
"Kerja" tanya ulang Kenan untuk memastikan pendengarannya.
"Iya sayang kerja boleh yah, lagian di sini kamu kan bosnya" ucap Adelia.
"Emm ya sudah boleh, tapi kamu mau di bagian mana?" tanya Kenan.
"Aku mau jadi sekretaris kamu ajah sayang, boleh yah" mohon Adelia lagi.
"Tapi itu sudah ada Juan sayang" ucap Kenan.
"Aku bantuin Juan sayang kan kasian kalau dia sendiri" ucap Adelia lagi.
Kenan pun tampak berpikir.
"Baiklah, besok kamu urus semuanya berikan ke HRD bilang saja atas rekomendasi dari saya dia pasti mengerti" ucap Kenan membuat perasaan Adelia sangat bahagia.
"Oke sayang, berarti mulai besok aku udah bekerja di sini?" tanya Adelia memastikan.
"Iya sayang" ucap Kenan.
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu mengurus semuanya sayang" ucap Adelia.
"Baiklah" ucap Kenan.
Adelia pulang dengan perasaan yang sangat bahagia dan juga bersikap sangat sombong kepada karyawan-karyawan yang lain yang dia lewati.
Flashback on
Semalam di apartemen Adelia, Rio memberi usul kepada Adelia setelah mereka melakukan hubungan suami istri.
"Sayang gimana kalau kamu coba minta kerjaan di perusahaan pacar bodoh kamu itu, pasti dia mau mempekerjakan kamu" usul Rio kepada Adelia.
"Duh sayang aku malas kerja, lebih enak begini lagian dia juga ngasih uang terus sama aku kalau aku minta" ucap Adelia.
"Sayang kalau kamu kerja sama dia, kamu bisa tambah dekat sama dia sekaligus siapa tahu kamu punya kesempatan lagi untuk menjebak dia buat tidur bersama kamu, kamu minta jadi sekretaris dia ajah" ucap Rio lagi.
"Sayang dia itu sudah punya Juan dan Juan itu sangat menyebalkan dia sama sekali tidak menyukaiku" ucap Adelia kesal mengingat kelakuan Juan kepadanya yang tidak pernah menghargai dia sebagai kekasih Kenan.
"Kamu nggak usah mikirin dia sayang, yang terpenting itu pacar bodoh kamu" ucap Rio lagi sambil memeluk Adelia.
"Kalau dia nggak mau gimana sayang" ucap Adelia.
"Kamu harus buat dia mau sayang, kamu harus merayu dia lagian dia kan sayang banget sama kamu" ucap Rio meyakinkan Adelia.
"Oke deh besok aku coba sayang" ucap Adelia.
"Begitu dong, tambah lagi yah" ucap Rio.
__ADS_1
Adelia pun hanya menganggukan kepalanya. Rio pun menuntaskan hasratnya lagi kepada Adelia.
Flashback off
Kenan melanjutkan pekerjaannya lagi hingga dia teringat kepada Friska, dia pun mencoba menelepon Friska namun Friska tidak mengangkat telfon dari Kenan membuat Kenan sangat kesal.
"Ini ciri-ciri wanita selingkuh nih, nggak mungkin kan dia nggak lihat telfon dari aku pasti dia sengaja tidak mengangkatnya karena lagi bersama cowok lain" ucap Kenan lalu menaruh handphonenya dan melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Friska lagi konsentrasi belajar di sekolah mana sempat dia memegang ponselnya.
Kenan pun tidak konsentrasi bekerja namun dia tetap harus mencoba konsentrasi, hingga sampai selesai meeting dia masih saja menunggu Friska meneleponnya kembali, namun Friska tak kunjung meneleponnya.
Kenan pun memutuskan untuk pulang ke rumah padahal belum waktunya pulang kerja, Kenan pulang pada waktunya pulang anak sekolah, yah Kenan pulang pada waktu Friska pulang sekolah.
"Gitu kalau udah cinta tapi tak mengakui, nggak di hubungi saja udah nggak semangat bekerja, gimana kalau nona Friska selingkuh beneran dia pasti gila" ucap Juan sambil melihat Kenan yang berjalan menuju lift dengan muka di tekuk sambil memandangi ponselnya.
Juan tahu kalau Kenan tidak di hubungi oleh Friska karena Kenan sempat curhat tadi sebelum pulang.
Sedangkan Friska melihat panggilan tak terjawab dari Kenan yang sangat banyak namun Friska tak menghiraukan Kenan, entahlah dia lagi malas berurusan dengan Kenan. Friska lebih memilih pergi bersama temannya di kantin buat makan lagi sebelum mereka belajar tambahan.
Mereka memutuskan untuk tetap berada di sekolah saja tidak kemana-mana sampai belajar tambahan di mulai.
#####
Kenan tiba di rumahnya namun belum melihat motor Friska berarti Friska belum pulang. Kenan pun melihat jam tangannya.
Tiba di depan pintu kamarnya Kenan pun segera masuk dan langsung membersihkan diri di kamar mandi karena merasa tubuhnya sudah sangat lengket.
Setelah mandi Kenan pikir Friska sudah pulang tapi ternyata Friska belum juga pulang membuat Kenan bertambah kesal.
Kenan pun memutuskan untuk menghubungi Friska lagi namun ponsel Friska tidak aktif membuat Kenan semakin murka. Kenan pun memakai pakaiannya sambil berpikir apa yang akan dia lakukan.
"Baiklah aku akan menunggu dia, awas saja kalau sampai dia pulang malam" ucap Kenan.
Friska sengaja menonaktifkan ponselnya karena malas kalau Kenan menghubunginya terus, Friska mau konsentrasi belajar dan menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya.
#####
Kenan sudah duduk di sofa menunggu kepulangan Friska, tak lama Friska pun pulang beruntung dia pulang sebelum malam.
Friska mengernyitkan keningnya melihat mobil Kenan yang berarti Kenan sudah pulang, Friska pun berjalan memasuki rumah setelah memarkirkan motornya sambil membawa buku paket.
Di bukanya pintur rumah Friska melihat Kenan sudah menatapnya dengan tatapan horor. Friska pun tidak perduli dan langsung berjalan ke anak tangga namun dengan segera Kenan menahannya.
"Darimana kamu, jam segini baru pulang?" tanya Kenan menahan emosinya.
"Om nggak lihat aku masih pakai baju sekolah begini berarti aku dari sekolah" jawab Friska jutek.
__ADS_1
"Kamu itu dari sekolah atau dari selingkuh dan kenapa kamu nggak angkat telfon dari aku?" tanya Kenan lagi belum melepaskan pegangan tangannya kepada Friska.
"Om itu yah selingkuh ajah yang om ingat, aku nggak angkat telfon dari om karena aku malas om bahas selingkuh terus, aku pulang lama itu karena aku belajar tambahan bentar lagi aku mau ujian" ucap Friska kemudian berjalan menapaki tangga satu persatu untuk ke kamar.
Kenan pun menyuruh Juan untuk menelepon gurunya Friska dan memang benar yang di katakan Friska membuat Kenan lega. Kenan pun menyusul Friska ke kamar di lihatnya Friska yang sudah segar habis mandi dan terlihat sangat cantik.
"Istriku aku lapar, kamu nggak mau masak buat makan malam?" tanya Kenan sambil memeluk Friska yang sedang berdiri dan mencium pipinya.
"Iya aku masak, om jangan peluk-peluk aku lagi nggak suka, aku lagi kesal" ucap Friska kemudian turun ke bawah menuju dapur untuk memasak.
Sampai pagi pun hingga Kenan berangkat ke kantor dan Friska ke sekolah, Friska masih saja selalu kesal selalu marah-marah dan sensitif, Friska juga kesal dengan sikap Kenan yang selalu menuduhnya sedangkan Kenan semakin yakin kalau Friska berselingkuh padahal Kenan belum mempunyai bukti.
#####
Di kantor Adelia sudah mulai bekerja dan pakaiannya sangat seksi membuat Kenan tidak suka melihatnya. Adelia sengaja berpakaian seperti itu untuk menggoda Kenan.
Kenan pun memanggil Adelia untuk masuk ke ruangannya. Adelia pun segera masuk di pikirnya Kenan sudah tergoda olehnya padahal nyatanya tidak.
"Adelia besok kamu jangan berpakaian seperti ini lagi, tidak bagus di liat" ucap Kenan.
"Tapi sayang aku nggak ada baju" ucap Adelia berbohong sekaligus merasa kesal karena Kenan tidak tergoda.
"Sebentar pulang kantor kita pergi beli baju untuk kamu" ucap Kenan.
"Kamu kembali ke tempatmu" ucap Kenan lagi.
Adelia pun kembali ke tempatnya dengan perasaan kesal.
#####
Seperti yang di bilang Kenan bahwa mereka akan pergi membeli baju buat Adelia.
Dan ternyata Friska juga berada di tempat yang sama bersama sahabat-sahabatnya dan Dafa. Mereka sudah tidak memakai baju sekolah lagi. Kenan melihat duluan Friska yang lagi berjalan bersampingan bersama Dafa dan Kenan pun benar-benar marah lalu dia segera menuju kepada Friska yang lagi berjalan.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Kenan dengan wajah marahnya.
Friska pun seketika langsung berhenti dari berjalannya begitu juga yang lain karena tangan Friska di tahan oleh Kenan.
"Ehh om di sini juga barengan tante-tante" ucap Friska sinis melihat Adelia.
"Aku tanya kamu ngapain disini kenapa tidak langsung pulang" bentak Kenan kepada Friska.
Friska baru mau menjawab namun dari kejauhan tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
"Friska sayang" ucap laki-laki itu sambil mendekati Friska lalu memeluknya di hadapan semua orang termaksud di hadapan Kenan.
"Sayangku" ucap Friska juga sambil memeluknya erat.
__ADS_1
Emosi Kenan benar-benar sudah melewati levelnya melihat adegan itu yang lebih mengerikan dari sebelumnya di depan matanya.