanpa aku, kan aku nggak tenang," ucap Kenan.


"Ya ampun,, udah deh jangan mikir macam-macam yah,, dan tenangkan pikiran kamu,, oke,, aku tutup dulu panggilan telfonnya,, karena mau ke rumah Ela sekarang,, bye suamiku sayang,," ucap Friska lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Kenan.

__ADS_1


Dia tidak mau kalau sampai Kenan akan berubah pikiran nantinya.


Hemm mau keluar jalan aja gini amat,, gimana kalau aku izin ke tempat kakak aku coba,, batin Friska sambil berjalan keluar kamarnya.


"Yah dimatiin," ucap Kenan sambil melihat ponselnya lalu melihat kembali ke CCTV.


Dia bisa melihat istrinya yang sedang ingin pamit pada mamanya.


"Sayang mau kemana?" tanya mama Kenan begitu melihat Friska yang sudah tampil cantik.


"Mau keluar ma bareng sahabat-sahabat aku,, udah lama nggak ngumpul bareng mereka," jawab Friska.


"Oh,, udah dapat izin dari suami kamu yang posesif itu?" tanya mama Kenan yang sangat mengenal anaknya.


"Udah kok ma," jawab Friska sambil nyengir.


"Baguslah," ucap Mama Kenan sambil tersenyum.


Friska pun segera salam kepada mama mertuanya lalu berjalan keluar menuju motornya.


Sementara di dalam ruangan Raka,, Salsa tampak sangat ingin pulang,, dia tampak melihat jam terus-menerus dengan memasang wajah kesalnya.


Raka sejak tadi memperhatikan Salsa.


"Heh bocah kenapa kamu?" tanya Raka.


"Pengen pulang," jawab Salsa kesal.

__ADS_1


Kenapa yah aku senang nih bocah ada disini,, batin Raka sambil melihat Salsa.


__ADS_2