
Friska langsung melongo begitu mendengar ucapan Kenan.
Kenan dengan segera mencium bibir Friska.
"Tunggu,, tunggu,, kamu nggak capek apa sayang kok main nyosor aja,," ucap Friska begitu Kenan sudah melepaskan ciumannya.
Kenan langsung tersenyum begitu penuh arti begitu mendengar ucapan Friska.
"Nggak ada kata capek kalau urusan begini,, lagian kamu ini centil banget yah di luar begitu tidak ada pengawasan dari suami,, padahal aku sudah sangat percaya sama kamu istriku yang centil,, jadi aku akan membuat penerus secepatnya biar kamu nggak centil lagi," ucap Kenan sambil melepaskan baju Friska.
"Kamu hanya salah paham saja suamiku sayang,, tadi itu aku cuma bercanda saja berbicara seperti tadi itu,, bukan mau centil-centil sayang," ucap Friska cepat.
"Jangan dulu buat penerus disaat kamu lagi kesal begini,, karena aku pasti encok-encok terus kamu pasti nggak lembut-lembut buatnya,, pasti kamu bakalan bar-bar banget," ucap Friska yang langsung membuat Kenan tertawa,, Kenan benar-benar tidak bisa menahan tawanya lagi begitu mendengar ucapan istrinya itu.
__ADS_1
"Tuh kan kamu tertawa pasti benar yang aku ucapkan tadi,," ucap Friska sambil melihat suaminya penuh selidik.
"Sayang percaya sama aku yah,, tadi itu aku hanya bercanda saja,, jadi malam ini kita tidur aja yah,, nggak usah aneh-aneh,," ucap Friska sambil berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Mau bercanda mau tidak tetap saja menurut aku itu nggak bercanda,, jadi kamu harus menerima hukuman,, ini hukuman enak dan juga supaya kamu cepat berisi biar nggak ada lagi cowok yang bisa kamu dekati,," ucap Kenan sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh istrinya.
"Lagian lihat baik-baik suami kamu ini,, aku kurang apa sih sehingga kamu masih mau mencari pria lain di luaran sana,," ucap Kenan lagi.
"Ya ampun sayang kok kamu mikirnya jauh banget sih,, aku tadi hanya bercanda saja beneran nggak bohong hanya bercanda saja,, jangan anggap serius ucapan aku tadi," ucap Friska lagi.
Friska tidak mau kalau keluar jalan bersama sahabat-sahabatnya ada Kenan karena para sahabat-sahabatnya pasti akan merasa sangat canggung pada Kenan.
"Jangan begitu dong sayang,, maafin aku yang tadi aku nggak bakalan ulang lagi," ucap Friska.
__ADS_1
"Hmm nggak bisa lagi aku pegang ucapan kamu,, dan tadi kamu boncengan dengan Dafa,, sakit sayang hati suami kamu ini,," ucap Kenan lagi yang langsung menjadi kesal begitu mengingat istrinya boncengan dengan Dafa.
"Sekarang kita buat dedek saja,," ucap Kenan lagi.
"Oh iya,, kamu nggak minum obat penunda kehamilan kan? kok lama berisi nya," ucap Kenan lagi sambil melihat Friska.
"Yah nggak lah,, kalau aku minum kan pasti kamu tau," ucap Friska.
"Iya juga,, berarti aku kurang tokcer nih,, harus lebih sering nih kita lakuinnya biar cepat berisi," ucap Kenan lalu segera melakukan apa yang ingin dia lakukan sedangkan Friska hanya bisa pasrah saja dengan apa yang dilakukan Kenan pada dirinya.
Semoga ada waktu tidur sebentar,, perasaan aku nggak enak nih,,, batin Friska.
sementara di dalam mobil,, Ela merasa semakin dingin begitu duduk disamping Juan.
__ADS_1
Juan masih terus terngiang-ngiang ucapan Ela yang didengarnya dan sangat centil sekali,, bahkan Juan juga sudah memikirkan perawatan yang dikatakan Kenan pada dirinya sebelumnya.