Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Itu juga bagus


__ADS_3

Juan pun langsung terkejut begitu mendengar ucapan Kenan, karena Kenan sebenarnya tidak bisa untuk pergi-pergi dulu, Juan tidak bisa menyelesaikannya sendiri karena ada beberapa yang harus Kenan sendiri yang turun tangan.


"Tuan Kenan ada urusan apa? biar saya saja yang usahakan untuk menyelesaikan disana," tanya Juan pada akhirnya, karena kalau bisa dia handle lebih baik dia saja yang mengurus daripada harus Kenan yang pulang.


"Ini urusan mengenai istriku dan ini lebih penting dari apapun," ucap Kenan yang sudah ingin pergi meninggalkan Juan di perusahaan.


Juan pun mengernyitkan keningnya bingung.


Apa yang sedang dilakukan nona Friska disana sehingga Kenan terlihat sangat marah, apa Nona Friska macam-macam disana tapi mana mungkin sih batin Juan.


"Urus disini, kamu masuk lagi melanjutkan meeting, saya hanya mau memberitahukan kamu itu," ucap Kenan.


"Maaf tuan memangnya apa yang terjadi sehingga tuan memutuskan untuk pulang?" tanya Juan yang sangat penasaran.


"Juan ini tentang Raka yang ingin menggoda istriku, dia malah mengirimkan aku pesan kalau dia sedang melihat istriku yang semakin cantik, memang dia tidak bisa di kasih hati, karena di kasih hati dia malah minta jantung, aku akan mengurusnya sendiri bisa-bisanya dia mau mendekati istriku," ucap Kenan dengan amarahnya yang membuat Juan menelan salivanya kasar.


"Tuan lebih baik bicara dulu dengan istri tuan, dan Raka itu kapan melihat istri tuan, bukannya Nyonya muda sedang di sekolah sekarang," ucap Juan.


Kenan pun langsung tampak berpikir sambil melihat jam dan memang iya istrinya sedang belajar sekarang.


"Tuan tenang dulu karena bisa saja si Raka itu hanya ingin memanas-manasi tuan, dan kalau tuan pulang bisa-bisa istri tuan marah karena tuan meninggalkan pekerjaan disini," ucap Juan.


"Aku nggak bisa tenang Juan kalau menyangkut istriku," ucap Kenan namun memikirkan ucapan Juan juga, karena sudah pasti istrinya akan marah kalau dia malah pulang di saat belum selesai pekerjaannya disini, sementara istrinya menginginkan Kenan cepat selesaikan pekerjaan lalu pulang.


Kenan pun akhirnya menyuruh bawahannya untuk mencari tahu keberadaan Raka sekarang. Dan tak lama bawahan Kenan memberikan informasi bahwa Raka sedang berada di perusahaan Kenan yang sedang di pimpin sementara oleh Jeki.


"Juan kamu kembali ke dalam, saya sudah tidak mood, aku mau ke ruanganku saja," ucap Kenan sambil berjalan kembali ke ruangannya.


Juan hanya geleng-geleng kepala melihat bosnya itu yang sangat takut istrinya di ambil orang.

__ADS_1


Raka... Raka kamu itu cari masalah ajah tahu nggak, kalau kamu melihat kemarahan Kenan pasti kamu tidak berani lagi membuatnya marah batin Juan sambil berjalan masuk kembali ke dalam ruangan meeting, dan keadaan kembali mencekam lagi karena Juan juga tidak kalah ganasnya dari Kenan.


"Lebih baik kamu segera mengaku kepada tuan Kenan kalau tadi kamu hanya bercanda saja, aku benar-benar khawatir sama kamu," ucap Jeki.


"Heem bentar deh, lagian Kenan juga ngga mungkin marah sampai segitunya sih, kan cuma bercanda doang, sekarang aku lagi disinikan" ucap Raka.


"Nggak mungkin apaan sih, memang kamu yakin, kalau tuan Kenan nggak akan marah sampai segitunya, dari wajah kamu ajah terlihat panik juga tuh," ucap Jeki.


"Makanya kalau bercanda itu lihat dulu orangnya," ucap Jeki lagi.


"Aku udah lihat-lihat kali, dia itu temanku masa dia setega itu sama aku mau marah beneran, kan cuma bercanda ajah kalau beneran aku lakuinnya baru dia boleh marah," ucap Raka.


Sedangkan Kenan yang masih belum tenang dan masih terlihat marah segera menghubungi Jeki.


Jeki yang mendengar ponselnya berdering segera melihat dan sedikit keringat dingin begitu melihat Kenan yang meneleponnya.


"Duh lebih baik kamu pulang deh, atau pergi tempat lain, aku nggak mau ikut-ikutan nih," ucap Jeki sambil melihat ponselnya dengan mimik wajah khawatir.


"Ini tuan Kenan," ucap Jeki lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


Raka pun segera diam.


"Halo tuan Kenan," ucap Jeki begitu mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Dimana Raka?" tanya Kenan dingin.


"Ini tuan dia sedang duduk di dalam ruangan tuan," ucap Jeki sambil melihat Raka.


Kenan pun tampak tenang.

__ADS_1


"Sejak kapan dia berada disitu?" tanya Kenan lagi.


"Sejak tadi tuan," ucap Jeki.


"Kenan aku cuma bercanda ajah kok tadi, karena aku sejak tadi berada di ruangan kamu saja nggak pergi menggoda istrimu," ucap Raka yang masih di dengar oleh Kenan sambil nyengir.


Raka pun menyuruh Jeki untuk mengaktifkan speaker ponselnya yang masih di dengar oleh Kenan.


"Berterima kasihlah pada Juan, tadi aku sudah mau pulang untuk memberikan pelajaran langsung pada kamu Raka, tapi untung Juan menahan aku dan memberitahukan aku pendapatnya yang membuat aku bisa berpikir sejenak, dan mengurungkan niatku untuk pulang," ucap Kenan yang membuat Raka langsung merinding.


Juan terima kasih kamu memang penolong aku secara tidak sengaja batin Raka.


"Iya-iya maaf Kenan pokoknya aku sangat berterima kasih sekali pada Juan, kamu nggak usah pulang aku tidak menggoda istrimu kok, aku juga belum melihat istrimu, sejak tadi aku hanya duduk saja di dalam ruanganmu bersama Jeki," ucap Raka jujur yang membuat Jeki setengah mati menahan tawanya karena melihat wajah Raka yang sangat pucat itu.


"Raka jangan pernah menggoda istriku kalau kamu masih mau tenang, cari saja wanita lain, jangan istriku," ucap Kenam tegas.


Susah Kenan siapa suruh kamu mempunyai istri yang sangat cantik dan juga baik, aku benar-benar susah melupakan istrimu itu batin Raka.


"Iya Kenan, aku lagi usaha ini untuk mencari wanita lain, kalau bisa," ucap Raka.


"Yah harus bisa dong, jangan pernah berpikir untuk mendapatkan istriku, karena dia hanya milik aku," sentak Kenan.


"Iya-iya bapak Kenan Mahardika, siapa suruh juga istrimu itu sangat cantik dan bisa mengambil hatiku," sewot Raka yang malah keceplosan.


"Apa kamu bilang Raka," bentak Kenan sambil berdiri dari kursi kebesarannya.


"Nggak kok, nggak bilang apa-apa, aku benar-benar nggak menggoda istrimu dan juga akan mencoba mencari wanita lain," ucap Raka cepat.


"Kamu selalu aku pantau, awas saja kamu kalau sampai aku mendapatkan laporan yang tidak aku inginkan, kamu akan tahu sendiri akibatnya," ucap Kenan.

__ADS_1


"Iya-iya kamu tidak akan mendapatkan laporan yang tidak kamu inginkan karena aku akan kembali masuk ke dalam goa saja," ucap Raka asal.


"Itu juga bagus, kamu lebih baik masuk ke dalam goa lagi, untuk ketentraman hidupmu," ucap Kenan.


__ADS_2