
Wanita itu tertawa seakan-akan frustasi.
"Kenapa dia lebih memilih bocah itu,, kenapa," teriak Adelia frustasi.
Rio yang melihat kelakuan Adelia geleng-geleng kepala.
"Diam saja Adelia,, Friska jodohnya Kenan,, kamu ikhlaskan saja,, tidak usah teriak-teriak,," ucap Rio.
Rio memang mencintai Friska tapi dia tidak mau menjadi pengganggu hubungan orang,, Rio hanya memantau dari jauh saja.
"Kamu yang diam,, kamu tidak tau seberapa besar cinta ku padanya,, seberapa besar aku ingin bersama dia," teriak Adelia frustasi sambil membanting barang-barang.
"Kalau kamu mencintai dia,, tidak mungkin kamu selingkuh,, sadar diri saja, jangan banting apa-apa lagi," ucap Rio kesal.
"Itu semua juga gara-gara kamu,," teriak Adelia.
"Kamu yang menjebak aku,, kamu yang menggodaku malah menyalakan aku," ucap Rio.
"Kalau kamu masih seperti ini,, aku akan membawa kamu ke rumah sakit jiwa," ucap Rio lagi.
Adelia pun terdiam,, tentu saja Adelia tidak mau di bawa ke rumah sakit jiwa.
__ADS_1
Rio segera pergi meninggalkan Adelia,, Rio sebenarnya sudah stres dengan kelakuan Adelia, namun dia juga kasihan pada wanita itu makanya dia memberikan Adelia tempat tinggal.
"Orang sudah bahagia dia masih tidak ikhlas dasar aneh," gumam Rio sambil berjalan menuju ke mobilnya.
Sementara di rumah Kenan...
"Nggak usah tertawa terus kalian," ucap Ela.
"Iya,, iya,, ini lagi usaha ditahan," ucap Friska.
"Ya ampun,, kalau gitu kita harus mengatur ulang waktu honeymoon,, nggak mungkin kan, kita pergi honeymoon terus salah satu diantara kita ada yang tidak bahagia," ucap Friska lagi.
"Memang bisa diatur ulang waktunya? aku nggak enak dengan suami kalian yang tampak bersemangat," ucap Ela lagi.
"Iya benar tuh kata Friska,, pasti suami ku juga mau kok kalau minggu depan," ucap Salsa.
"Bukannya mereka sibuk kerja?" ucap Ela lagi.
"Hmmm tenang ada suami Friska yang atur semuanya,," ucap Salsa sambil mengedipkan matanya kepada Friska.
Friska hanya tersenyum.
__ADS_1
"Tenang aja kita akan pergi bulan madu setelah kamu tidak datang bulan lagi,, jadi mari kita keluar jalan-jalan aja,, udah lama banget kita nggak keluar jalan-jalan,, ke mall yuk," ajak Friska.
"Emang suami-suami kita izinin? aku aja udah mau di tahan tadi di dalam kamar?" ucap Salsa.
"Pasti lah di izinkan,, lagian nggak mungkin kan, kita akan di rumah terus sepanjang hari,, ya ampun pasti kita akan sakit pinggang,, demi keamanan pinggang kita lebih baik kita keluar jalan-jalan,,," ucap Friska.
"Cari om-om," bisik Friska lalu tertawa terbahak-bahak.
"Itu sama saja cari mati Fris,, suamimu yang bucin itu pasti langsung bertindak," bisik Salsa.
"Iya nih,, jangan bawa kita ke jurang masalah," ucap Ela sambil bergidik ngeri mengingat kemarahan Kenan yang akan meluap-luap apabila istrinya mencari om-om beneran.
"Canda,,, suamiku udah om-om,, ngapain cari om-om lagi,," ucap Friska.
"Ayo kita keluar yuk,, ajak sahabat-sahabat cowok kita, udah lama nggak nongkrong bareng,, nggak usah ngajak suami mereka sudah om-om pasti nggak nyambung dengan pembicaraan kita semua,," ucap Friska lagi.
"Iya ayo," ucap Ela dan Salsa bersamaan.
Salsa yang merasa bagian intinya masih belum nyaman tetap memaksa untuk ikut. Memang sekarang sudah sangat jarang mereka ngumpul lagi.
"Oke,, masih ingatkan gaya nongkrong kita dulu,, pakaian gitu aja,, kita naik motor aja yah,, aku punya banyak koleksi motor kok,, cuma sudah tidak pernah lagi digunakan,,," ucap Friska.
__ADS_1
Mereka pun sepakat lalu segera ke kamar masing-masing.