Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Dia nggak bakalan marah,,,


__ADS_3

"Kerjain bocah itu seru nih,," ucap Raka sambil menelepon Salsa.


Salsa yang masih berbunga-bunga,, masih terbayang-bayang dengan Jeki tiba-tiba terlonjak kaget begitu mendengar bunyi ponselnya dengan segera Salsa mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang meneleponnya. Dan dia langsung tersenyum malu-malu begitu melihat nama kontak yang meneleponnya dengan segera Salsa mengangkat panggilan telfon dari Jeki.


"Halo kak Jeki, selamat pagi," ucap Salsa sambil tersenyum walaupun Jeki juga tidak akan melihat kalau Salsa sedang tersenyum.


Jeki langsung tersenyum juga begitu mendengar ucapan Salsa.


Sementara Raka lagi-lagi kesal karena setiap menelepon Salsa selalu nomor ponselnya sibuk.


"Nih anak sok sibuk banget yah,, perasaan setiap aku telfon dia sibuk terus nomor ponselnya,," ucap Raka lalu kembali fokus pada kerjaannya.


Sementara Salsa sedang berbicara dengan Jeki.


"Pagi juga Sal,, kamu udah sarapan?" tanya Jeki.


"Udah kok,, kamu udah atau belum?" tanya Salsa balik.


"Udah juga,, bagus deh kalau udah aku tutup dulu yah panggilan telfonnya karena mau pergi kerja," ucap Jeki yang memang menelepon Salsa hanya untuk menanyakan itu saja.


"Oh iya kak,, semangat yah kerjanya," ucap Salsa malu-malu.


"Iya,," ucap Jeki sambil tersenyum.


"Aku tutup dulu yah panggilan telfonnya," ucap Jeki lagi.


"Iya kak," ucap Salsa.


Jeki pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa setelah mendengar ucapan Salsa.


Salsa,, Salsa semoga kalau aku mengungkapkan perasaan aku,, kamu mau menerimanya,, batin Jeki sambil tersenyum lalu segera berjalan menuju mobilnya untuk segera ke kantor Kenan.


Sementara Salsa sedang bahagia mendapatkan panggilan telfon dari Jeki pagi-pagi.


"Gini yah rasanya ada yang perhatian pagi-pagi,, haduhh kasian banget sih aku yang jomblo sejak dulu jadi baru tau rasanya sekarang,, meskipun aku nggak pacaran dengan kak Jeki tapi berasa kayak pacaran aja," ucap Salsa.


"Kak Jeki pasti lagi pendekatan nih sama aku,, kenapa nggak langsung nembak aja sih kak,, aku pasti terima kok," ucap Salsa lalu tertawa sendiri di dalam kamarnya.

__ADS_1


"Emmm lebih baik sekarang aku mandi terus ke rumah Ela atau Friska deh,, kan asik kalau bertemu mereka," ucap Salsa lalu segera berjalan ke kamar mandi dengan perasaan bahagia.


Raka lagi-lagi menelepon Salsa namun tak ada jawaban dari Salsa karena dia sedang mandi.


"Sekarang panggilan telfon dari aku nggak di jawab,, benar-benar nih bocah yah,, sangat berani sama aku," ucap Raka yang lagi-lagi melanjutkan kerjaannya.


#############


Setelah mandi Salsa langsung berpakaian dengan perasaan bahagia sambil mengingat Jeki.


Ketika mau menelepon Ela dan Friska dia melihat panggilan tak terjawab dari Raka.


"Huuuff nih orang lagi,,, aku lupa kalau sekarang lagi jadi pembantunya nih orang,, gimana yah,, aku telfon atau nggak usah yah? bingung juga gue nih," gumam Salsa yang sudah tampil cantik hanya sayangnya langsung tidak semangat begitu melihat panggilan telfon dari Raka.


"Ada aja yang buat mood aku nggak bagus," ucap Salsa yang memilih tidak jadi menelepon Friska dan Ela. Dia pun duduk untuk menunggu panggilan telfon dari Raka lagi karena dia sudah yakin pasti akan di perintah dengan Raka lagi.


Lalu tak lama menunggu Raka lagi-lagi menelepon Salsa,, dengan malas Salsa mengangkat panggilan telfon dari Raka.


"Halo,, ada apa? ada yang bisa di banting?" ucap Salsa asal.


"Apa kamu bilang?" ucap Raka dari balik telfon.


"Sangat banyak,, sekarang kamu ke kantor aku,, nggak pakai lama," ucap Raka lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa.


"Isshh itu kan,, ya ampun aku malas banget ihhh mau ke kantor dia,, pasti bakalan ketemu dengan dua nenek lampir itu lagi,, dan juga bakalan ketemu dengan kakek lampir yaitu Raka,," ucap Salsa lalu tertawa namun mau tidak mau dia tetap jalan menuju ke motornya untuk ke kantor Raka.


############


"Lama banget anak itu," ucap Raka yang sudah selesai memimpin rapat namun belum ada Salsa juga.


"Apa kamu nggak melihat bocil yang kemarin datang kesini?" tanya Rafa pada sekretarisnya.


Sekretarisnya tampak mengingat-ngingat.


"Tidak pak,,"


"Oh oke," ucap Raka lalu segera berjalan kembali masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


Sementara di rumah nenek Raka,, Elsa masih terus menemani nenek Raka.


"Elsa kamu suka nggak sama Raka?" tanya nenek Raka tiba-tiba yang membuat Elsa terkejut.


Kok nenek bisa menanyakan itu secara tiba-tiba,, apa aku selama ini sangat mencurigakan yah,, kentara banget yah aku suka sama kak Raka selama ini,, batin Elsa.


"Kok diam?" tanya nenek Raka.


"Kamu jawab jujur aja nggak usah malu,, atau takut Raka akan tau,, Raka nggak tau kok,, nenek hanya mau tau saja kamu suka sama Raka atau nggak,," ucap nenek Raka.


"Aku harus jawab jujur nih nek?" ucap Elsa.


"Iya dong nenek mau jawaban jujur dari kamu," ucap Nenek Raka.


Elsa pun mengganggukan kepalanya membuat nenek Raka mengernyitkan dahinya.


"Maksudnya apa nih,, kamu suka sama Raka atau nggak?" ucap Nenek Raka lagi.


"Aku suka sama kak Raka nek,, sudah sejak lama aku menyukai dia hanya dia nggak pernah nyadar sama perasaan Elsa nek,," ucap Elsa jujur.


"Sudah nenek duga kalau kamu itu menyukai dia,, terlihat jelas dari kamu mandang Raka hanya Raka nggak peka saja,, massa peka nenek daripada dia," ucap nenek Raka.


"Nenek nggak marah kalau aku suka sama kak Raka?" tanya Elsa.


Nenek Raka pun tertawa begitu mendengar ucapan Elsa.


"Yah nggak lah,, buat apa aku marah sayang,,, aku setuju saja kalau kamu suka sama Raka dan berharap Raka akan suka juga sama kamu,, pokoknya kalau nenek siapapun pilihan Raka tentu nenek akan terima saja apalagi kalau pilihan Raka itu kamu,,, nenek pasti akan sangat senang," ucap nenek Raka.


"Jadi kamu harus lebih usaha lagi dekati Raka,, siapa tau aja kan dia bisa luluh dan sadar dengan perasaan kamu sama dia,, lalu dia juga jatuh cinta sama kamu,," ucap nenek Raka memberikan semangat pada Elsa.


"Nenek dukung kamu kok,, dukung banget," ucap nenek Raka.


"Makasih yah nenek udah dukung aku,, aku senang banget," ucap Elsa sambil memeluk nenek Raka.


"Iya sayang,, kalau gitu kamu harus siapkan makan siang buat dia terus kamu bawa ke kantornya," ucap Nenek Raka.


"Aku mau banget lakuin itu nek,, tapi takut nanti kak Raka marah sama aku,,, karena aku ke kantor dia bawa makan siang," ucap Elsa.

__ADS_1


"Udah dia nggak bakalan marah,, karena ada nenek yang urus itu semua,, jadi kamu tenang saja," ucap nenek Raka.


__ADS_2