
"Om Juan itu foto siapa?" tanya Friska yang sudah penasaran.
Juan terlonjak kaget begitu mendengar suara Friska yang sangat tiba-tiba menurutnya.
"Om Juan masih normalkan, kok om Juan senyum-senyum melihat foto cowok sih," ucap Friska lagi.
"Ya ampun Nona muda saya benar-benar kaget," ucap Juan.
"Saya normal banget kok Nona, lagian ini cewek bukan cowok, dia teman lama saya, saya senyum-senyum dan ketawa-ketawa juga karena dia ngirim foto-foto lucu ini, foto zaman dulu" ucap Juan.
Kenan dan Friska benar-benar terkejut begitu mengetahui bahwa foto yang mereka lihat tadi itu adalah foto cewek.
"Seriusan om Juan, itu cewek?" tanya Friska ulang seakan tidak percaya.
"Iya Juan itu benaran cewek, kok bentuknya kayak cowok," ucap Kenan juga.
"Iya ini cewek tapi sekarang dia sudah berubah kok, penampilannya sudah berubah banget nggak seperti ini lagi, dia sudah berpenampilan layaknya seorang wanita, semalam aku tidak sengaja bertemu dengan dia sehabis membawa Renata," ucap Juan.
"Aku sangat akrab dengan dia dulu, tapi semalam pertama kali dia menegur aku, aku benar-benar tidak mengenali dia," ucap Juan lagi.
"Wah Ela punya saingan nih," ucap Friska langsung.
"Apaan sih Nona aku tidak mengerti maksud Nona muda," ucap Juan.
"Heem om Juan ini pura-pura nggak mengerti lagi, om Juan tahukan Ela itu sangat menyukai om Juan, tapi om Juan sekarang sepertinya sangat bahagia bisa bertemu dengan teman lama om Juan lagi, atau jangan-jangan om Juan menyukai teman om yang sudah berubah itu, aku mesti mengabari teman aku biar nggak berharap lagi sama om Juan," ucap Friska lalu segera ke luar dari dalam ruangan Juan sambil menahan tawanya karena sangat lucu melihat ekspresi Juan.
"Aku juga mau keluar kalau gitu Juan, kasihan yah Ela harus patah hati, semoga kamu bahagia Juan dengan pilihanmu dan jangan lupakan kerjaanmu sekalipun kamu sedang jatuh cinta," ucap Kenan yang tiba-tiba alay.
Juan ingin mengejar namun takut tidak sopan kepada bos dan juga istri bosnya, karena ini masih jam kantor dan masih pagi pula.
Apa aku tadi bilang kalau aku berpacaran, dan aku juga tidak bilang kalau aku menyukai Syeila, ya ampun kenapa pasangan suami istri itu, kenapa juga mereka bawa-bawa Ela batin Juan.
Juan pun memutuskan untuk menelepon Ela.
Ela yang ingin segera berangkat ke sekolah begitu terkejut begitu melihat bahwa Juan yang meneleponnya, seketika dia menjadi bersemangat padahal tadi dia benar-benar tidak bersemangat karena semalam nomor ponsel Juan yang selalu sibuk, membuat Ela patah hati duluan padahal mereka belum memiliki hubungan apa-apa.
"Hallo, kak Juan," ucap Ela dari balik telfon.
__ADS_1
"Hallo Ela, aku cuma mau bilang sama kamu, kalau Nona Friska ada bicara yang tidak-tidak sama kamu, kamu jangan percaya yah," ucap Juan.
"Udah itu ajah yang aku mau bilang, jam segini kamu pasti baru mau berangkat ke sekolah kan, hati-hati yah. Aku tutup telfonnya dulu," ucap Juan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
"Ya ampun kak Juan, aku cuma bicara berapa kata tadi dan dia sudah menutup telfonnya saja, tapi nggak apa-apa deh yang penting di telfon, tapi Friska mau bicara apa sama gue yah," ucap Ela sambil berpikir.
"Nanti saja aku pikirkan itu, aku lebih baik berangkat ke sekolah dulu, aku benar-benar bersemangat hari ini," gumam Ela lalu segera mengendari motornya menuju ke sekolah dengan perasaan bahagia.
"Ya ampun apa yang aku katakan pada Ela tadi, kenapa aku nggak mau kalau sampai Nona Friska berbicara yang tidak-tidak kepada Ela dan Ela mempercayainya, padahal aku nggak ada hubungan apa-apa dengan Ela, aku juga tidak menyukai dia, apa karena aku hanya tidak mau saja kehilangan orang yang suka padaku," ucap Juan.
"Sudahlah lebih baik aku kerja saja," ucap Juan lagi.
#######
"Sayang kamu beneran mau memberitahukan pada Ela?" tanya Kenan kepada Friska yang sedang duduk di sofa sedangkan Kenan sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Nggak kok sayang bercanda ajah tadi, kecuali om Juan semakin dekat dengan wanita itu barulah aku beritahu Ela, supaya Ela jangan terlalu berharap aku nggak mau dia sakit hati nantinya, karena om Juan bisa saja benar-benar menyukai wanita tadikan, Om Juan dan Ela nggak ada hubungan apa-apa jadi bisa saja om Juan nanti malah menyukai wanita itu dan mengabaikan perasaan cinta Ela pada om Juan," ucap Friska.
"Iya kamu benar sayang, tapi aku akan mendukung siapapun yang akhirnya di cintai Juan karena cinta tidak bisa di paksakan," ucap Kenan.
"Aku juga pastinya," ucap Kenan.
"Makanya kalau aku udah pulang nanti kamu harus memantau terus yah, dan beritahu aku perkembangannya kayak gimana," ucap Friska lagi.
"Iya itu sudah pasti sayang," ucap Kenan.
"Ya udah kamu kerja sekarang jangan sampai aku pecat deh karena malas kerja," ucap Friska.
"Siap bos, jangan pecat saya," ucap Kenan lalu segera bekerja.
Dasar laki gue aneh banget batin Friska.
Friska pun duduk santai sambil belajar karena Ela telah mengirimkan dia pelajaran-pelajaran yang mereka pelajari selama Friska tidak masuk sekolah.
#######
Makan siang
__ADS_1
"Juan kamu mau kemana?" tanya Kenan yang melihat Juan jalan terburu-buru.
"Ini tuan saya mau keluar makan siang di luar teman saya ngajakin tadi," ucap Juan.
"Teman yang kamu lihat fotonya tadi?" tanya Kenan.
"Emm iya tuan," ucap Juan sambil melihat kepada Friska juga.
########
"Maaf lama," ucap Juan begitu sudah duduk di dekat Syeila.
"Iya nggak apa-apa, aku juga baru datang kok," ucap Syeila.
"Pesan sekarang deh, kamu pasti sibukan," ucap Syeila.
"Iya sih,"
Juan pun segera memesan makanan dan Syeila juga.
Tak lama pesanan mereka datang.
"Syeila foto yang kamu kirimkan itu benar-benar lucu banget, kamu masih menyimpannya juga yah," ucap Juan.
"Iya dong masih, semua itu foto yang tidak bisa di ulang lagi masa-masanya jadi harus di simpan," ucap Syeila.
"Oh iya bentar malam kamu sibuk nggak Juan?" tanya Syeila sambil mulai mengunyah makanannya.
"Nggak tahu juga sih, karena biasanya sibuk aku tuh mendadak," ucap Juan.
"Gitu yah," ucap Syeila.
"Kenapa memangnya?" tanya Juan.
"Ini aku pengen kamu temenin aku buat membelikan oleh-oleh ponakan manja aku," ucap Syeila.
Tante Syeila pasti beliin aku oleh-olehkan, awas saja kalau dia tidak membelikan aku oleh-oleh aku bakalan ngambek sama dia, untung sajakan aku tahu tadi pagi dari mama kalau dia lagi liburan batin Ela yang masih berada di dalam kelas.
__ADS_1