Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Semuanya akan berlalu,,


__ADS_3

"Jam berapa sayang kamu keluar jalan bareng Nona Friska?" tanya Juan.


"Sore lah sekitar jam 4,," jawab Ela.


"Berdua aja kalian?" tanya Juan.


"Nggak dong,, paling bareng Salsa dan sahabat-sahabat cowok aku, udah lama juga nggak jalan bareng mereka," ucap Ela lagi.


Juan terdengar menghembuskan nafasnya kasar begitu mendengar ucapan Ela.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ela.


"Nggak kenapa-kenapa kok,, aku hanya nggak tenang aja kalau kamu keluar jalan-jalan tanpa aku,," ucap Juan.


"Ya ampun kamu tenang aja sayang,, nggak usah mikir macam-macam juga yah,, oke santai aja," ucap Ela.


"Iya,," ucap Juan.


"Ya udah aku tutup dulu yah panggilan telfonnya dan selamat bekerja sayang," ucap Ela sambil tersenyum manis walaupun Juan juga tidak melihatnya tersenyum.


"Iya sayang," ucap Juan.


Ela pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Juan begitu mendengar ucapan Juan.


Friska sejak tadi menelepon Ela namun nomor ponsel Ela masih sibuk,,, dia pun mengerti kalau Ela pasti sedang izin pada Juan. Friska pun mengirimkan pesan saja pada Ela untuk meneleponnya apabila sudah selesai izin pada Juan.


Ketika Ela ingin menelepon Friska begitu selesai membaca pesan Friska,, tiba-tiba ponsel Ela berdering lebih dulu,, dan yang menelepon dirinya adalah Farel.


"Kenapa nih anak," ucap Ela lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Farel.


"Halo Rel,, ada apa?" tanya Ela.


"Loe lagi di rumah nggak?" tanya Farel.


"Iya,, kenapa memangnya?" tanya Ela.


"Gue mau ke rumah loe sekarang,, bareng seseorang," jawab Farel yang langsung membuat Ela menjadi penasaran.


"Hah seseorang,, seseorang siapa?" tanya Ela.


"Ada deh,, loe tunggu aja di rumah loe yah,," ucap Farel.


"Cewek atau cowok? kalau cowok jangan deh kalau yang gue nggak kenal," ucap Ela cepat.


"Tunggu disitu,, nggak usah banyak tanya,, gue tutup dulu yah panggilan telfonnya,," ucap Farel lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.


Ya ampun si Farel ngelunjak banget tuh anak,, bisa-bisanya dia langsung main menutup panggilan telfon saja tanpa mendengarkan aku bicara lagi,, batin Ela.


"Ela dimana?" tanya Elsa.


"Di rumahnya,, berarti kita ke rumah Ela saja kan?" ucap Farel.


"Iya,, kita ke rumah Ela aja,," ucap Elsa.

__ADS_1


"Oke, berpegang nanti kamu jatuh,," ucap Farel dan Elsa pun menuruti ucapan Farel.


Farel hanya senyum-senyum lalu kembali mengendarai motornya menuju ke rumah Ela.


Sedangkan Ela kembali menelepon Friska,, untuk memberitahukan dirinya yang sudah diizinkan sekaligus menanyakan juga kepada Friska di izinkan atau tidak oleh Kenan.


Friska langsung mengangkat panggilan telfon dari Ela begitu Ela menelepon dirinya.


"Gimana om Juan izinkan loe kan?" ucap Friska langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Ela.


"Iya dia izinkan dong,, loe gimana sama pak Kenan, diizinkan atau nggak nih?" tanya Ela balik.


"Diizinkan dong," ucap Friska juga yang langsung membuat Ela senang.


"Oke,, jadi sekarang tinggal kabarin Salsa aja kan," ucap Ela lagi.


"Iya,, loe yang kabarin dan kalau yang lain loe bunyi aja di grup biar cepat," ucap Friska lagi.


"Loe aja yang bunyi di grup pasti cepat respon mereka," ucap Ela lagi.


"Loe aja,, gue lagi mau milih baju nih," ucap Friska lagi.


"Hmm alasan aja,, bilang aja kalau malas," ucap Ela.


"Itu kamu tau," ucap Friska lalu tertawa.


"Jadi loe yah yang bunyi di grup," ucap Friska lagi.


"Oke deh," ucap Friska lagi.


"Oh iya Farel mau ke rumah gue bareng seseorang katanya,, gue benar-benar penasaran tau nggak,, siapa yang akan di bawa Farel ke rumah gue,," ucap Ela.


"Pacar dia kali,, wahh Farel gitu yah sekarang," ucap Friska.


Kayaknya bukan deh,, Farel kan suka sama Elsa,, dan pengen banget kenal lebih dekat Elsa, batin Ela.


"Ela kok diam?" tanya Friska.


"Ehh nggak kok,, gue hanya berpikir aja,, mungkin seseorang itu bukan pacar dia,, karena Farel lagi suka sama sepupu gue," ucap Ela lagi.


"Hah seriusan loe?" ucap Friska.


"Iya,, jadi nggak mungkin pacar dia," ucap Ela lagi.


"Sepupu loe yang mana sih?" tanya Friska.


"Loe nggak pernah ketemu jadi percuma aja loe nggak bakalan tau juga," ucap Ela lagi.


"Oh gitu yah,, ya udah deh loe telfon Salsa yah," ucap Friska.


"Iya,," ucap Ela lagi.


"Ehh kita ngumpul dimana nih?" tanya Ela lagi.

__ADS_1


"Di rumah loe aja,,," ucap Friska.


"Oh oke," ucap Ela.


"Gue kabari Salsa terlebih dahulu kalau gitu," ucap Ela lagi.


"Oke," ucap Friska.


Ela pun langsung menutup panggilan telfonnya dengan Friska begitu mendengar ucapan Friska.


Ela segera menelepon Salsa.


Salsa yang hanya duduk diam di dalam ruangan Raka sambil menunggu di perintah lagi dengan Raka sedikit terlonjak kaget begitu mendengar ponselnya berdering.


Salsa dengan segera melihat nama kontak yang meneleponnya.


Hmm si Ela,, nih anak buat kaget gue aja,, batin Salsa.


"Mau kemana kamu?" tanya Raka karena melihat Salsa yang diam-diam ingin keluar dari dalam ruangan Raka.


Salsa mengehentikan langkahnya begitu mendengar pertanyaan Raka lalu segera menoleh kepada Raka.


"Mau keluar angkat panggilan telfon dari orang,, kenapa memangnya? aku nggak mau yah kamu dengar-dengar pembicaraan aku,, jadi jangan kepo kamu,,," ucap Salsa lagi.


"Ya ampun siapa juga yang mau mendengar pembicaraan kamu,, keluar sana terus balik lagi kesini awas yah kalau kamu kabur," ucap Raka dengan nada mengancamnya.


"Iya tau kok,, nggak mungkin aku mau kabur juga," ucap Salsa.


"Aku hanya mengingatkan saja,, keluar sana," usir Raka.


"Isshh iya,, nggak usah gitu juga kali," ucap Salsa.


Salsa pun segera keluar dari dalam rumah Raka lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Ela.


"Lama banget loe angkat panggilan telfon dari gue Sal,, lagi ngapain sih loe?" tanya Ela kesal.


"Haduhh gue lagi jadi pembantu nih,, loe lupa kerjaan sampingan gue sekarang,," ucap Salsa sambil melihat-lihat ke sekelilingnya.


Dia tidak mau bicara di dalam ruangan Raka karena takut nanti keceplosan menghina-hina Raka dan di dengar oleh Raka.


"Oh iya lupa gue,, gimana tuh loe jadi pembantu,, di suruh apa aja loe sama tuh orang?" tanya Ela.


"Hmm banyak deh,, dan semuanya menjengkelkan,," jawab Salsa.


Ela langsung tertawa begitu mendengar ucapan Salsa yang terdengar sangat kasihan di telinganya.


"Nggak usah tertawa deh loe,, nggak kasihan apa sama gue,," ucap Salsa.


"Kasihan kok gue sama loe, sabar yah,, ingat aja semuanya akan berlalu,," ucap Ela lagi sambil menahan tawanya.


"Iya ingat kok gue, ada apa nih loe nelfon gue?" tanya Salsa.


"Hmmm kita mau keluar jalan,, tapi dengan kondisi loe yang sekarang,, ada kemungkinan loe nggak bisa ikut sepertinya," ucap Ela.

__ADS_1


__ADS_2