Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sedang menunggu...


__ADS_3

Juan pun melihat penuh tanya pada Cika.


Masalah apa lagi ini yang aku hadapi,, masih pagi tapi sudah gini aja,, banyak banget masalah,, ini lagi si Cika ngapain tanya-tanya in suami orang coba,, batin Juan.


"Heh,, aku nanya loh,, kamu ngapain diam gitu? mana Kenan?" tanya Cika lagi yang semakin kesal pada Juan.


"Tuan Kenan tidak ada disini Nona,, tuan Kenan hari ini tidak masuk kerja,, jadi jangan mencari tuan Kenan yah Nona,, lagian kalau Nona ada perasaan lebih pada Tuan Kenan sebaiknya Nona membuang jauh-jauh perasaan itu karena Tuan Kenan nggak mungkin akan membalas perasaan Nona,, terus jangan juga biasakan diri untuk sopan yah Nona,, Nona sudah selesai kuliah kan? jadi Nona tentu tau bagaimana bersikap sopan pada orang lain,, karena anak-anak pun tau bersikap sopan pada orang lain massa Nona yang sudah tua tidak tau bersikap sopan pada orang lain,," ucap Juan.


Cika benar-benar sangat kesal mendengar ucapan Juan yang seperti sedang mempermalukan dirinya,, meskipun disitu sedikit orang tapi tetap saja Cika sangat kesal dengan ucapan Juan.

__ADS_1


"Kamu itu cuma asisten yah,, nggak usah sok ngajarin orang,, kalau tidak ada Kenan kamu seperti ini rupanya sementara kalau ada Kenan kamu sok cari muka dasar bawahan rendahan, awas saja jika nanti Kenan bersama ku,, akan aku pastikan kamu tidak ada lagi di perusahaan ini," ucap Cika yang membuat Juan malah tertawa kasihan sambil melihat Cika yang tampak semakin kesal.


"Hahaha sungguh miris sekali khayalan anda yah,, dengar baik-baik yah Nona, tuan Kenan tidak akan bersama dengan Nona,, karena Nona bukan selera tuan Kenan,, Tuan Kenan seleranya yang muda-muda,, yang bening,, yang cantik ditambah jago segala-galanya termasuk diranjang,, jadi sudah jelas Nona bukan tipe dia,, melihat Nona ini yang hanya tinggal tulang saja mana mungkin Tuan Kenan mau,, sedangkan tuan Kenan sukanya yang berisi pada tempatnya," ucap Juan lagi yang hampir saja memberitahukan mengenai Kenan yang telah menikah.


Maaf tuan Kenan dan Nona Friska,, aku sudah sangat kesal pada wanita ini,, hampir saja keceplosan,, batin Juan.


"Di mohon kesadaran dirinya yah Nona,, carilah pria lain karena Nona sama sekali bukan tipe tuan Kenan,, carilah pria yang menyukai tulang,," ucap Juan lagi sambil menahan tawanya,, rasanya Juan ingin terus menghina Cika sampai kena mental,, karena Cika yang lebih dulu tidak menghargai Juan.


"Awas kamu yah, tunggu sampai Kenan bersama ku," ucap Cika sambil menunjuk Juan dengan tatapan mata penuh kekesalan.

__ADS_1


Lalu Cika memutuskan untuk segera pergi dari perusahaan Kenan.


Sialan kamu Juan,, kamu pikir kamu siapa memperlakukan aku seperti tadi,, awas saja kamu, batin Cika sambil berjalan menuju mobilnya.


Sementara Juan langsung menghembuskan nafasnya kasar.


"Syukurlah wanita setengah gila itu sudah pergi,, malas banget menghadapi wanita seperti itu,, memang kamu siapa Cika akan mendapatkan tuan Kenan,, sementara tuan Kenan sudah sangat bucin pada istrinya,, gumam Juan lalu segera masuk kembali ke dalam ruangan.


Sementara di tempat lain ada seorang pria yang juga sedang menunggu hari kelulusan Friska.

__ADS_1


__ADS_2