Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ingin bekerja


__ADS_3

"Kamu lagi-lagi bilang istri saya cantik Juan" ucap Kenan dengan emosinya.


"Tuan jangan marah dulu seharusnya tuan bangga kalau ada yang bilangkan istri tuan cantik karena memang nona Friska itu sangat cantik tuan dan tuan akan rugi besar kalau sampai tuan tidak menjaganya baik-baik, di luaran sana sangat banyak yang menunggu nona Friska" ucap Juan yang memang sedang berkata jujur.


"Memang sangat banyak karena istriku sangat centil" ucap Kenan.


"Nona Friska tidak centil tuan tapi dia itu sangat imut, baik, cantik, pintar memasak, juara di sekolah dan..." ucapan Juan terpotong karena Kenan sudah menghentikan Juan berbicara.


"Kamu kalau masih mau memuji istri saya gaji kamu akan aku potong" ucap Kenan kesal.


"Tidak tuan jangan potong gaji saya, yang saya bilang itu benar loh tuan hanya tuan selalu melihat nona Friska sebagai anak kecil coba saja kalau tuan melihatnya sebagai wanita pasti tuan akan sadar kalau nona Friska sangat jauh lebih baik kalau di bandingkan dengan Adelia" ucap Juan.


"Jangan membandingkan mereka Adelia itu wanita yang aku cintai sedangkan istriku itu cuma menantu yang di sukai oleh kedua orang tua aku" ucap Kenan.


"Ya sudah berarti tuan nggak perlu memikirkan kalau nona Friska selingkuh karena tuan juga tidak mencintainya biarkan dia mencari laki-laki lain yang mencintainya tuan" ucap Juan yang gemas dengan ucapan Kenan.


Aku juga mau jadi pengganti kamu Kenan kalau kamu menceraikan nona Friska batin Juan lalu tertawa di dalam hatinya.


"Udah deh lebih baik kamu kembali ke ruangan kamu Juan, aku malas dengar bicara kamu" usir Kenan.


"Baik tuan" ucap Juan lalu berjalan ke luar dari ruangan Kenan menuju ruangannya.


"Heem dasar Kenan udah cinta sama nona Friska masih saja tidak mau mengakuinya, nanti kalau sudah tiada baru deh dia sadari, baru deh dia galau sambil nangis-nangis yakin banget aku" gumam Juan yang sedang berjalan masuk ke ruangannya.


Kenan pun terus mengingat perkataan Juan, dan dia juga mengingat perkataan Juan yang menyuruhnya untuk mencari di google.


Kenan pun tanpa pikir panjang lagi langsung searching di google.


Kenan membaca satu persatu dan mengingat kelakuan-kelakuan Friska.


"Kok ini ada yang sama dengan kelakuan istriku" gumam Kenan.


Masih asik-asik membaca Kenan pun di telfon oleh Adelia. Kenan langsung menjawab panggilan telfon dari Adelia.


"Halo sayang ada apa?" tanya Kenan langsung setelah menjawab panggilan telfon dari Adelia.

__ADS_1


"Sayang aku bosan nih di apartemen terus, aku ke kantor kamu yah sekaligus ada yang ingin aku bicarakan" ucap Adelia.


"Oh ya sudah datang saja" ucap Kenan.


"Oke" ucap Adelia setelah itu Adelia mematikan panggilan telfonnya.


Kenan pun melanjutkan lagi searching di google.


#####


Di sekolah Friska belajar dengan sungguh-sungguh karena mereka sudah tidak lama lagi akan ujian, Friska sudah berkeinginan ingin melanjutkan kuliahnya di luar Negeri, urusan Kenan nanti dia pikirkan, yang penting dia sangat ingin kuliah di luar Negeri.


Tapi Friska sudah memikirkan sebelumnya kalau Kenan pasti akan mengizinkannya karena pernikahan mereka juga tidak di dasarkan cinta jadi Kenan tidak mungkin melarangnya.


Karena kebanyakan yang Friska nonton biasanya orang yang mencintai akan melarang pasangannya pergi jauh jadi sudah pasti Kenan tidak akan melarangnya. Dan kalaupun Kenan melarangnya dengan alasan lain sudah pasti Friska akan berusaha supaya Kenan mengizinkannya.


Sahabat-sahabat Friska pun belajar dengan sungguh-sungguh, Dafa pun juga seperti itu.


Hingga tiba jam istirahat mereka pun segera ke kantin. Ketika sedang berjalan Friska di tatap dengan tatapan kesal oleh Desi cewek yang sudah lama menyukai Dafa.


"Dafa dan yang lainnya gue boleh duduk nggak di sini, gabung sama kalian" ucap Desi karena melihat di sebelah Dafa masih kosong.


Dafa melihat Desi dengan tatapan tidak suka, Dafa memang tidak suka tipe cewek seperti Desi.


"Aduh maaf yah cewek cantik kita lagi nggak mau ada orang baru di sini, kita nggak mau ada yang merasa canggung" ucap Jojo yang mengerti dengan tatapan Dafa dan juga mengerti dengan sifat Dafa yang tidak suka di dekati sama cewek yang dia tidak suka.


"Oh ya udah" ucap Desi kesal lalu segera pergi dari tempat duduk mereka.


"Dasar nenek sihir" ucap Farel lalu tertawa.


Mereka semua pun ikut tertawa mendengar ucapan Farel.


Mereka semua tahu Desi, cewek seangkatan mereka yang sangat bergaya, sombong dan sok berkuasa juga sepertinya menyukai Dafa.


Setelah Desi pergi dan makanan mereka sudah datang, mereka pun langsung makan karena perut mereka sudah keroncongan.

__ADS_1


"Ehh sadar nggak sih kalau nggak lama lagi kita bakalan pisah-pisah, kita bakalan lulus dan melanjutkan kehidupan kita entah itu kuliah, menikah ataupun kerja, gue sedih banget padahal baru bayangin yang bakalan terjadi nanti" ucap Salsa di sela-sela makan mereka.


"Iya yah hari ini kan kita udah mulai belajar tambahan, gue benar-benar belum siap untuk pisah dari kalian semua" ucap Friska juga yang seketika merasa sedih.


"Udah Fris loe jangan sedih dan kalian semua juga nggak usah sedih, kita kan masih bisa ngumpul-ngumpul di luar" ucap Dafa mencoba menghibur padahal dia juga sedih.


"Iya benar yang di bilang Dafa kita masih bisa ngumpul di luar" ucap Haris mencoba tersenyum.


"Tapi tetap ajah beda lagian kita kan pasti mau lanjut kuliah dan gue rencananya mau lanjut ke luar Negeri" ucap Jojo benar-benar sedih.


"Iya gue juga pengen lanjut ke luar Negeri dan sudah pasti kita akan memilih jurusan yang beda" ucap Friska lagi.


"Sudahlah kita jangan memikirkan itu dulu nanti kita menangis lagi di sini, kita nikmati waktu-waktu berharga kita ini dan gue yakin kok pasti nanti kita akan tetap sama, persahabatan kita akan selamanya walaupun nanti mungkin kita akan terpisah-pisah untuk mengejar cita-cita kita tapi setelah kita sudah gapai cita-cita kita, kita bisa ngumpul-ngumpul lagi kan" ucap Ardi mencoba tersenyum.


"Iya pokoknya kita nggak boleh saling melupakan" ucap Friska.


"Iya" jawab mereka bersamaan.


Mereka pun melanjutkan lagi makannya yang sempat tertunda hingga bel masuk berbunyi, mereka pun bersama-sama masuk ke kelas.


#####


Di kantor Kenan, Adelia datang pada jam istirahat. Juan yang melihat Adelia memilih masuk di ruangannya karena sangat jengkel melihat wajah Adelia.


Kenan ngapain sih masih urusin wanita itu, aku lapor sama nona Friska baru tahu rasa, nona Friska pasti sangat mudah untuk menghadapi singa betina itu tapi nanti aku di pecat lagi kalau lapor batin Juan sangat kesal melihat wajah sok berkuasa Adelia karena Friska saja yang jelas-jelas istri Kenan tidak pernah memasang wajah sok berkuasa begitu.


Adelia membuka pintu ruangan Kenan, di lihatnya Kenan yang masih fokus bekerja di meja kerjanya dan dia lihat juga makanan yang sudah tertata rapi di meja dekat sofa karena Kenan sudah menyuruh Juan untuk memesan makanan tadi.


"Sayang udah dulu kerjanya, ayo kita makan" ucap Adelia sambil berjalan mendekati meja kerja Kenan.


"Oh kamu udah datang sayang, ya udah ayo kita makan" ucap Kenan.


Mereka pun berjalan bersama ke sofa buat makan.


"Oh iya tadi katanya ada yang mau kamu bicarakan, apa itu?" tanya Kenan kepada Adelia setelah makan.

__ADS_1


"Gini sayang aku ingin bekerja di sini di kantor kamu" ucap Adelia.


__ADS_2