
"Ya buatin aku sarapan sekarang aku udah lapar banget, pagi-pagi itu nggak usah megang hp, kamu itu kalau pagi mulai sekarang urus suami dulu" ucap Kenan masih datar dan dingin.
"Ya ampun om ini tadi katanya masih kenyang, lagian aku tuh mau beri kabar sama sahabat-sahabatku om ku tersayang, karena pasti mereka singgah di rumahku buat berangkat bareng. Jadi lebih baik aku beri kabar saja dulu supaya mereka tidak singgah" ucap Friska.
Kenan senang mendengar Friska memanggilnya ada kata-kata sayangnya. Sehingga membuat dia tersenyum sedikit tapi tidak di lihat oleh Friska.
"Temanmu biar aku yang beritahu kalau mereka singgah disini, aku juga mau ke depan tuh menghirup udara pagi" ucap Kenan.
"Mereka tuh takut sama om tahu nggak" ucap Friska sambil mau pergi mengambil ponselnya lagi namun tidak jadi karena Kenan memeluknya dari belakang.
"Om kok peluk-peluk lagi sih?" tanya Friska.
"Siapa yang memelukmu, aku tadi mau ke kamar mandi tapi karena sudah nggak ada tenaga akhirnya aku jatuh jadi begini" ucap Kenan.
"Mana ada nggak ada tenaga, ini om meluknya kencang banget, massa jatuh langsung meluk gini" ucap Friska protes.
"Kepedean banget, turun sana buatin aku sarapan sebelum aku meninggal disini, temanmu biar aku yang beritahu kalau mereka singgah disini" ucap Kenan sambil masih memeluk Friska.
"Kan om udah nggak ada tenaga tadi bilangnya mana bisa turun ke bawah, lebih baik aku mengirimkan pesan saja supaya cepat" ucap Friska.
Duhh aku kan juga sekalian mau ngabarin ke Dafa, ihh om nyebelin banget sih batin Friska.
"Demi berbuat baik aku akan usahakan, jadi kamu nggak usah megang ponselmu lebih baik pergi ke dapur buatin suamimu ini sarapan, kamu buat suamimu kelaparan emang kamu mau durhaka sama suami haaa" ucap Kenan sambil mencium leher Friska.
Friska benar-benar merasa geli ketika Kenan mencium lehernya.
Sensitif sekali batin Kenan yang melihat Friska kegelian karena ulahnya itu.
"Nggak mau lah om aku durhaka, ya sudah aku turun ke bawah dulu buatin sarapan, om jangan cium-cium mulu deh geli tahu" ucap Friska sambil mencoba melepaskan diri dari Kenan.
Kenan pun melepaskan Friska.
"Ambilin ponselku dulu" perintah Kenan.
Friska pun mengambilkannya.
"Ini om" ucap Friska sambil memberikan ponselnya.
"Sini kamu duduk lagi" ucap Kenan sambil menyuruh Friska untuk duduk di tempatnya tadi.
"Aku kan mau buatin om sarapan" ucap Friska bingung dengan mau Kenan.
__ADS_1
"Kamu duduk saja disini kalau suamimu menyuruh" ucap Kenan tidak mau dibantah.
Friska pun mengikuti kemauan Kenan sambil cemberut.
Kenan mencari nama kontak Juan di ponselnya lalu meneleponnya sambil memeluk Friska lagi.
Juan yang melihat ponselnya berbunyi dan ternyata Kenan yang meneleponnya pagi-pagi merasa bingung karena biasanya Juan yang menelepon Kenan. Juan langsung saja mengangkat dan masih dengan perasaan bingungnya.
"Halo tuan" ucap Juan.
Tiba-tiba Juan mendengar suara Friska.
"Geli om" ucap Friska dari balik telepon.
Jiwa jombloku meronta-ronta mendengar ini pagi-pagi, apa sih yang dibuat Kenan pagi-pagi begini sampai-sampai Friska geli gitu, mana Kenan telepon aku lagi sengaja pamer yah batin Juan.
Kenan belum menyadari kalah Juan sudah mengangkat teleponnya karena Kenan masih saja sibuk memeluk Friska sambil mencium lekukan leher Friska.
"Halo tuan" Juan bersuara lagi.
Kenan baru menyadari kalau Juan sudah mengangkat teleponnya.
"Halo Juan, kamu hubungi teman Friska kalau hari ini dia masih izin, karena istriku ini bawel banget mau urus temannya sedangkan suaminya diterlantarkan, oke aku tutup dulu yah" perintah Kenan lalu mematikan teleponnya.
Ya ampun derita-derita, ngenes banget sih aku ucap Juan dengan ekspresi wajah ngenesnya.
Mendengar yang dikatakan Kenan sepertinya dia menyukai Friska tapi dia juga masih menanyakan tentang Adelia. Semoga saja dia menyukai beneran Friska ucap Juan lagi.
Sedangkan di kamar Kenan dan Friksa, Kenan masih saja terus memeluk Friska sambil mencium lekukan leher Friska yang membuat Friska sangat kegelian, Friska mau protes tapi Kenan sudah mengeluarkan kata-kata ampuhnya, kamu itu harus mengikuti kemauan suami kamu, kamu mau jadi istri durhaka itulah kata-kata ampuhnya Kenan sekarang.
"Memang om Juan tahu nomor ponsel sahabat-sahabatku?" tanya Friska. Perasaan aku nggak pernah ngasih tahu om Juan nomor ponsel sahabat-sahabatku sambung Friska lagi.
"Itu urusan kecil buat Juan, kamu nggak usah pikirin. Ayo sini tidur lagi aku masih mau tidur" ucap Kenan sambil mengajak Friska tidur lagi.
"Oh gitu yah, om aku kan mau buatin sarapan, massa om ngajak tidur lagi" ucap Friska bingung.
"Aku kenyang lagi detik ini, sekarang aku mau tidur dan aku maunya kamu juga ikut" ucap Kenan sambil menarik Friska agar tidur di dadanya lalu memeluknya.
Friska pun mengikut saja karena kalau dia menolak pasti kata-kata ampuh Kenan keluar lagi jadi menurut Friska lebih baik menurut saja.
Ada-ada saja ini om, mana ada lapar dan kenyang dadakan begini batin Friska.
__ADS_1
Friska pun memeluk Kenan juga dan dia tertidur lagi.
"Friska" panggil Kenan namun tidak ada jawaban.
"Anak kecil" panggil Kenan lagi namun tidak ada jawaban.
Ya ampun dia tidur beneran dasar anak kecil, tadi bawel banget ehh ujung-ujungnya dia ketiduran juga, lebih baik aku tidur juga ucap Kenan sambil masih memeluk Friska yang ketiduran di dadanya.
Belum sempat Kenan tidur, pintu kamar mereka di ketuk oleh seseorang. Kenan pun melepaskan pelukannya dan juga pelukan Friska kemudian menidurkan Friska pelan-pelan di bantal, dia tidak mau membuat Friska terbangun.
Kemudian Kenan pergi membuka pintu kamar dan ternyata yang mengetuk pintu ibu mertuanya.
"Menantu, Friska mana sarapannya sudah siap tuh tumben banget dia belum kelihatan biasanya pagi-pagi sekali dia sudah di dapur" ucap mama Friska.
"Dia masih tidur ma" ucap Kenan.
"Haa tidur nggak biasanya, memang dia nggak ke sekolah?" tanya mama Friska.
"Nggak ma, hari ini aku masih izinin Friska karena aku dan dia mau pindah selesai sarapan pagi ini ma" ucap Kenan.
"Oh jadi kalian mau pindah pagi nak, mama kirain sore" ucap mama Friska.
"Nggak ma pagi ajah, supaya Friska melihat rumahnya dulu kalau dia nggak suka aku bisa menyuruh Juan mencari rumah lain" ucap Kenan.
"Ya ampun jangan terlalu memanjakan Friska nak, lagian dia pasti mau ajah kok nggak mungkin dia mau protes" ucap mama Friska. Ya sudah kamu bangunin Friska yah terus kalian turun sarapan, kita tungguin di bawah sambung mama Friska lagi.
"Iya ma" ucap Kenan.
Mama Friska pun pergi menuruni anak tangga menuju meja makan. Dan Kenan kembali menutup pintu kamar kemudian pergi membangunkan Friska.
"Hey istriku ayo bangun" ucap Kenan sambil menepuk-nepuk pelan pipi chubby Friska namun Friska tidak bangun-bangun juga.
"Istriku" Kenan masih berusaha membangunkan Friska tapi tidak bangun juga.
Ya ampun kamu kebo juga yah kalau tidur ucap Kenan sambil tersenyum. Kenan pun memperhatikan setiap inci wajah Friska.
Ternyata istriku ini cantik banget yah. Dan ketika Kenan melihat bibir merah Friska dia pun berucap.
Dan bibir ini yang selalu nyosor duluan awas saja kalau sampai kamu nyosor juga sama cowok lain, bibir ini hanya boleh nyosor duluan sama aku ucap Kenan lagi sambil tersenyum dan menyentuh lembut bibir Friska dengan ibu jarinya.
Kok aku sekarang pengen mencium bibirnya yah ucap Kenan.
__ADS_1