
"Iya selama ini aku sudah mengerjakan kewajiban aku sebagai istri om, om aja yang nggak sadar" Ucap Friska sambil mengingat-ngingat dirinya yang selalu mengikuti ucapan Kenan sewaktu dia belum pergi dari rumahnya bersama Kenan.
"Kita kan belum malam pertama dan sepertinya aku sudah tidak bisa menahannya sekarang" Ucap Kenan dengan santainya sambil membuat jaraknya dengan Friska semakin dekat bahkan Friska bisa merasakan nafas Kenan membuat Friska benar-benar merinding dan keringat dingin mendengar ucapan Kenan.
"Om apa-apaan sih, om kalau mau ngerjain aku jangan kayak begini aku masih polos om" Ucap Friska terbata-bata sambil berusaha menjauh dari jangkauan Kenan.
Namun Kenan menahan Friska hingga jarak mereka tambah semakin dekat.
"Aku sangat suka kalau kamu masih polos walaupun kamu itu sering centil tapi aku tahu kamu memang masih polos belum tahu apa-apa, buktinya sekarang kamu sudah keringat dingin begini padahal aku belum ngapain-ngapain kamu istriku dan kamu tahu sekarang ini, aku nggak lagi mikirin mau ngerjain kamu" Bisik Kenan di telinga Friska sambil mengelus wajah Friska dengan lembut membuat Friska semakin merinding kemudian Kenan mencium bibir Friska dengan sangat lembut.
Kenan sebenarnya sama sekali belum berpengalaman juga dia hanya mengikuti naluri laki-lakinya saja, karena dia tidak pernah melakukan hal lebih bersama Adelia dan itu sangat di syukuri oleh Kenan, ciuman pertamanya bersama Friska dan sekarang Friska sudah jadi istrinya.
Ciuman Kenan berubah menjadi lebih liar kemudian perlahan Kenan menyusuri leher jenjang Friska menciumnya sambil sesekali memberikan gigitan-gigitan kecil membuat Friska merasakan hal aneh pada tubuhnya.
Dengan perlahan Kenan membaringkan tubuh Friska di tempat tidur sambil masih mencium bibir Friska, lalu perlahan Kenan kembali bermain di area leher Friska lagi, tangan Kenan pun tak tinggal diam, dia menelusuri setiap lekukan tubuh Friska.
"Om geli, om mau ngapain" Ucap Friska yang sudah tidak tahan dengan perlakuan Kenan pada tubuhnya, Friska susah payah menahan dirinya agar tidak mengeluarkan suara sedikit pun karena dia benar-benar akan merasa malu pada Kenan.
Kenan pun menghentikan aktivitasnya setelah mendengar ucapan Friska kemudian dia melihat Friska sambil tersenyum.
"Aku cuma mau mencium kamu karena aku sangat merindukan istriku, aku ke kamar mandi dulu yah mau mandi" Ucap Kenan lalu mencium bibir Friska yang diam membisu dan segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Ya ampun apa benar nanti aku bakalan lakuin yang begitu sama om Kenan, oh my god aku cuma mau lakuin itu sama orang yang mencintai aku dan aku cintai juga, om Kenan kan nggak cinta sama aku dan aku juga nggak cinta sama om Kenan batin Friska.
__ADS_1
"Sabar Kenan sabar, kamu harus membuat Friska mencintai kamu dulu baru melakukan itu biar dia tidak terpaksa dan secara ikhlas mau melayani kamu, mulai sekarang berusahalah mendapatkan hati istrimu saingan ada dimana-mana" Ucap Kenan pada dirinya sendiri di dalam kamar mandi sambil mengingat ada beberapa laki-laki yang jelas-jelas menyukai Friska bahkan sahabatnya sendiri dan Kenan juga tahu kalau Friska belum mencintai dirinya karena salah dia juga yang terlalu lama menyadari perasaannya bahkan hampir menceraikan Friska yang dia cintai demi Adelia.
"Om di dalam kamar mandi ngapain sih, lama banget om, aku mau mandi juga loh" Ucap Friska langsung begitu Kenan keluar dari kamar mandi.
Kenan pun tersenyum melihat Friska yang lagi protes terhadap dirinya.
"Aku lagi berdoa di dalam kamar mandi supaya istriku menganggap aku sebagai suaminya bukan lagi sebagai om dia" Ucap Kenan sambil berjalan mendekati Friska.
"Ayo masuk mandi istriku sayang jangan lama-lama yah" Ucap Kenan.
Friska pun melongo tak percaya mendengar ucapan Kenan.
Kenan benar-benar gemas melihat ekspresi Friska.
"Masuklah mandi, jangan berekspresi begitu di depanku nanti aku berubah pikiran" Ucap Kenan setelah mencium bibir Friska lagi.
"Oh my god om Kenan manggil aku tadi dengan panggilan istriku sayang tumben banget, duh om Kenan kenapa sih" Ucap Friska bingung sendiri di dalam kamar mandi kemudian dia memutuskan untuk mandi.
#####
"Akhirnya bisa tidur peluk istri lagi" Ucap Kenan bahagia namun bahagianya kali ini benar-benar berbeda dari yang sebelumnya.
Kenan pun menunggu Friska di tempat tidur mereka sambil melihat-lihat kumpulan boneka yang berada di kamarnya, benar-benar jauh di luar dugaan Kenan bahwa dia akan merubah kamarnya demi Friska, tapi sekarang dia sudah benar-benar mengakui cintanya kepada Friska walaupun dia belum bilang kepada Friska dan dia akan menyenangkan Friska bagaimana pun caranya termaksud mengubah kamarnya.
__ADS_1
Masih menunggu Friska mandi tiba-tiba ponsel Friska berdering dengan segera Kenan melihatnya dan dia sangat kesal melihat siapa yang menelepon istrinya.
"Halo, kenapa nelfon lagi, nggak cukup apa loe ketemu tadi" Ucap Kenan langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Raka.
Raka pun kesal mendengar Kenan yang mengangkat panggilan telfon dari dirinya padahal dia berharap Friska.
"Kenapa sih loe yang angkat, ponakan cantik loe mana? nggak cukup gue ketemu tadi dengan dia" Ucap Raka sambil nyengir.
"Karena gue yang pegang ponselnya, sekarang dia sudah tidur pokoknya sekarang loe nggak usah telfon dia lagi dan jangan bilang cantik-cantik terus kesal gue dengarnya tahu" Ucap Kenan.
"Nggak percaya gue kalau dia sudah tidur, berikan ke dia dong ponselnya gue pengen dengar suara dia tahu, lagian kenapa sih gue nggak boleh telfon dia lagi, gue udah suka banget sama ponakan loe harusnya loe bantu dong, loe kan tahu gue gimana orangnya, gue nggak jahat kan orangnya" Ucap Raka.
"Ini demi kebaikan loe Raka, loe harus cari wanita lain saja jangan Friska karena Friska itu sudah ada yang punya" Ucap Kenan.
Maafin gue Raka loe emang sahabat gue yang sangat baik dan gue yakin kalau loe bersama Friska pasti loe bisa buat dia sangat bahagia, tapi gue nggak bisa memberikan Friska kepada loe, gue nggak akan pernah bisa karena gue juga sangat mencintai istriku dan akan sangat membahagiakan dia juga batin Kenan.
"Loe bercanda yah sama gue, tahu nggak loe waktu tahu Friska ponakan loe gue senang banget karena pasti loe mau bantu gue buat dapatin Friska, tapi ini loe malahan nyuruh gue buat menjauhi Friska, tega banget loe sama teman sendiri" Ucap Raka.
"Besok loe ke kantor gue, biar gue jelasin semuanya ke loe, ada yang harus loe tahu" Ucap Kenan yang akhirnya memutuskan untuk memberitahu Raka yang sebenarnya biar Raka tidak berharap dan juga mengurangi saingan dia.
"Oke deh" Ucap Raka.
Kenan pun menutup panggilan telfonnya dengan Raka.
__ADS_1
"Saingan dimana-mana untung saja aku sudah menikahinya" Ucap Kenan pada dirinya sendiri dengan bangganya.
Tak lama ponsel Friska lagi-lagi berdering.