
Kenan langsung menarik Friska dari pelukan laki-laki yang dia tidak ketahui itu, wajah laki-laki itu juga tampan.
Dan tanpa pikir panjang Kenan langsung meninju wajah laki-laki itu. Seketika wajah pria itu pun memar, bibirnya berdarah dan dia juga terjatuh di lantai.
"Loe nggak boleh main asal peluk ajah" ucap Kenan dengan amarahnya lalu memegang erat-erat tangan Friska.
Friska dan yang lainnya benar-benar terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Kenan mereka baru melihat emosi Kenan bahkan Adelia pun baru melihat Kenan bisa semarah itu hanya karena keponakannya di peluk oleh seorang pria.
Friska langsung saja menghampiri pria itu dan melepaskan pegangan tangan dari Kenan secara kasar.
Namun baru saja Friska mau membantu pria itu berdiri dan menanyakan keadaannya. Tangan Friska sudah di tarik paksa oleh Kenan untuk pulang ke rumah bahkan Friska berontak pun tidak di hiraukan oleh Kenan. Kenan tetap saja menarik tangan Friska secara paksa untuk segera ke parkiran mobil.
Adelia pun mengikuti Kenan.
Sedangkan di tempat kejadian pria itu masih berdiri dan tersenyum.
"Kakak nggak kenapa-kenapa?" tanya Salsa yang baru sadar dari keterkejutannya.
"Iya nggak apa-apa kok" ucap Finsen kakak Friska.
Orang yang di pukul Kenan adalah kakak Friska dia baru sempat ke Indonesia untuk menemui adik kesayangannya yang sangat manja pada dirinya, namun sebelum Finsen bertemu adiknya dia sengaja pergi mencarikan lagi barang-barang kesukaan adiknya walaupun dia juga sudah membeli dari Singapura khusus untuk adiknya.
Sementara melihat-lihat barang, Finsen tidak sengaja melihat adiknya dan sahabat-sahabatnya, dia juga melihat suami adiknya. Finsen memang sudah mengetahui wajah suami adiknya walaupun Finsen belum bertemunya secara langsung.
Langsung saja Finsen memanggil nama adiknya yang sudah sangat dia rindukan dan Finsen tidak mengira kalau dia akan mendapat pukulan dari suami adiknya sendiri karena memang mereka belum pernah bertemu sakali pun. Namun Finsen merasa senang dengan kelakuan Kenan karena berarti Kenan sangat mencintai adiknya.
"Kok kakak bisa di pukuli sama om sendiri sih, memang pak Kenan nggak tahu kalau kakak juga keponakannya sama seperti Friska?" Tanya Ela dengan kebingungannya.
Finsen pun mengerti karena ayahnya sudah memberitahu kepada Finsen tentang pernikahan Friska dan Kenan yang secara rahasia.
"Iya dia nggak tahu karena aku belum pernah bertemu dengannya, hari ini aku baru mau bertemu dengan om aku itu" Kata Finsen memberi alasan.
"Oh begitu pantas saja pak Kenan berlaku seperti itu kepada kakak, dia itu om yang sangat protektif sama keponakannya kakak" Kata Salsa.
"Iya tapi bagus kakak suka, jadi om bisa menjaga adik kesayangan kakak selama kakak di Singapura" Ucap Finsen.
"Iya juga kak" ucap Farel.
"Kakak nggak ngejar mereka biar kakak jelaskan? Friska terlihat betul kalau sangat merindukan kakak" Kata Jojo.
"Nggak usah Friska pasti bisa menjelaskan, besok saja aku bertemu om. Aku mau pergi mengobati wajah aku dulu" Ucap Finsen lalu pamit kepada Dafa dan sahabat-sahabat adiknya.
Dafa baru berkenalan dengan kakak Friska karena dia baru bertemu, kalau sahabat-sahabat Friska sudah sering bertemu karena jika libur sekolah pasti Friska dan sahabat-sahabatnya di bawah berlibur oleh kakak Friska atau kalau Finsen sangat sibuk dia akan menyuruh mereka ke Singapura.
#####
Di parkiran jangan tanyakan lagi betapa marahnya Kenan hingga Friska mau berbicara pun dia melarangnya. Dia pun menyuruh Friska masuk ke dalam mobil masih dengan amarahnya.
Ketika hendak masuk ke dalam mobil juga Adelia langsung datang menahan tangan Kenan.
"Kenan kamu ninggalin aku disini?" Tanya Adelia.
Kenan baru ingat kalau dia tadi bersama dengan Adelia. Kenan pun melepaskan pegangan tangan Adelia.
__ADS_1
"Kamu pulang sendiri Adelia" Ucap Kenan lalu masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumah.
Adelia benar-benar kesal bahkan Kenan pun tidak memberikan dia uang, padahal biasanya kalau Kenan mau meninggalkan Adelia, dia pasti memberikan Adelia uang. Akhirnya Adelia menghubungi Rio dengan perasaan yang masih kesal.
#####
Di perjalanan Friska masih ingin menjelaskan.
"Om dia itu..." ucapan Friska terhenti karena Kenan sudah membentaknya.
"Diam Friska diam jangan bahas laki-laki itu" bentak Kenan yang mengira Friska selingkuh dan merasa sangat emosi karena membayangkan kejadian tadi yang di lihatnya.
Friska pun langsung diam dan fokus duduk di dalam mobil.
Tiba di rumah Kenan masuk ke dalam rumah dengan menarik tangan Friska tak lupa Kenan mengunci pintu rumahnya.
"Om aku bisa jalan sendiri nggak usah tarik-tarik aku" ucap Friska yang sudah kesal dengan kelakuan Kenan.
Namun Kenan tidak memperdulikan ucapan Friska bahkan Kenan langsung menggendong tubuh Friska ala bridal style.
Aku harus memiliki kamu seutuhnya istriku biar kamu tidak macam-macam lagi di luaran sana dan tidak ada yang bisa mengambil kamu dari aku batin Kenan.
Sampai di depan pintu kamar, Kenan langsung masuk dan mengunci pintu kamarnya.
Kenan pun membaringkan tubuh Friska di tempat tidur dan langsung menindih tubuh Friska, dia pun langsung membuka dasinya dan membuka satu persatu kancing bajunya. Friska pun katakutan melihat ekspresi Kenan yang sangat mengerikan di matanya.
"Om mau ngapain?" tanya Friska sambil ketakutan.
Friska kaget mendengar Kenan memanggilnya dengan kata sayang namun kedengaran sangat menakutkan di telinga Friska.
Kenan pun mulai mencium, menjilat dan mengisap leher Friska sehingga menimbulkan tanda kissmark lagi di leher putih Friska.
"Om nggak boleh kayak begini" ucap Friska sambil berusaha mendorong tubuh Kenan yang menindihnya dan sedang asik mencium lehernya.
"Kenapa aku nggak boleh aku lebih berhak, aku suami kamu dan aku ingin hak aku sebagai suami kamu malam ini" ucap Kenan dengan tatapan mata sayu, bajunya juga sudah dia buka. Kenan langsung menciumi leher Friska lagi dan tangannya pun tidak tinggal diam.
Friska benar-benar semakin takut mendengar ucapan Kenan dia mencoba berontak namun tetap saja dia kalah kuat dengan Kenan. Hingga tangan Kenan ingin memegang area sensitif Friska.
"Om jangan aku lagi datang bulan" ucap Friska cepat sambil menahan tangan Kenan.
"Apa datang bulan" ucap Kenan ulang dengan gairah yang sudah sampai ke ubun-ubun.
"Iya om" Kata Friska sambil bernafas lega.
"Kamu tidak lagi alasan kan istriku?" tanya Kenan penuh selidik.
"Tidak lah om aku beneran" ucap Friska.
Kenan pun langsung mencium bibir Friska lagi lalu beranjak turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Sedangkan Friska langsung mengambil bajunya yang sudah berada di sampingnya akibat ulah Kenan yang membukanya secara paksa, Friska pun langsung pergi mengganti pakaiannya.
Kenan keluar dari kamar mandi dan melihat Friska yang lagi baring di tempat tidur dengan setelan baju tidurnya. Kenan pun ikut baring di samping Friska sambil memeluknya.
__ADS_1
"Istriku siapa laki-laki tadi?" Tanya Kenan lalu menciumi pipi Friska.
"Oh dia itu kakak aku om yang di Singapura, aku kan punya kakak om" ucap Friska lalu mencium bibir Kenan sekilas.
Kenan pun tersentak mendengar ucapan Friska.
"Benarkah dia kakakmu?" Tanya Kenan ulang.
"Iya om dan om memukul ipar om sendiri tahu nggak" ucap Friska.
"Kenapa kamu nggak bilang istriku" ucap Kenan gemas.
"Gimana mau bilang om udah marah-marah nggak jelas dan menyuruh aku diam, om lupa yah" Ucap Friska kesal.
"Iya karena aku pikir dia itu selingkuhan kamu" ucap Kenan.
"Ya ampun om aku itu nggak selingkuh" ucap Friska gemas.
"Terus kenapa akhir-akhir ini kamu marah-marah terus?" Tanya Kenan.
"Karena aku nggak tahu juga om, biasanya emang begitu kalau aku lagi halangan bawaannya sensitif ajah" ucap Friska.
"Ya ampun aku harus meminta maaf sama kakakmu" ucap Kenan.
"Besok ajah om aku udah telfonan tadi sama kakak dan dia mau kesini besok" ucap Friska.
"Baiklah istriku, sekarang aku nggak mau kamu panggil aku om, aku maunya kamu panggil aku sayang" ucap Kenan.
"Iihh om ada-ada ajah deh, aku udah biasa kayak gitu susah gantinya" ucap Friska.
Kenan pun mencium bibir Friska lagi.
"Belajar dari sekarang istriku, kalau kamu nggak nurut aku akan mencium kamu terus setiap kamu bilang om" ucap Kenan.
"Iya-iya aku nurut tapi di depan sahabat-sahabat aku nggak kan om?" Tanya Friska.
Kenan pun mencium bibir Friska lagi.
"Baiklah sayang nggak apa-apa" ucap Kenan.
"Terima kasih suamiku sayang" ucap Friska senang lalu mencium bibir Kenan. Kenan pun menahan ciuman Friska agar lebih lama.
"Tidurlah kamu pasti capek dan maaf tadi aku membentak kamu lagi" ucap Kenan lalu mencium kening Friska lagi.
Friska pun menganggukan kepalanya lalu memeluk Kenan untuk tidur. Kenan pun tersenyum melihat kelakuan Friska.
Aku sangat mencintai kamu istriku Friska Halwatuzahra nggak ada yang boleh mengambilmu dari aku dan kita nggak akan pernah bercerai walaupun kamu belum mencintaiku biarkan aku yang mencintaimu lebih dulu, aku akan membuatmu mencintai aku juga suatu saat nanti, aku benar-benar sadar sekarang kalau perasaan aku terhadap Adelia sudah hilang mau bagaimana pun aku coba mengembalikannya tetap saja tidak bisa karena cintaku sudah sama istriku semuanya. Aku harus memutuskan Adelia biar dia bisa mencari laki-laki lain batin Kenan.
Kenan pun mencoba mengambil ponselnya pelan-pelan yang berada di dekatnya karena dia tidak ingin membangunkan Friska.
Kenan segera ingin mengirimkan pesan kepada Adelia.
Adelia aku ingin kita mengakhiri hubungan kita. Kita putus aku sudah mencintai wanita lain dan aku benar-benar sangat mencintainya. Maafkan aku carilah laki-laki lain yang mencintaimu juga semoga kamu bertemu dengan laki-laki itu dan kamu akan berbahagia juga. Isi pesan dari Kenan untuk Adelia.
__ADS_1