
Juan mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar ucapan Syeila.
"Kenapa kamu bicara seperti itu Syeila, lagian dia nggak selabil itu kok, dia nggak main-main menyukai aku waktu itu, hanya aku saja yang selalu menganggapnya sebagai adik waktu itu, aku nggak bisa ikhlasin dia bersama pria lain, dan dia cocok kok sama aku lagian kalau masalah wanita memang banyak tapi aku cintanya sama dia, kenapa kamu kayak gini sih, kamu kan tahu aku cinta banget sama dia," ucap Juan.
Karena aku mencintai kamu Juan, kenapa kamu harus cinta sama ponakan aku sendiri sih, dan juga sepertinya cinta kamu itu tidak bertepuk sebelah tangan, ponakanku itu juga sepertinya mencintai kamu juga, tapi aku akan membuat kalian tidak bisa bersama, lagian Ela lebih baik bersama pria lain saja, batin Syeila.
"Juan buktinya dia cepat banget kan nggak menyukai kamu lagi, masa gitu ajah dia langsung nggak menyukai kamu lagi, seharusnya kalau dia benar-benar menyukai kamu dia harus mempertahankan perasaannya dong dan berusaha mendapatkan kamu, bukannya malah mundur ketika kamu hanya menganggap dia adik saja," ucap Syeila padahal Syeila tahu Ela mundur pasti karena dirinya.
"Juan aku tuh nggak mau kalau kamu sampai salah pilih wanita, ingat Juan kamu kan mencari untuk calon istri kamu kan, jadi kamu harus mencari wanita yang betul-betul mencintai kamu, bukannya yang seperti Ela itu," ucap Syeila lagi.
"Tapi..., " ucapan Juan terhenti karena Syeila sudah memotong ucapan Juan.
"Udah nggak usah tapi-tapian nanti lagi kita bahas itu lebih baik kamu makan deh, aku lapar banget ini, aku nungguin kamu tadi dan belum makan juga," ucap Syeila.
Juan makan dengan dilema karena bingung harus berbuat apa, bicara dengan Syeila malah semakin membuatnya bingung akan apa yang mau dilakukannya lagi nanti, sedangkan Syeila akan terus berusaha mendekati Juan secara halus, membuat Juan pelan-pelan melupakan Ela keponakannya sendiri. Dan membuat Ela semakin salah paham dengan Juan, Syeila juga akan selalu menutupi semuanya bahwa dia adalah tante Ela, dia akan mengungkapkan semuanya di saat dia sudah memiliki Juan lagian Syeila juga memang sengaja tidak ingin melihat foto Ela agar dia tetap menjadi orang yang tidak tahu apa-apa.
Farel kepikiran Ela yang pulang secara mendadak dan juga Juan yang dia lihat di restoran.
Gue yakin ini pasti ada hubungannya dengan pak Juan makanya Ela pulang duluan tadi, pasti dia hanya beralasan saja tadi kalau ada urusan padahal yang sebenarnya dia melihat pak Juan dan tantenya di restoran itu batin Farel.
Farel yang tahu tentang kisah percintaan Ela yang tidak bagus memang sangat perhatian pada Ela, dia kasihan juga pada Ela yang harus mengikhlaskan dan menghibur dirinya sendiri karena orang yang dia cintai sudah berpacaran dengan tante dia sendiri.
Farel memberhentikan motornya karena ingin menelepon Ela.
"Kenapa Rel?" tanya Ardi yang berada di belakang motor Farel tadi.
"Emm nggak kenapa-kenapa kok, gue hanya mau telfon seseorang dulu makanya berhenti," ucap Farel.
"Siapa?" tanya Ardi kepo.
"Ela yang loe mau telfon yah?" tanya Ardi lagi.
"Loe kepo banget sih sama kayak Haris, bukan Ela yang gue mau telfon dan loe nggak usah kepo yah," ucap Farel.
"Ihh jangan sama-samakan gue dengan Haris karena gue jelas berbeda dengan dia," ucap Ardi.
__ADS_1
"Lebay loe, udah sono pulang duluan loe nggak usah nungguin gue, karena gue bakalan lama telfonannya," ucap Farel.
"Yakin nih gue balik duluan, nggak takut loe disini sendirian?" tanya Ardi sambil nyengir.
"Yah nggak lah, loe pikir gue anak-anak yang mau takut, udah pulang loe sana," usir Farel.
"Iya gue pulang,, santai ajah loe kalau ngusir," ucap Ardi.
"Udah santai nih, bye Ardi hati-hati loe," ucap Farel.
"Iya loe juga hati-hati, jangan singgah-singgah tempat sembarangan loe yah," ucap Ardi lalu tertawa.
"Yah nggak lah, otak loe itu," ucap Farel sambil menggelengkan kepalanya.
"Siapa tahu ajah kan loe singgah tempat sembarang, terus pas terciduk loe bilang kesasar," ucap Ardi lalu tertawa.
"Yah nggak bakalan lah gue seperti itu," ucap Farel.
"Balik loe sono," usir Farel lagi.
Ela yang sudah hampir tertidur tiba-tiba terbangun karena bunyi ponselnya yang sangat nyaring, dengan segera Ela mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang meneleponnya.
Ela segera mengangkat panggilan telfon dari Farel.
"Halo Rel, ada apa?" tanya Ela.
Farel mendengar baik-baik suara Ela, karena Farel berpikir Ela mungkin sedang menangis lagi sekarang tetapi ternyata Ela tidak menangis, dan itu membuat Farel lega.
"Loe nggak lagi nangis kan Ela?" tanya Farel memastikan langsung.
Ela mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar pertanyaan dari Farel.
"Nangis?" ucap Ela.
"Ngapain gue nangis Rel?" tanya Ela balik.
__ADS_1
"Yah karena lihat pak Juan dengan tante loe di restoran yang sama dengan kita, siapa tahu ajah loe nangis lagi," jawab Farel yang membuat mata Ela terang seketika.
"Loe tahu darimana Rel kalau kak Juan dan tante gue di restoran yang sama dengan kita tadi?" tanya Ela.
"Oh jadi benar dugaan gue, loe pulang pasti karena mereka, iyakan?" tanya Farel penuh selidik.
"Nggak kok Rel, justru gue nggak lihat tante gue tadi di restoran," jawab Ela.
"Lah terus kok loe bisa tahu?" tanya Farel.
"Karena gue tadi di bawa pulang sama kak Juan tahu nggak, sebenarnya gue itu nggak mau pulang tapi kak Juan malah membawa gue pulang, gue kaget banget tadi pas ketemu dengan kak Juan, terus ketika gue telfon tante gue ternyata dia lagi di restoran yang sama dengan kita, dan sedang makan dengan kak Juan," jawab Ela yang membuat Farel jadi bingung.
"Loh kok gitu sih, pak Juan kenapa mengantar loe pulang?" tanya Farel.
"Gue juga nggak tahu Rel, hemm pokoknya gitu deh Rel, gue bingung tuh sama kak Juan, udahlah malas gue mikirin itu, gue ngantuk mau tidur," ucap Ela.
Kok aneh banget yah, batin Farel.
"Rel loe lihat mereka tadi yah?" tanya Ela.
"Iya gue nggak sengaja melihat mereka tadi, jadi itu tante loe?" ucap Farel.
"Iya itu tante gue," ucap Ela.
"Cantik loe, tapi mungkin dia tipe pak Juan," ucap Farel lalu tertawa.
"Ya ampun Rel, loe itu memuji sekaligus membuat nyesek tahu nggak hati gue," ucap Ela.
"Sorry... sorry," ucap Farel sambil tersenyum.
"Rel mereka mesra-mesra nggak?" tanya Ela yang kepo, karena kalau dia yang berpacaran dengan Juan sudah pasti dia akan manja-manja pada Juan, dan Ela membayangkan kalau tantenya akan begitu juga. Ela kebanyakan nonton drama Korea.
Farel kembali mengingat apa yang di lihatnya tadi ketika Juan dan Syeila sedang makan di restoran yang sama dengan dia.
"Nggak sih kalau yang gue lihat tadi mereka biasa ajah," jawab Farel jujur sesuai yang dia lihat tadi.
__ADS_1