
Aduh gawat masalah datang,, ada-ada aja nih si Raka,, aku yakin dia pasti bakalan buat Kenan kesal lagi,, batin Juan.
Juan dengan segera menahan tangan Raka yang secara otomatis menghentikan langkah Raka. Raka pun melihat ke arah Juan seolah bertanya.
"Kenapa kamu menahan aku,, suka yah kamu sama aku? aku masih normal yah walaupun jomblo jangan merayu aku,," ucap Raka yang membuat Juan langsung bergidik ngeri begitu mendengar ucapan Raka.
"Nggak usah bicara sembarangan deh,, aku juga normal kali,, normal banget malah,, dan aku nggak jomblo yah seperti kamu," ucap Juan.
"Lalu kenapa menahan-nahan tangan aku?" ucap Raka.
"Masih tanya lagi kamu,, kamu masih ingat kan ini rumah siapa? ini jam berapa? ngapain kamu datang Raka?" ucap Juan gemas.
"Iya aku masih ingat ini rumah Kenan,, aku kesini mau numpang sarapan Juan,, tadi di rumah aku nggak puas sarapannya masih lapar tau,, tega kamu yah sama aku," ucap Raka.
"Hmmm lebay ngatain aku tega,, aku tuh malah mau melindungi kamu,, pagi-pagi kamu jangan kesini,, atau jam berapa pun kamu jangan kesini,, tuan Kenan itu nggak suka kamu godain istrinya,, aku yakin kamu pasti mau godain istri dia,, iyakan? udah deh nggak usah ngarep sama istri tuan Kenan karena mereka itu saling mencintai,,, kamu kan juga bisa sarapan ke tempat lain,," ucap Juan.
"Astaga negatif sekali pikiran kamu sama diriku ini,", ucap Raka sambil menggelengkan kepalanya.
Juan pun sangat berusaha menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah Raka.
"Karena kan kamu memang pantas di begitukan,, udah deh intinya jangan gangguin istri tuan Kenan,, ini masih pagi,, semalam kamu sudah buat dia menahan cemburunya mati-matian,, sekarang masih pagi jangan kasih cemburu dia lagi,, jangan sampai kamu yang dia makan bukan sarapannya lagi,," ucap Juan yang membuat Raka tertawa.
"Diberitahu malah tertawa lagi," cibir Juan.
"Yah abis kamu lucu Juan,, udah deh nggak usah berpikiran negatif sama aku,, karena aku mau numpang sarapan,, aku mau ke dapur dulu yah karena pasti dek cantik ada di dapur kan menyiapkan sarapan,, aku mau numpang sarapan," ucap Raka lalu segera berjalan ke dapur dan Juan pun akhirnya mengikuti Raka menuju ke dapur.
Mama Kenan hampir menyusul Juan yang terlalu lama membuka pintu namun dibatalkan niatnya karena dia sudah melihat Juan jalan bersama Raka menuju ke tempatnya. Mama Kenan sangat bahagia begitu melihat Raka karena dia juga sangat kenal Raka. Raka pun ikut tersenyum bahagia begitu melihat mama Kenan.
"Tante ada disini juga aku senang banget," ucap Raka sambil salam kepada mama Kenan.
"Iya sayang kemarin tante kesini,, tante senang banget ketemu kamu loh kan udah lama kita nggak ketemu,,, tante pikir tadi siapa tamu yang datang pagi-pagi ternyata kamu anak ganteng," ucap Mama Kenan sambil tersenyum pada Raka.
__ADS_1
"Sama tante aku juga senang ketemu dengan tante,, oh iya mana nih yang punya rumah kok nggak ada?" ucap Raka.
Mama Kenan sudah tau kalau Raka telah mengetahui pernikahan antara Friska dan Kenan.
"Masih di kamar nak,, tadi istrinya lagi pergi memanggil Kenan untuk sarapan,, mungkin sekarang dia lagi bantuin Kenan pakaian,,, dia kan manja," ucap Mama Kenan lalu tertawa.
"Iya tante memang benar pasti deh istrinya berasa lagi ngurusin bayi besar,,, Kenan itu udah manja,, cemburuan lagi," ucap Raka sambil menggelengkan kepalanya.
"Iyalah karena kamu godain istri dia," ucap Juan.
Mama Kenan tidak kaget lagi karena sebenarnya dia juga sudah tau kalau Raka menyukai Friska. Namun dia tidak bisa melarang Raka karena itu tentang perasaan. Yang penting dia tau kalau Raka tidak melakukan hal-hal buruk untuk mendapatkan Friska.
"Astaga Juan jujur banget sih,, tante pasti udah tau kan?" ucap Raka sambil nyengir melihat mama Kenan.
"Iyalah,, kok kamu tau?" tanya mama Kenan balik.
"Karena kalau tante belum tau pasti aku sudah jadi perkedel sekarang,," ucap Raka lagi yang membuat mama Kenan dan Juan langsung tertawa.
"Oh iya berarti kamu kesini mau gangguin istri Kenan yah?" ucap mama Kenan.
Raka langsung nyengir begitu mendengar ucapan Mama Kenan.
"Aku mau numpang sarapan pagi tante yah kalau gangguin istri Kenan nggak tau juga nih, abis pawangnya galak banget Tante," ucap Raka.
"Kamu nggak sarapan di rumah sayang? kok bisa mau numpang sarapan," ucap mama Kenan lagi.
"Emmm sarapan sih tante hanya belum kenyang aja," ucap Raka.
"Abis tadi nenek nanyain aku terus kapan bawa wanita yang spesial ke rumahnya buat aku kenalin sama dia,, lah sementara aku belum punya tante yang spesial jadi aku memilih kabur aja ke kantor daripada di tanyain pertanyaan horor itu terus," ucap Raka sambil bergidik ngeri yang membuat mama Kenan dan Juan tertawa.
"Lah aku malah di tertawa kan,," ucap Raka.
__ADS_1
"Yah abis kamu lucu aja Raka,, makanya cepetan lah kamu move on dari Nona Friska supaya kamu bisa membawakan nenek kamu wanita yang spesial,, dia pasti ingin kamu cepetan menikah tuh," ucap Juan.
"Hmm nggak tau lah itu,, abis aku susah banget move on,, belum ada wanita yang bisa membuat aku jatuh cinta selain dek cantik itu,, jadi susah banget," ucap Raka.
"Cinta tulus mu salah berlabuh," ledek Juan yang membuat mama Kenan lagi-lagi tertawa,, dan Raka hanya melihat Juan dengan tatapan kesal. Juan malah tertawa melihat Raka yang menatapnya dengan tatapan kesal.
Sementara di dalam kamar memang benar yang dikatakan Mama Kenan kalau sekarang Kenan lagi memakai pakaian di bantu istrinya.
"Yank kamu manja banget sih,, kasihan loh mama di dapur sendirian, meskipun tadi ada om Juan juga sih,, hanya kan nggak enak massa om Juan yang bantuin mama," ucap Friska sambil mengancingkan baju Kenan.
"Nggak apa-apa kok sayang,, nggak usah merasa tidak enak seperti itu,, mama nggak mungkin marah hanya karena kamu nggak membantu dia membuat sarapan,, aku kan lagi pengen seperti ini sayang," ucap Kenan.
"Mama juga pasti mengerti sama kamu kalau lama seperti ini,, dia pasti sudah tau apa yang kamu lakukan,, jadi santai aja," ucap Kenan lagi.
"Iya,, iya terserah kamu saja sayang," ucap Friska lalu memasangkan dasi Kenan.
"Kamu mau ikut nggak ke kantor?" tanya Kenan.
"Nggak dong,, kan ada mama jadi aku sama mama aja," ucap Friska.
"Kalau nggak ada mama,, kamu ke kantor ku berarti?" tanya Kenan senang.
"Yah tergantung mood aku aja sayang," ucap Friska.
"Ya ampun tergantung mood,, istriku ini ada-ada saja," ucap Kenan sambil mencubit gemas hidung Friska.
"Emang," ucap Friska sambil tersenyum juga.
"Ayo kita ke meja makan,, pasti udah selesai tuh mama nyiapin sarapannya,, karena aku kesini udah mau hampir selesai," ucap Friska dan Kenan pun mengikuti ucapan istrinya.
Begitu mendekati meja makan. Kenan mengernyitkan dahinya sedikit.
__ADS_1
Kok aku mendengar suara-suara gaib si Raka yah,, batin Kenan dengan perasaan tidak enak sambil berjalan bersama istrinya.