Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Teringat


__ADS_3

Kenan yang masih menunggu Friska selesai mandi tiba-tiba teringat dengan handphone Friska yang di ambilnya tadi. Dia pun mengambilnya dan hendak mengaktifkan namun tidak jadi karena Friska sudah keluar dengan muka di tekuk dan tidak ikhlas menggunakan pakaian yang di suruh pakai oleh Kenan.


Kenan yang melihatnya benar-benar menelan salivanya berkali-kali.


Tahan Kenan, tahan tapi kayaknya susah banget, kalau dia berpakaian seperti ini dia terlihat bukan seperti anak kecil lagi, dia terlihat seperti benar-benar wanita yang sudah dewasa, dia nggak boleh berpakaian seperti ini di depan cowok lain batin Kenan.


"Kemarilah istriku" ucap Kenan sambil menepuk bantal di sampingnya.


Friska yang mendengarnya hanya menghembuskan nafasnya kasar lalu mengikuti perintah Kenan percuma membantah tidak akan menghasilkan apa-apa.


Setelah berbaring di samping Kenan, Friska pun menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kamu sexy sekali istriku kalau berpakaian seperti ini, sengaja menggodaku yah" ucap Kenan lalu menciumi leher Friska sambil tangannya membuka selimut yang menutupi tubuh Friska.


"Aku nggak mau goda om tahu nggak kan om yang nyuruh aku, aku kedinginan nih berpakaian seperti ini, tangan om tolong di kondisikan" protes Friska karena tangan Kenan sudah bergerak kemana-mana saja semaunya.


Kenan tersenyum mendengar ucapan Friska.


"Baiklah kalau kamu kedinginan sini aku peluk" ucap Kenan lalu memeluk tubuh Friska.


Friska pun bernafas lega.


"Istriku suami kamu lapar, masakan" ucap Kenan kemudian mencium pipi Friska sambil masih memeluknya.


"Kenapa om nggak bilang dari tadi sih, aku udah mandi nih om, massa masih mau berurusan lagi dengan dapur" protes Friska.


"Baiklah kalau gitu kamu saja yang aku makan" ucap Kenan lalu menindih tubuh Friska.


Friska yang mendengarnya langsung saja mendorong tubuh Kenan dan bangun, dia sudah mengerti maksud Kenan kalau mengucapkan kata makan seperti itu karena ini kedua kalinya. Langsung saja Friska turun dari tempat tidur mau menuju dapur namun dia berhenti di depan pintu karena pintunya terkunci.


Ya ampun niat banget om ini mau ngunci gue di dalam kamarnya batin Friska.


Friska pun berbalik kembali dekat tempat tidur, Kenan melihat Friska hanya tersenyum.

__ADS_1


"Ada apa istriku, kamu mau aku makan?" tanya Kenan yang masih duduk di pinggir tempat tidurnya.


"Om tuh bicara sembarangan ajah, pintu kamar om bukain tuh, gimana coba aku mau masakin makanan beneran kalau om kunci pintu kamar om" ucap Friska dengan wajah kesalnya tapi sangat imut di mata Kenan.


"Cium dulu" ucap Kenan santai.


"Om tuh maunya aneh-aneh tahu nggak, om yang lapar tapi mau buka pintu kamar om ajah pakai syarat, kalau om mati disini aku nggak tanggung jawab yah" protes Friska lagi dengan kadar kesalnya yang bertambah.


"Aku nggak bakalan mati kan ada kamu yang aku makan, kamu tinggal pilih ajah deh" ucap Kenan dengan senyum menjengkelkannya di mata Friska.


"Oke-oke aku cium om" ucap Friska kemudian mendekati Kenan lalu mencium pipi Kenan cepat.


"Udah om bukain kamarnya" ucap Friska.


Namun Kenan malah menarik tubuh Friska membuat Friska duduk di pangkuannya dan langsung mencium bibir Friska.


"Aku maunya di bibir istriku" ucap Kenan setelah melepaskan ciumannya.


"Tadi itu aku yang mencium kamu, aku maunya kamu yang menciumku" ucap Kenan.


Friska langsung saja melotot mendengar ucapan Kenan. Tapi supaya cepat akhirnya Friska mengalungkan kedua tangannya di leher Kenan dan memberikan ciuman kepada Kenan, Kenan menahan Friska agar ciumannya mereka lama setelah merasa Friska kesulitan bernafas barulah dia melepaskan Frisky dan dengan senang hati membukakan pintu kamar buat Friska.


Lalu Kenan ikut Friska menuruni anak tangga menuju dapur. Kenan tidak henti-hentinya tersenyum berbeda dengan Friska yang benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Kenan.


Bibirku bisa-bisa bengkak nih kalau di cium terus batin Friska.


Setelah sampai di dapur, Friska melihat keadaan dapur yang masih sama seperti dia tinggalkan yang bedanya masakannya sudah habis dan ada piring kotor.


"Om makan juga masakanku, katanya waktu itu nggak mau makan masakan aku" ucap Friska sambil mengingat ucapan Kenan.


"Iya aku makan istriku, nggak baik buang-buang makanan" ucap Kenan yang sudah duduk di kursi meja makan.


"Terus kenapa piringnya nggak di cuci ajah sih om, malah di simpan seperti ini" omel Friska yang sudah seperti ibu-ibu membuat Kenan tersenyum.

__ADS_1


"Kan ada istri aku yang biasa cuci, tapi ternyata waktu itu istriku sudah kabur dari rumah dan aku nggak tahu" ucap Kenan.


"Iihh enak ajah, aku nggak kabur om kan om yang ngusir aku, katanya om nggak mau makan masakan aku, nggak mau lihat wajah aku yah berarti om sama ajah ngusir aku dong" ucap Friska.


Kenan pun mendekati Friska yang lagi mencuci piring dan peralatan dapur lainnya, lalu memeluknya dari belakang.


"Aku tuh nggak berniat ngusir kamu istriku, kamunya ajah yang sensitif dan salah mengartikan ucapan aku, lagian waktu itu aku benar-benar marah melihat kamu yang gandeng-gandengan tangan dengan laki-laki lain di mall di depan suami kamu lagi, terus aku lihat kamu boncengan lagi dengan laki-laki lain naik motor dan itu sangat mesra dan kamu tambah lagi dengan lewat balkon kamar, itu kan sangat berbahaya kalau kamu jatuh bagaimana" ucap Kenan mengeluarkan unek-uneknya sambil masih memeluk Friska dan sesekali mencium pipi Friska.


"Haa aku boncengan dengan laki-laki lain dan sangat mesra" ucap Friska sambil mengingat-ngingat.


"Iya kamu nggak usah pura-pura lupa sudah di ciduk sama suami sendiri juga" ucap Kenan.


Friska pun mengingat sewaktu dia di bonceng dengan Dafa.


"Oh pasti yang om maksud Dafa yah?" tanya Friska memastikan.


"Yah mungkin kamu ingat-ingat saja sendiri" ucap Kenan lalu mencium pipi Friska lagi, Friska pun membiarkan saja percuma di larang Kenan pasti tidak akan mendengarkan.


"Itu pasti Dafa, om itu salah paham tahu nggak, waktu itu aku mau pergi belajar bareng di rumah Salsa jadi aku pulang ke rumah mama aku dulu buat gantian dan Dafa juga ikut belajar bareng itu, waktu aku sudah selesai gantian dan bersiap-siap buat ke rumah Salsa ehh motor aku nggak mau bunyi om, beruntung Dafa singgah di rumah aku jadi aku bareng deh sama dia buat ke rumah Salsa" ucap Friska menjelaskan kejadiannya.


"Ngapain dia singgah di rumah kamu?" tanya Kenan masih sesekali mencium pipi Friska.


"Yah buat berangkat bareng lah om" ucap Friska santai.


"Terus ngapain kalian mesra banget di motor? tanya Kenan lagi masih dengan aktivitasnya.


"Itu nggak mesra om cuma motor Dafa yang emang kayak gitu dan juga kayaknya aku lagi bicara deh sama Dafa makanya kelihatan mesra" ucap Friska. Om cemburu kan jujur ajah om ucap Friska lagi dengan santainya.


"Nggak, kegeeran banget kamu" ucap Kenan.


"Mengaku ajah susah" cibir Friska. Oh iya om kok bisa tahu berarti om lihat aku dong, om mau kemana waktu itu seingatku waktu itu masih jam kantor deh? tanya Friska.


Kenan yang mendengar pertanyaan Friska langsung melepaskan pelukannya kepada Friska lalu pergi duduk di kursi. Kenan teringat dengan Adelia.

__ADS_1


__ADS_2