
Hmm Juan pengen ketemuan,, jadi aku harus dandan cantik-cantik karena siapa tau aja dia mau mengungkapkan perasaannya sama aku,,, waktu itu kan dia membatalkan janjiannya sama aku,, hmmm mungkin dia lagi menyiapkan yang spesial makanya dia baru mengajak aku lagi sekarang,,, batin Syeila sambil tersenyum bahagia.
Juan yang belum mendapatkan balasan dari Syeila langsung segera menelepon Syeila untuk memastikan semuanya apakah Syeila mau atau tidak.
Syeila segera mengangkat panggilan telfon dari Juan begitu dia melihat nama kontak Juan yang menelepon dirinya.
"Halo Juan,," ucap Syeila begitu mengangkat panggilan telfon dari Juan.
"Halo Syeila,, kamu udah baca pesan aku kan?" tanya Juan langsung.
"Iya udah,," ucap Syeila.
"Kok nggak di balas?" tanya Juan.
"Emm ini tadi baru aku mau balas tapi kamu udah nelfon duluan,,," ucap Syeila lagi.
"Oh gitu,, ya udah aku langsung tanya sekarang aja,, kamu mau atau nggak? ada waktu nggak?" ucap Juan lagi.
"Iya ada kok,, nanti malam kan?" ucap Syeila lagi.
"Iya nanti malam,,, aku ada sesuatu untuk kamu," ucap Juan yang langsung membuat Syeila merasa semakin bahagia.
"Apa itu?" tanya Syeila lagi.
__ADS_1
"Rahasia dong,, sebentar juga kamu bakalan tau,, siapkan saja dirimu,, jangan sampai kamu terkejut banget,," ucap Juan sambil tersenyum sinis.
"Oh iya,,, aku jadi semakin penasaran,," ucap Syeila.
"Sabarlah,,, nanti malam kamu akan tau," ucap Juan sambil tersenyum sinis lagi.
"Iya aku coba sabar tapi aku benar-benar udah nggak sabar banget," ucap Syeila.
"Kamu harus bisa sabar,,," ucap Juan lagi.
"Emm kalau gitu aku tutup dulu yah panggilan telfonnya,,, sampai ketemu nanti malam,, aku nggak bisa menjemput kamu karena aku akan menyiapkan sesuatu untuk kamu,, jadi kamu bisa kan datang sendiri?" ucap Juan lagi.
"Oh iya bisa kok,, kamu WhatsApp aja tempat kamu nungguin aku," ucap Syeila dengan semangatnya.
"Iya," ucap Syeila.
"Ya udah aku tutup dulu panggilan telfonnya yah," ucap Juan lagi.
"Iya," ucap Syeila.
Juan pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Syeila.
Hmmm aku udah malas menyembunyikan semuanya dan berpura-pura di hadapan kamu Syeila,,, terserahlah kamu mau bagaimana nanti,, yang jelasnya aku akan menikahi keponakan kamu,, batin Juan.
__ADS_1
###########
Sementara Salsa akhirnya sampai juga di rumah nenek Raka.
Wahh rumahnya besar juga,, oh iya lupa sih Raka itu kan bos jadi sudah pasti lah rumah neneknya pun besar juga,, batin Salsa.
Lalu Salsa segera menelepon Raka begitu dia sudah diizinkan masuk oleh pak satpam di rumah nenek Raka.
Raka yang mendengar bunyi ponselnya segera melihat nama kontak yang menelepon dirinya.
Hmm akhirnya nih bocah nelfon juga,,, capek aku ditanyain sama nenek terus,, batin Raka begitu melihat Salsa yang menelepon dirinya.
"Siapa?" tanya nenek Raka sambil melihat Raka.
"Ini nek,, Sinta,," jawab Raka lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Salsa.
"Halo sayang kamu lagi dimana sekarang? udah sampai atau belum sayang?" ucap Raka sambil tersenyum di hadapan neneknya.
Neneknya ikut tersenyum bahagia begitu mendengar ucapan Raka yang sangat romantis pada Salsa menurutnya.
Ishhh aku langsung gatal-gatal mendengar ucapan dia,, pasti karena ada nenek dia nih di dekatnya,, kalau nggak ada mana mungkin dia akan berucap seperti itu,, batin Salsa.
Sementara Elsa semakin merasa tidak ada kesempatan begitu melihat Salsa berada di rumah nenek Raka. Elsa ingin menemui nenek Raka sekaligus menemui Raka juga,,, karena dia melihat mobil Raka masih terparkir yang berarti Raka tidak ke kantor.
__ADS_1