
"Sayang mau ngapain di kamar sih?" tanya Friska sambil melihat senyum mesum dari wajah Kenan.
"Mau melanjutkan yang tadi sayang,, kan tadi belum selesai ehh Juan udah ganggu aja,," ucap Kenan sambil membuat Friska baring di tempat tidur lalu menindihnya.
"Udah tadi sayang, kamu mau mencium kan tadi,, dan sejak tadi kamu mencium aku loh,, gimana sih, awas dong yank, aku mau keluar kamar,," ucap Friska.
Tapi Kenan tidak pindah-pindah juga.
"Iya,, tapi sekarang aku berubah pikiran,, aku pengen lebih,," ucap Kenan lalu mengecup pipi Friska.
"Astaga sayang,, kita baru habis sarapan loh,, jangan minta yang macam-macam deh,, lebih baik kita keluar kamar yuk,, supaya pikiran kamu itu bersih sedikit,," ucap Friska.
"Nggak bisa,, maunya begitu dulu baru kita keluar kamar,, sayang nggak boleh tolak keinginan suami, apalagi aku lagi pengen banget nih,," ucap Kenan lagi.
"Mulai deh bawa-bawa yang begitu,, dasar,," ucap Friska.
"Supaya kamu mau,," ucap Kenan sambil nyengir.
"Iya aku mau,, tapi jangan di tambah lagi yank di leher aku ini,, udah banyak loh ini,, kapan aku ketemu sama sahabat-sahabat aku kalau begini keadaannya leherku,, nanti mereka curiga dan mikir macam-macam lagi kalau aku nggak bertemu mereka,," rengek Friska.
"Iya sayang aku usahakan nggak di tempat lain buatnya,, di tempat yang tertutup,, kalau buat lagi di lehermu berarti khilaf,," ucap Kenan lalu mencium bibir Friska agar Friska tidak bicara lagi dan terima saja sama apa yang Kenan inginkan sekarang.
Dan pada akhirnya mereka bercinta lagi di pagi hari sesudah sarapan. Karena Friska tidak mungkin bisa lagi menolak jika Kenan lagi menginginkan dirinya.
Pada akhirnya Juan sampai juga di perusahaan Kenan. Dia segera ke luar dari dalam mobil lalu berjalan masuk menuju ruangan Kenan karena Kenan belum masuk kantor,, Juan berjalan sambil berpikir alasan apa yang akan dia ucapkan sama Ela,, sejak tadi dia belum menemukan alasan apapun sedangkan dia tau pasti Ela sedang menunggu kabar dari dirinya sekarang,, dia tidak mau Ela marah sama dia tapi dia juga tidak mau kalau sampai hubungan Kenan dan Friska ketahuan hanya karena dia.
Juan duduk lalu segera menelepon Ela,, karena dia sudah janji tadi.
Alasan itu saja lah semoga Ela percaya dan tidak curiga,, batin Juan.
"Akhirnya kak Juan nelfon juga,, deg-degkan gue sama apa yang akan di ucapkan kak Juan,," ucap Ela.
"Sama kok,, tapi loe angkat dulu,, jangan lupa speaker yah,," ucap Salsa.
"Oke deh," ucap Ela.
Lalu Ela segera mengangkat panggilan telfon dari Juan dan mengaktifkan speaker ponselnya.
"Halo, kak Juan,," ucap Ela sambil tersenyum manis meskipun hanya Salsa yang melihat senyumnya.
"Em halo,, kamu lagi ngapain?" tanya Juan basa-basi.
"Lagi nungguin telfon dari kamu,, aku kan mau tau mengenai itu loh gigit-gigitan itu,, Friska kena gigit dimana?" tanya Ela yang sudah sangat penasaran.
"Oh itu,, di tangan dia,, tuan Kenan terlalu gemas sama Nona Friska,, akhirnya dia tidak sadar gigit ponakannya sendiri," jawab Juan sambil berdoa agar Ela tidak curiga dengan alasan yang dia buat.
Hening seketika,, Ela dan Salsa langsung saling pandang-pandangan karena sebenarnya mereka mengira hal lain,, tapi ternyata tidak sesuai dengan pikiran mereka.
Loh kok langsung nggak ada suara yah,, dia percaya atau nggak yah,, duhh bingung,, batin Juan.
"Halo,," ucap Juan pada akhirnya.
__ADS_1
"Eh iya halo,," ucap Ela.
"Kenapa kamu diam?" tanya Juan untuk mengetes respon Ela mengenai alasan yang dia berikan tadi.
"Emm ini aku hanya sedikit terkejut saja mendengar ucapan kak Juan,, tau nggak pikiran aku dan Salsa tadi itu udah beda loh,, kita pikir pak Kenan itu menggigit di bagian leher,, di bibir atau ya pokoknya yang kayak gitu lah,, tapi ternyata di tangan toh,, kita salah mengira lagian otak kita juga sih nggak bisa di kontrol mana mungkin mereka seperti itu secara mereka ponakan dan om,,, sayang kamu jangan bilang-bilang yah sama pak Kenan,, habislah kita kalau sampai pak Kenan tau pikiran sembarangan kita tadi,," ucap Ela sambil melihat Salsa.
Huuf untung saja mereka percaya,, ehh tapi tunggu kok dia tau letak-letak gigitan itu,, darimana pacarku ini mengetahui semuanya,, aku saja tidak tau tadi,, batin Juan.
"Iya aku nggak akan bilang kok sama pak Kenan,, tenang aja yah,," ucap Juan.
"Tapi aku mau menanyakan sesuatu nih sama kamu," ucap Juan.
"Tanya apa?" ucap Ela.
"Kamu bilang di leher,, di bibir,, kamu tau darimana itu?" tanya Juan penuh selidik.
"Emm ini sayang dari Salsa,, dia yang bilang tadi jadi aku ikut-ikutan deh,," ucap Ela cepat.
"Isshh Ela tega banget loe fitnah gue,, secara kita kan sama-sama tau,," ucap Salsa cepat karena tidak terima di fitnah dengan Ela.
"Ya ampun Salsa nggak mau ngaku lagi,," ucap Ela.
"Loe tuh yang nggak mau ngaku,," ucap Salsa.
"Emm sayang kamu udah sarapan?" tanya Ela sengaja mengalihkan pembicaraan.
Juan hanya menggelengkan kepalanya karena tau Ela sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Sudah kok,, aku kerja dulu yah kalau gitu,, kalian jangan mikir macam-macam lagi,, dan sepertinya kalian masih lama bertemu dengan Nona Friska,, dia tadi masih ada urusan dengan pak Kenan,, tapi dia sangat merindukan kalian,," ucap Juan.
"Tunggu sampai selesai sayang baru dia ngumpul lagi bareng kalian,, karena sekarang Nona Friska lagi mengurus masa depan dia,, dan kalian tau sendiri kan tuan Kenan itu gimana,," ucap Juan lagi.
"Iya juga sih,," ucap Ela.
"Ya udah aku tutup dulu yah telfonnya,, ingat jangan mikir macam-macam lagi,," ucap Juan.
"Nggak kok,," ucap Ela sambil nyengir.
"Sayang kamu nggak usah bilang I love you karena aku tau kok kalau kamu selalu mencintai aku, seperti kata kamu waktu itu,,," ucap Ela sambil senyum malu-malu dan itu terlihat mengesalkan di mata Salsa.
Juan tersenyum mendengar ucapan Ela.
"Ya udah aku tutup yah panggilan telfonnya," ucap Juan masih dengan senyumnya.
"Iya sayang," ucap Ela.
Setelah mendengar ucapan Ela,, Juan segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
Ela,, Ela kok kamu bisa tau sih gigit-gigitan itu di leher,, main mu jauh sekali sayang,, batin Juan sambil menggelengkan kepalanya.
Kamar Ela.
__ADS_1
"Hmm gue udah tungguin juga dan ternyata cuma gigitan di tangan doang,, kalau tau gue pulang aja deh dari tadi,, gue pikir bakalan ada gosip hot tau nggak,," ucap Salsa.
"Sama kok,, gue juga mikirnya udah kemana-mana tadi,, hanya kita juga sih yang terlalu mikir sembarangan,, sudah jelas-jelas pak Kenan dan Friska itu ponakan dan om jadi nggak mungkin seperti itu,,, kita masih saja nggak bisa mengendalikan pikiran kita ini,," ucap Ela.
"Iya sih kita juga yang salah,, udah ahh gue mau balik sekarang,," ucap Salsa.
"Bentaran dong," ucap Ela.
"Duhh nggak bisa Ela,, gue mau balik sekarang,, lagian coba aja ada Friska mau gue lama-lama kan rame,, lah ini kita berdua doang mana gue jadi obat nyamuk terus lagi kalau loe telfonan dengan kak Juan,, kalau ada Friska kan ada tuh teman gue jomblo jadi nggak berasa gitu walaupun loe mesra-mesraan telfonan dengan kak Juan,," ucap Salsa.
"Loe merasa banget jadi obat nyamuk," ucap Ela tanpa dosa.
"Iyalah,, ehh tapi kapan nih loe mau memberitahukan Friska tentang hubungan loe dengan kak Juan?" tanya Salsa.
"Nanti kalau kita ngumpul-ngumpul,, gue juga mau beritahu yang lain,, tentang kabar gembira gue ini,," ucap Ela.
"Farel juga loe mau beritahu?" tanya Salsa.
"Iya dong,," jawab Ela.
"Loe tega banget,, nggak kasihan loe sama dia,, pasti patah hati tuh dia,," ucap Salsa.
Ela langsung tertawa begitu mendengar ucapan Salsa.
"Dihh ketawa lagi loe,," ucap Salsa.
"Lucu sih loe,, mana ada Farel akan cemburu,, gila loe yah?" ucap Ela.
"Lah bukannya selama ini kalian itu dekat yah?" tanya Salsa.
"Iya kita dekat tapi dia itu lagi ngincar sepupu gue tau,, yang di sekolah lain,, makanya kita selalu bersama dan dia juga selalu menghibur gue,," jawab Ela lalu tertawa.
"Wahh gila,, nggak tau gue wee,, nggak ngomong-ngomong juga loe yah,," ucap Salsa.
"Farel maunya kalau udah jadian aja baru dia mau ngomongin semuanya,, jangan bilang sama yang lain dulu yah,, dan loe pura-pura nggak tau aja dulu,," ucap Ela.
"Beres deh,," ucap Salsa.
"Sepupu loe yang mana sih?" tanya Salsa kepo.
"Loe belum pernah lihat,, nanti deh kita ke rumah dia yah,, kita ketemu sekaligus gue mau bawa Farel juga," ucap Ela lagi.
"Oke kalau gitu gue tunggu yah,," ucap Salsa.
"Iya, gue bakalan kabarin loe," ucap Ela.
"Hm,, okelah gue balik dulu,," ucap Salsa sambil berjalan mengambil barang belanjaannya.
"Oke hati-hati loe," ucap Ela.
Ela mengantar Salsa sampai di depan rumahnya, sampai Salsa tidak terlihat lagi motornya barulah dia masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
**Di jalan,,, Salsa tidak sengaja menabrak belakang mobil seseorang,, walaupun dia sudah rem motornya tapi tetap saja dia menabrak belakang mobil itu.
Salsa tampak kesal karena dia merasa dia tidak sepenuhnya salah,, mobil itu berhenti mendadak,, padahal tadi dia sempat melamun**.