
"Kamu bertemu dia dimana?" tanya Syeila pura-pura, sebenarnya dia sudah tahu kalau pasti Juan melihat Ela di restoran ini juga, dan dia sangat menyesal tidak melihat Ela duluan agar dia bisa membawa Juan ke restoran lain.
"Di restoran ini, aku melihatnya tadi makanya aku ke toilet sebentar tadi untuk berbicara dengannya, tapi karena dia bawel banget jadi aku bawa pulang dia saja, aku nggak bisa lihat dia dekat dengan pria lain sekalipun itu temannya sendiri," ucap Juan.
"Syeila apa yang harus aku lakukan sekarang dia tidak menyukai aku lagi, dia benar-benar sudah tidak menyukai aku padahal pernah dia sangat menyukai aku, aku ingin sekali mengungkapkan perasaan aku padanya tapi dia pasti menolak aku karena terlihat sekali dia tidak menyukai aku lagi," ucap Juan.
"Bagaimana cara mengejar wanita? aku tidak tahu hal yang seperti itu," ucap Juan.
Syeila sebenarnya kesal setiap Juan selalu bertanya bagaimana supaya dia bisa bersama dengan ponakannya sendiri tapi lagi-lagi Syeila tidak ada pilihan lain selain berpura-pura tidak sakit hati.
Sementara tidak jauh dari tempat mereka duduk Farel dan yang lainnya sedang bingung karena Ela belum datang-datang juga dari toilet.
"Sal loe pergi cek Ela coba, kok dia belum balik-balik sih," ucap Ardi.
"Iya Sal coba loe cek, kenapa tuh anak belum balik-balik, jangan sampai dia kenapa-kenapa lagi," ucap Farel.
"Iya nih, ya udah gue ke toilet dulu," ucap Salsa sambil berjalan menuju toilet.
Yang cowok-cowok duduk menunggu Salsa.
Di dalam kamar Ela.
"Kak Juan itu maunya apa sih, jelas-jelas dia berpacaran dengan tante Syeila, tapi kenapa dia seperti itu padaku tadi, kenapa dia sangat lembut walaupun dia tadi sempat marah tapi tetap saja dia baik dan lembut padaku," gumam Ela yang benar-benar bingung.
Ela teringat dengan makanan yang Juan pesan tadi, dia segera membuka bungkusan itu dan memang benar yang di katakan Juan kalau menu itu pasti yang di pesan Ela. Ela langsung baper karena Juan bisa memesan makanan itu tanpa bertanya pada Ela.
Astaga Ela jangan baper,,, jangan baper... ingat dia itu pacar tante loe, masa loe mau baper sama pacar tante loe sendiri walaupun dulu loe suka sama dia tapi ingat sekarang udah beda dia udah bersama dengan tante loe jadi lupain dia,,, lupain batin Ela.
Walaupun Ela tidak mau baper lagi tapi tetap saja makanan itu dia makan karena dia sangat lapar dan juga makanan itu makanan kesukaan dia.
Ela makan sambil kepikiran dengan perlakuan Juan padanya, Ela bahkan lupa kalau tadi dia meninggalkan sahabat-sahabatnya tanpa bilang-bilang.
Kak Juan itu mau belajar jadi cowok playboy yah batin Ela**.
Salsa yang tidak melihat Ela di toilet segera kembali ke meja tempat sahabat-sahabatnya menunggunya.
Salsa sedikit panik karena Ela tidak ada di toilet dia bahkan sudah berpikiran bahwa Ela di culik.
"Sal mana Ela?" tanya Farel.
__ADS_1
"Emm Ela nggak ada di toilet, gimana ini?" tanya Salsa.
"Jangan bercanda deh loe Sal, mana mungkin Ela nggak ada di toilet secara tadi dia pergi ke toilet kok, udah cek baik-baik belum?" tanya Haris.
"Udah gue cek, Ela nggak ada di toilet, ngapain juga sih gue bercanda loe nggak lihat nih wajah gue panik gini, jangan-jangan Ela di culik lagi," ucap Salsa.
"Siapa sih yang mau culik Ela, nggak usah mikir macam-macam loe, lagian penculik itu bakalan mikir kalau mau culik Ela," ucap Jojo.
"Gue serius ini Jojo, ngapain loe bercanda sih," ucap Salsa gemas.
"Gue juga serius nggak lagi bercanda ini," ucap Jojo.
"Udah deh jangan ribut kalian, sekarang tenang dulu, biar kita bisa mikir," ucap Dafa.
Karena terlalu panik mereka sampai lupa untuk menghubungi ponsel Ela.
Sedangkan Ela yang lagi makan langsung teringat dengan sahabat-sahabatnya yang dia tinggalkan dengan terpaksa di restoran, Ela segera mengambil ponselnya lalu menghubungi Salsa. Ela yakin pasti sekarang sahabat-sahabatnya lagi menunggu dia atau bahkan sekarang dia sedang di cari.
"Ponsel siapa tuh yang bunyi?" tanya Haris.
"Ponsel loe Sal," ucap Jojo.
"Ela yang telfon," ucap Salsa lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Ela.
Sahabat-sahabatnya yang lain ikut lega begitu tahu ternyata Ela yang menelepon.
"Halo, dimana loe Ela?" tanya Salsa langsung begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari Ela.
"Ini gue lagi di rumah, maaf tadi gue ada urusan mendadak dan lupa izin sama kalian," ucap Ela sambil nyengir.
"APA!!! ucap Salsa yang langsung membuat sahabat-sahabatnya yang lain semakin penasaran dengan apa yang Ela ucapkan.
"Bisa-bisanya loe sekarang di rumah loe sedangkan kita lagi panik disini sekarang," ucap Salsa.
"Speaker," ucap Farel.
Salsa segera mengaktifkan speaker ponselnya.
"Yah maaf, gue benar-benar ada urusan penting tadi," ucap Ela.
__ADS_1
"Loe pulang naik apa?" tanya Dafa.
"Taksi online," jawab Ela bohong.
"Ya ampun kenapa loe nggak bilang ajah sih Ela biar gue antarin loe, kenapa harus naik taksi online coba," ucap Farel.
"Iya nih Ela, tega banget nggak pamit sama kita," ucap Haris.
"Duh gue benar-benar lupa tadi, abis gue di telfon dan langsung deh gue pulang, maaf yah semuanya," ucap Ela yang merasa bersalah karena telah berbohong pada sahabat-sahabatnya.
"Iya kita maafin, lain kali loe jangan ulangi lagi yah," ucap Ardi.
"Iya nggak kok," ucap Ela.
"Ya udah Ela gue tutup telfonnya dulu, kita kayaknya udah mau pulang nih," ucap Salsa.
"Oke, kalian hati-hati yah," ucap Ela.
"Iya," ucap Salsa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
"Astaga siapa yang mau bayarin makanan Ela?" tanya Salsa.
"Gue yang bayarin," jawab Farel.
"Gue juga dong Rel," ucap Haris.
"Bayar sendiri loe, mana pesanan loe banyak lagi," ucap Farel lalu tertawa.
"Sudah ku duga loe pasti nggak mau," ucap Haris lalu tertawa juga.
Mereka segera membayar dan segera pulang ke rumah masing-masing.
Farel tidak sengaja melihat Juan dan Syeila sedang duduk di restoran yang sama dengan mereka, Farel langsung kepikiran dengan Ela yang pulang mendadak.
Apa jangan-jangan karena Ela melihat pak Juan bersama wanita lain, itu sebabnya Ela langsung pulang duluan, dan jangan-jangan itu tante Ela lagi batin Farel lalu segera berjalan ke luar restoran.
##########
"Juan kalau menurut aku yah, Ela itu kan sudah tidak menyukai kamu sama sekali lebih baik kamu lupakan saja dia, karena percuma saja berarti pernah itu dia hanya main-main saja bilang suka sama kamu,, lagian dia itu masih labil dan nggak cocok sama kamu yang sudah dewasa begini, aku sebagai teman kamu nggak mau lihat kamu patah hati hanya karena Ela, masih banyak wanita yang cocok sama kamu dan lebih dewasa," ucap Syeila kepada Juan.
__ADS_1