
"Raka kenapa kamu malah diam?" tanya nenek Raka karena melihat Raka yang hanya diam.
"Emmm itu abis nenek bilang seperti itu terus,, tanyain aku terus kapan punya pacar,, dan menyuruh aku terus dengan Elsa,,, nenek jangan nyuruh aku terus dengan Elsa,,, aku nggak suka nek sama dia,, aku hanya menganggap Elsa itu sebagai adikku saja nggak lebih nek,," ucap Raka yang membuat Elsa langsung menghentikan langkahnya seketika begitu dia ingin menemui Raka dan nenek Raka di meja makan.
Kenapa sih susah banget dapatin hati kak Raka,, kenapa dia sampai sekarang masih menganggap aku sebagai adik terus padahal aku pengen dia menganggap aku lebih,,, aku udah berusaha terlihat lebih dewasa tapi tetap saja dia tidak melirik aku sama sekali,, batin Elsa.
"Aku nggak boleh menyerah,, siapa tau aja kan kak Raka akan sadar suatu saat nanti,, dia juga jomblo sekarang,, jadi kesempatan aku masih terbuka lebar," gumam Elsa.
Elsa pun melanjutkan jalannya dan berusaha terlihat biasa saja seperti tidak mendengar pembicaraan Raka dan juga nenek Raka.
Nenek Raka sedikit terkejut begitu melihat Elsa karena dia tidak mau ucapan Raka tadi di dengar oleh Elsa,, dia tidak mau menyakiti hati Elsa yang terlihat seperti ada perasaan pada Raka.
"Elsa,, kamu udah lama datangnya sayang?" ucap Nenek Raka sambil tersenyum pada Elsa.
"Belum kok nek,, Elsa baru datang,,, baru banget," jawab Elsa sambil tersenyum.
Sementara Raka hanya melirik sedikit pada Elsa sambil tersenyum lalu kembali fokus makan.
Syukurlah,,, pasti Elsa tidak mendengar ucapan Raka tadi,, aku nggak mau anak ini sakit hatinya karena sepertinya dia ini ada perasaan pada Raka,, hanya Raka saja yang sangat betah nggak punya pasangan,, batin nenek Raka.
"Ayo sini kamu duduk sarapan juga," ucap nenek Raka.
"Emmm aku udah sarapan kok di rumah nek, aku pikir tadi nenek udah selesai sarapan dan kak Raka udah ke kantor makanya aku kesini buat menemani nenek," ucap Elsa sambil tersenyum,, padahal itu hanya alasan dia saja karena dia memang dengan sengaja datang lebih cepat ke rumah nenek Raka karena ingin bertemu dengan Raka,, walaupun dia tetanggaan dengan nenek Raka tapi dia dalam satu minggu bahkan lebih,, bisa tidak bertemu dengan Raka karena Raka yang selalu sibuk dan pulang malam.
"Udah Elsa kamu sarapan lagi aja,, biar kamu berisi sedikit nggak kurus gitu,, nggak bagus loh kalau terlalu kurus," ucap Raka yang memang tidak terlalu suka melihat cewek kalau kurus dan dia juga malah kasihan melihat Elsa yang kurus,, Raka takut Elsa terkena penyakit makanya terlalu kurus.
Apa jangan-jangan karena ini kak Raka nggak suka sama aku karena aku kurus,, padahal body aku ini idamannya cowok-cowok,, karena aku langsing,, tapi percuma saja aku hanya ingin kak Raka suka sama aku,, jadi aku harus menambah berat badanku kalau begitu, batin Elsa.
"Baiklah kak," ucap Elsa sambil duduk di kursi.
"Oke,, kamu makan lah,, nenek lanjut lagi makannya,, aku udah selesai,, aku mau ke kantor dulu yah," ucap Raka lalu salam kepada neneknya,, setelah itu dia pamit pada neneknya dan juga Elsa,, lalu dia segera berjalan menuju ke mobilnya untuk ke kantor.
__ADS_1
Yah baru juga aku duduk,, kak Raka udah pergi aja,, aku pikir dia masih lama ada disini,, aku belum puas lihat wajah dia,, batin Elsa meronta-ronta sambil melihat Raka yang berjalan menuju ke mobilnya.
"Dia itu selalu saja sibuk,, itulah nggak punya pasangan sampai saat ini,,," ucap nenek Raka yang langsung membuat Elsa menoleh pada nenek Raka.
"Iya nek,, kak Raka udah lama tadi sarapannya?" ucap Elsa.
"Belum lama,, dia aja nggak nambah tuh,, tapi udah pergi aja ke kantor,, seharusnya dia sarapan banyak-banyak,, dasar anak itu," ucap Nenek Raka sambil menggelengkan kepalanya.
Elsa pun melihat jam tangannya dan memang Raka pergi terlalu cepat padahal Raka melakukan itu karena ada Elsa,, dia tidak mau neneknya melanjutkan lagi keinginannya untuk dirinya bersama dengan Elsa,, dia tidak akan mau melakukan itu karena dia tidak menyukai Elsa,, Raka masih sangat mencintai Friska apalagi setelah bertemu semalam.
"Haduhh Elsa kenapa malah datang disaat yang nggak tepat sih,, belum kenyang juga aku makan,," omel Raka di dalam mobilnya sambil melihat jam tangannya.
Di rumah Kenan.
"Kenan udah bangun sayang?" tanya mama Kenan kepada Friska.
"Iya ma dia udah bangun hanya lagi mandi sekarang,, itupun kalau dia beneran langsung bangun tadi karena jangan-jangan dia masih lanjut tidur," ucap Friska.
"Berarti waktu sama tante-tante itu dia manja juga dong ma?" tanya Friska sambil cemberut,, dia tidak suka kalau Kenan seperti itu pada Adelia juga padahal sebelum dia mencintai Kenan semua itu biasa saja yang dia rasakan,, kalau melihat Adelia jalan bersama Kenan ataupun bergelayutan manja di lengan Kenan.
"Tidak kok Nona,, tuan Kenan tau batasan,, dia memang manja pada Adelia juga hanya tidak sama porsinya ketika manja sama Nona,," ucap Juan yang sudah sangat tau Kenan.
Friska pun langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Juan.
Seharusnya tuan Kenan dengar ini kalau aku sudah menyelamatkan dia dari pikiran macam-macam istrinya,,, siapa tau aja kan dia menaikkan gaji aku,, batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya.
"Iya sayang benar kata Juan,," ucap Mama Kenan sambil tersenyum.
"Kamu cemburu yah?" goda mama Kenan.
"Iya ma,, aku nggak suka dia dekat-dekat dengan cewek sekarang ataupun dulu,," ucap Friska yang membuat mama Kenan langsung tertawa karena Friska yang dengan santainya mengakui dirinya sedang cemburu.
__ADS_1
"Seharusnya Kenan dengar ini," ucap mama Kenan sambil tersenyum.
"Jangan aku malu," ucap Friska.
"Aku ngecek dia dulu ma,, takutnya dia masih tidur lagi,, kan sarapannya udah mau jadi ini,," ucap Friska.
"Iya sayang,, cek dia dulu," ucap mama Kenan.
Friska pun dengan segera berjalan menuju kamarnya dengan Kenan.
"Tante senang banget Juan,, menjodohkan mereka berdua," ucap mama Kenan.
"Iya tante,,, aku juga senang,, mereka sangat cocok walaupun Nona Friska masih muda tapi dia tau cara memperlakukan suaminya yang manja itu,, posesif dan juga cemburuan," ucap Juan mengeluarkan unek-uneknya.
Mama Kenan langsung tertawa begitu mendengar ucapan Juan.
Ketika Mama Kenan ingin bicara lagi tiba-tiba bel rumah Kenan berbunyi membuat Juan dan mama Kenan mengernyitkan keningnya bingung dengan tamu yang datang pagi-pagi sekali.
"Biar aku yang pergi buka pintu tante," ucap Juan.
"Oh iya sayang," ucap Mama Kenan.
Juan pun segera berjalan ke depan untuk membuka pintu.
Juan terkejut begitu melihat tamu yang datang pagi-pagi sekali sementara tamu itu pun ikutan terkejut begitu melihat Juan.
"Loh Juan kamu disini?" ucap Raka.
"Iya, kamu ngapain pagi-pagi kesini?" tanya Juan.
"Mau numpang sarapan pagi," ucap Raka sambil nyengir lalu segera berjalan masuk ke dalam rumah Kenan.
__ADS_1