Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Apa sih yang nggak


__ADS_3

Kenan pun langsung berjalan menuju ke meja Friska dan Rio di ikuti oleh Adelia. Kenan berusaha memperbaiki hatinya yang lagi sakit agar tidak di tahu oleh siapa pun.


"Kita boleh duduk disini kan keponakan" ucap Kenan sambil menekankan kata keponakan.


Friska dan Rio yang masih fokus saling menatap langsung terkejut mendengar ucapan Kenan.


"Ehh om disini juga bareng tante-tante, boleh sih om tapi sayangnya disini cuma ada dua kursi ajah nih udah nggak ada kursi lain lagi" ucap Friska berusaha terlihat tidak terkejut dengan sengaja meledek Adelia.


Rio pun menahan tawanya mendengar ucapan Friska. Sedangkan Adelia melihat terus ke arah Rio yang sepertinya senang mendengar ucapan Friska yang meledek dirinya dan Rio juga yang terlihat bahagia makan bersama Friska.


"Kalau masalah kursi gampang tinggal di tambah ajah" ucap Kenan lalu memanggil pelayan untuk menambah kursi di meja itu.


Mengganggu ajah sih batin Rio kesal.


Tak lama kursi di meja itu menjadi empat, Kenan dan Adelia pun duduk lalu Kenan mulai memesan makanan.


"Sayang aku samain ajah yah sama kamu" ucap Adelia manja kepada Kenan.


Friska yang mendengarnya benar-benar seperti ingin muntah.


Dasar tante-tante nggak ingat umur apa yah, dia itu sudah nggak cocok bersikap manja, pengen muntah kan gue jadinya batin Friska.


Adelia sengaja bersikap seperti itu di depan Rio, agar Rio merasa sakit hati padahal Rio nggak sakit hati sama sekali dia malah fokus melihat Friska dan Kenan juga fokus melihat Rio yang sejak tadi menatap Friska membuat Kenan kesal.


"Baiklah sayang kalau itu mau kamu" ucap Kenan kepada Adelia namun matanya melihat ke Friska, dia ingin melihat ekspresi Friska.


Kenan semakin kesal karena melihat ekspresi Friska yang sangat datar, biasa saja bahkan Friska sangat lahap memakan makanannya.


Dasar suami nggak jelas, nggak lihat apa disini ada istrinya pakai bilang-bilang sayang sama wanita lain, untung kan kak Rio nggak tahu kalau aku istrinya om Kenan, kalau dia tahu pasti kak Rio nertawain aku. Dia mencintai pacarnya tapi tadi dia menyuruhku pulang ke rumah, ihh enak ajah batin Friska sambil fokus memakan makanannya.


Kenan pun memesan makanan serta minumannya dan Adelia juga memesan yang sama dengan Kenan.

__ADS_1


"Oh iya, anda ini Kenan Mahardika kan, pengusaha terkenal itu" ucap Rio memecah keheningan di meja itu.


"Iya saya Kenan Mahardika, kamu siapanya keponakan saya?" tanya Kenan langsung yang sudah sangat penasaran.


Awas kamu anak kecil kalau sampai laki-laki ini pacar kamu batin Kenan.


Friska pun melihat ke arah Kenan setelah mendengar pertanyaan Kenan kepada Rio.


"Saya Rio teman dekatnya Friska, Friska gadis yang sangat cantik, baik dan sopan jadi saya memutuskan untuk berteman dekat dengan dia dan saya benar-benar tidak menyangka bahwa anda adalah om Friska, suatu kehormatan buat saya bisa berkenalan kepada anda seperti ini" ucap Rio santai sambil mengulurkan tangannya kepada Kenan.


Kenan pun mengulurkan tangannya juga kepada Rio.


Teman dekat yah batin Kenan.


Pesanan Kenan dan Adelia pun datang.


"Friska bukannya kamu sudah memiliki kekasih yah, kamu ini selain makan banyak playgirl juga yah" ucap Kenan dengan sengaja.


Kenan dengan cepat mengambil minuman Rio dari tangan Friska ketika Friska ingin meminumnya, kemudian dia berikan kembali kepada Rio, lalu dia mengambilkan minuman Friska dan memberikan kepada Friska.


"Minumlah minuman kamu sendiri, kamu nggak boleh meminum minuman orang lain kecuali minuman dari suami kamu nanti kalau kamu sudah menikah" ucap Kenan dengan menekankan kata suami dan kata menikah.


Friska pun tidak menggubris ucapan Kenan dan langsung meminum minumannya.


Sedangkan Rio hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Kenan dan Adelia jangan tanyakan lagi dia benar-benar kesal melihat dua orang laki-laki di meja itu sangat perhatian kepada Friska. Adelia memaklumi Kenan karena sepengatahuan Adelia Kenan adalah om Friska, tetapi dia tidak bisa memaklumi Rio yang terlihat jelas perhatian kepada Friska, Adelia benar-benar cemburu.


"Om ini kalau ngomong sembarangan ajah deh, aku ini nggak playgirl loh cuma makan banyak ajah, aku nggak punya pacar gini" ucap Friska setelah meminum minumannya sambil nyengir kuda.


"Kak Rio jangan dengerin ucapan om aku, dia hanya bercanda ajah kok" ucap Friska lagi kepada Rio karena Friska tidak mau di anggap sebagai cewek playgirl oleh Rio.


"Nggak kok, aku nggak dengerin lagian aku tahu pasti pak Kenan hanya bercanda saja" ucap Rio lalu tersenyum lembut kepada Friska.

__ADS_1


"Apaan sih kalian bahas yang nggak penting" ucap Adelia kesal sambil memulai memakan makanannya.


Sejak tadi tidak ada yang memperhatikannya membuat Adelia ingin menghilang dari tempat itu.


Friska hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Adelia.


Rio pun malas membahas atau bertanya apa-apa tentang Adelia kepada Kenan, lagian dia sudah tahu juga malahan Rio tidak memperdulikan Adelia yang terlihat sangat kesal.


"Oh iya keponakan, kamu ikut pulang aku yah sebentar biar aku yang antar pulang" ucap Kenan mengambil kesempatan agar Friska pulang bersamanya.


"Terus aku gimana sayang?" tanya Adelia langsung setelah mendengar ucapan Kenan.


Adelia benar-benar malas satu mobil dengan Friska yang sangat menjengkelkan menurut Adelia.


"Kamu juga aku antarin kok sayang" ucap Kenan melihat Adelia yang sudah terlihat kesal.


*Kenan benar-benar nggak pantas bersama Friska, bagaimana bisa dia bersikap seperti itu kepada Friska, Friska kan istri dia batin Rio.


Ya ampun malas banget gue kalau mau satu mobil sama tante-tante ini dan ikut pulang om Kenan lebih baik aku tinggal di tempat tinggal baruku batin Friska.


"Terima kasih yah om atas tawarannya tapi aku bisa pulang sendiri kok, lagian aku bawah mobil juga, om antar ajah pacar om" ucap Friska.


"Iya pak Kenan benar yang di katakan Friska, lagian saya bisa menjaga Friska walaupun kita menggunakan mobil masing-masing tapi saya akan memastikan dia pulang dengan selamat sampai di rumah" ucap Rio.


Rio mengira Friska masih tinggal bersama dengan Kenan.


Adelia lagi-lagi kesal mendengar ucapan Rio. Sedangkan Kenan bingung mau mengucapkan apa lagi.


Setelah makan mereka pun berniat untuk pulang tetapi sebelum itu mereka membayar dulu. Kenan pun memutuskan untuk membayar semuanya namun Friska melarangnya.


"Om nggak usah bayarin kita, biar aku yang bayar sendiri dan juga bayarin kak Rio" ucap Friska karena mengingat bahwa hari ini dia yang akan mentraktir Rio sesuai janji Friska padahal Rio tidak benar-benar ingin di traktir Friska, dia hanya menggunakan itu sebagai alasan agar mendapatkan nomor ponsel Friska dan bisa jalan bersama Friska.

__ADS_1


"Nggak usah Friska biar aku ajah yang bayar, apa sih yang nggak buat calon pacar" ucap Rio sambil menatap Friska dengan lembut lalu tersenyum.


__ADS_2