Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Berjalan dengan penuh rasa percaya dirinya,,,


__ADS_3

Friska langsung panik begitu mendengar ucapan Kenan,, sedangkan Juan hanya menahan tawanya saja begitu melihat ekspresi wajah Friska yang terlihat panik.


Tuan Kenan pasti sengaja banget tuh bicara seperti itu,, haduhh suami,, suami,, gitu amat yah kalau punya istri cantik,,, tuan Kenan sangat takut istrinya di goda dengan pria lain, batin Juan.


Para wartawan terlihat terkejut begitu mendengar jawaban Kenan.


"Emmm aku ini ponakannya," ucap Friska sambil tersenyum.


Takut banget sih istriku ini,, batin Kenan.


Ela yang melihat Friska dengan ekspresi wajah khawatir langsung menertawakan sahabatnya itu.


"Panik banget tuh Friska,, kalau aku mah pasti senang banget kalau cowok seperti pak Kenan bilang seperti itu,, biarpun om ku siapa tau aja kan bisa di bicarakan baik-baik," ucap Ela lalu tertawa sendiri.


"Kita ke sana dulu yah," ucap Friska sambil menggandeng tangan Kenan dan Kenan hanya mengikuti istrinya saja sambil menahan tawanya.


Syeila benar-benar sudah menunggu Juan akan di wawancarai,, namun Juan tidak mau,, dia menolak secara halus lalu langsung pergi menyusul Kenan dan Friska.


Syeila pun dengan terpaksa mengikuti Juan. Syeila benar-benar kesal setengah mati, padahal dia ingin sekali Juan di wawancarai dan sudah pasti para wartawan itu akan mempertanyakan status Syeila yang datang sebagai partner Juan,, namun sayangnya Juan memilih pergi menyusul Kenan dan Friska.


Apa-apaan sih Juan ini,, seharusnya dia nggak usah menyusul Kenan,, dia kan bawa aku,, lagian Kenan juga nggak akan kenapa-kenapa disini,,, dia juga sudah besar nggak mungkin hilang,, dia juga bawa ponakannya tapi kenapa Juan malah mengikuti mereka sih,, gagal deh aku di akui,, batin Syeila yang semakin kesal saja sambil mengikuti Juan.


Kenan dan Juan sudah disiapkan tempat duduk khusus buat mereka beserta partner masing-masing.


Begitu melihat Kenan masuk para pelayan langsung mengarahkan Kenan untuk duduk ke tempat yang sudah disiapkan,, banyak yang melihat kagum pada gadis yang menggandeng tangan Kenan. Apalagi para pria dan itu membuat Kenan tidak suka.


Ini yang paling aku nggak mau istriku ikut tadi,, mata mereka bisa-bisanya melihat istriku seperti itu,, ingin ku colok mata mereka biar nggak bisa lihat lagi,, batin Kenan yang mencoba untuk sabar dengan cobaan hidupnya.

__ADS_1


"Sayang jangan senyum,, kamu pasang muka jutek aja," ucap Kenan pelan namun masih di dengar oleh Friska.


"Kamu tuh ada-ada aja mana mungkin aku seperti itu,, aku lagi nggak bisa jutek karena nggak ada yang buat aku jutek sekarang," ucap Friska juga yang tak kalah pelannya dengan Kenan.


Kenan dan Friska pun duduk ke tempat yang sudah di sediakan untuk mereka.


"Yah kamu bisa kan dong sayang," ucap Kenan pelan.


"Nggak bisa," ucap Friska.


Rekan bisnis Kenan yang mengundang Kenan untuk datang merasa sangat senang karena Kenan mau hadir,, dia pun dengan senang hati mendatangi Kenan lalu mengucapkan terima kasih karena Kenan sudah mau meluangkan waktunya untuk datang ke acara pertunangan anaknya.


Setelah berbincang dengan Kenan sebentar dia pun kembali ke tempatnya. Para rekan bisnis yang lain pun datang menyapa Kenan lalu kembali ke tempat mereka. Friska hanya menjadi pendengar terbaik dan melihat saja begitu Kenan sedang berbincang dengan rekan bisnisnya,, dia tidak bisa kemana-mana,, karena Kenan menggenggam tangannya. Padahal sebenarnya Friska ingin bergeser sedikit.


Sedangkan Juan yang ingin segera ke dekat Kenan tiba-tiba merasa kebelet,, dia pun berencana ke toilet namun Syeila menahannya.


Astaga kok aku lupa,, tadi kan aku membawa Syeila,, gini kalau terlalu kelamaan jomblo dan udah biasa jalan sendiri,, mana yang bersama aku bukan orang yang aku inginkan lagi,,, pantas saja aku lupa,, batin Juan.


"Syeila ternyata kamu ada,, maaf yah aku lupa,, karena sudah biasa jalan sendiri tanpa bawa partner jadi gini deh,," ucap Juan yang membuat Syeila terkejut karena dia di lupakan tapi Syeila tetap mencoba untuk memaklumi Juan yang memang selama ini tidak pernah berpacaran dan selalu jalan sendiri atau sudah pasti jalan bersama Kenan saja.


"Aku mau ke toilet,, kamu tunggu saja disini atau kamu bisa ke tempat tuan Kenan,, karena kita akan duduk dekat tuan Kenan dan Nona Friska," ucap Juan.


Syeila pun melihat dan dia sangat malas kalau akan berada di dekat Friska seorang diri.


"Aku tunggu kamu disini aja," ucap Syeila yang merasa sangat percuma dandan cantik-cantik,, karena Juan lupa pada dirinya dan juga dia tak di lirik sedikit pun.


"Oh oke,, aku ke toilet dulu kalau gitu," ucap Juan lalu segera pergi ke toilet karena dia benar-benar kebelet.

__ADS_1


Sial-sial percuma saja semuanya,, aku dandan cantik-cantik,, milih gaun cantik,, tapi kenapa malah anak kecil itu sih yang jadi bahan perhatian,, padahal aku jauh lebih cantik,, mata mereka benar-benar tidak tau membedakan mana yang cantik dan mana yang tidak,,


"Sayang dari tadi kamu genggam tangan aku mulu loh,, aku nggak bakalan kemana-mana kok,, lepasin dong,, kan kalau dilihat nggak enak ihh," ucap Friska.


"Abis aku kesal sayang mereka selalu melihat kamu,, padahal kamu itu tamu seharusnya yang mereka lihat tuh yang mau tunangan,, rekan bisnis aku tadi saja melihat kamu terus,, lihat kan tadi itu yang masih muda ingin ku colok matanya, awas saja kalau sampai dia menginginkan nomor ponsel mu,, aku curiga dia hanya alasan saja datang berbincang-bincang dengan aku padahal tujuan aslinya ingin melihat kamu secara dekat,," ucap Kenan yang sudah mikir macam-macam.


"Ya ampun pikiran kamu itu,, nggak usah mikir macam-macam suamiku sayang,, kamu itu suami aku yang paling tampan dan juga segala-galanya deh,, mereka kalah jauh dari kamu dan juga aku sangat mencintai kamu jadi santai aja yah sayang nggak usah mikir macam-macam," ucap Friska yang membuat Kenan langsung tersenyum bangga.


"Gitu aja langsung senyum,," ucap Friska.


"Iya dong kan istri aku yang memuji,, kalau nggak banyak orang udah aku cium kamu,," ucap Kenan sambil tersenyum manis.


"Hemm pikiran kamu itu,," ucap Friska.


"Oh iya om Juan mana nih?" ucap Friska yang baru menyadari Juan tidak ada di sekitar mereka.


Juan dan Friska pun mengedarkan pandangan matanya.


"Tuh mereka sayang," ucap Kenan sambil melihat Juan dan Syeila yang sedang berjalan ke tempat mereka.


Syeila berjalan dengan penuh rasa percaya dirinya.


Hmm ini waktunya ngerjain tantenya Ela,, batin Friska sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


Begitu Syeila lewat di dekat Friska lalu menatap Friska dengan tatapan tidak suka.


Tiba-tiba...

__ADS_1


"Awww," ringis Syeila begitu dia jatuh ke lantai dan itu berhasil membuat dia jadi bahan tertawaan.


__ADS_2