
Mau berapa lama lagi aku menunggu di sini, apa yang mereka lakukan sih lama banget ucap Juan pada dirinya sendiri yang lagi duduk.
Sedangkan di kamar Friska memaksa dirinya bangun.
"Ini karena om tahu nggak ngerjain aku terus, aku terlambat bangun deh" ucap Friska setelah melihat jam.
"Nggak tuh, ayo kita ke bawah aku sudah sangat lapar" ucap Kenan lalu tersenyum dalam hatinya setelah melihat tanda kepemilikan yang di buat olehnya semalam karena dia kesal.
Biar saja Juan lihat batin Kenan.
Friska tidak menyadari jika leher yang di gigit Kenan akan ada bekasnya.
"Aku mau cuci muka dulu om" ucap Friska lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Kenan pun mengikutinya dia akan berusaha supaya Friska tidak bercermin karena kalau dia bercermin pasti dia akan mengetahuinya.
"Om kok ikut aku sih, turun duluan ajah nanti aku nyusul om" ucap Friska.
"Aku mau ikut kamu ajah, nanti kamu bercermin dan lama lagi aku sudah sangat lapar istriku" ucap Kenan.
"Heem terserah om deh aku nggak bakalan bercermin juga nanti bentar" ucap Friska lalu mencuci mukanya.
Kenan pun ikut juga.
Friska keluar kamar mandi dan berjalan ke luar kamar begitupun dengan Kenan, ketika Friska mau menuruni anak tangga Kenan menahan Friska.
"Ada apa om katanya om lapar kok tahan aku gini, aku mau ke dapur om" ucap Friska.
"Kamu nggak boleh berpakaian seperti ini di bawah ada Juan" ucap Kenan.
__ADS_1
Friska pun menyadari pakaiannya yang sedang menggunakan celana boxernya Kenan.
"Lupa om, ya udah aku ke kamarku dulu buat gantian om" ucap Friska lalu berjalan cepat masuk ke kamarnya.
Kenan pun ikut juga.
Friska mengganti pakaiannya dengan yang lebih tertutup dan simpel karena pakaian rumahan namun tetap bagus di tubuh Friska. Friska keluar dari ruang ganti di kamarnya lalu mengambil pengikat rambut kemudian mengajak Kenan turun ke bawah karena Friska juga sudah merasa kasian kepada Juan.
Kenan hanya menggelengkan kepalanya melihat Friska.
Kenapa semua baju cocok di pakainya dan dia sangat cantik batin Kenan sambil mengikuti langkah Friska di anak tangga.
Begitu sampai di bawah Friska pergi mencari Juan dulu dan otomatis Kenan pasti mengikuti Friska.
"Om udah lama yah?" tanya Friska kepada Juan yang membuat Juan sedikit terkejut karena tidak menyadari kedatangan mereka.
"Belum terlalu kok nona Friska" ucap Juan lalu tersenyum.
Kenan pun menuruti kata Friska.
Kenan duduk dengan senyum di wajahnya, Juan pikir Kenan hanya tersenyum sebentar saja namun ternyata Kenan senyum-senyum sendirinya lama membuat Juan kengerian sendiri.
Dia lagi kesambet setan apa nih kenapa dari tadi dia senyum-senyum terus ngeri banget aku batin Juan.
"Tuan nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Juan kepada Kenan takut kalau Kenan kenapa-kenapa.
"Memang aku mau kenapa-kenapakan apa Juan, aku baik-baik ajah nih" ucap Kenan setelah mendengar ucapan Juan.
Kenan hanya lagi mengingat kelakuannya saja sama Friska makanya dia senyum-senyum sendiri tidak jelas.
__ADS_1
"Baguslah kalau tuan tidak kenapa-kenapa masalahnya aku liat tuan senyum-senyum sendiri saja tadi, tuan senyum-senyumkan apa?" tanya Juan kepo.
"Kamu nggak usah kepo Juan, makanya kamu nikah cepat biar bisa senyum-senyum sendiri juga" ucap Kenan lagi. Heem aku mau melihat istriku dulu di dapur kamu tunggu saja di sini nggak usah ikut nanti kamu ganggu ucap Kenan lagi lalu berdiri melangkahkan kakinya menuju dapur.
Juan hanya melotot tak percaya mendengar kata-kata Kenan lalu menggelengkan kepalanya.
Memang yah wanita bisa membuat perasaan seorang laki-laki berubah-ubah, kemarin-kemarin Kenan selalu marah-marah tidak jelas, senyum pun dia tidak mau dan sekarang dia seperti orang gila yang senyum-senyum sendiri terus batin Juan heran.
Kenan melangkahkan kakinya ke dapur dia tersenyum melihat Friska yang sedang membuat sarapan dengan cepat, di lihatnya Friska yang mengikat rambutnya acak memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dan wajahnya yang natural tanpa make up membuat Friska semakin cantik walaupun rambutnya dia ikat dengan acak.
Kenan pun melihat tanda kepemilikan yang dia buat di leher Friska, Kenan semakin tersenyum puas. Kenan mendekati Friska yang lagi serius namun Friska menyadari kedatangan Kenan setelah Kenan berada dekat dengannya.
"Loh kok om kesini terus om Juan kemana?" tanya Friska.
"Masih di tempatnya tadi" ucap Kenan lalu memeluk Friska dari belakang sesekali mencium pipi Friska. Ada yang bisa aku bantu nggak? tanya Kenan.
"Nggak ada om udah mau selesai kok ini, oh iya om temani om Juan ajah nanti aku panggil" ucap Friska.
"Nggak mau, aku mau di sini ajah" ucap Kenan masih memeluk Friska lalu menaruh dagunya di bahu Friska dan sesekali dia mengecup leher Friska.
Friska hanya membiarkan Kenan dan sesekali merasa kegelian dengan kelakuan Kenan tetapi kadang juga dia menyuruh Kenan untuk berhenti agar dia cepat menyesaikan pekerjaannya.
Juan yang penasaran dengan apa yang akan di lakukan Kenan di dapur akhirnya memutuskan ke dapur juga namun dia hanya mau mengintip saja karena tadi Kenan melarangnya.
Setelah sampai di dapur dan Juan berusaha mengintip sedikit takut banyak-banyak nanti ketahuan membuat Juan membulatkan matanya penuh dengan mulut terbuka luas-luas melihat adegan yang dia intip, dia melihat Kenan sedang memeluk Friska dari belakang yang sedang menyiapkan sarapan dengan dia yang sibuk mencium pipi dan mengecup leher Friska juga membuat Friska terlihat seperti kegelian dan sesekali dia berusaha menyuruh Kenan untuk menghentikan aktivitasnya namun Kenan tidak mendengarkannya.
Juan benar-benar menyesali pergi mengintip tadi karena dia akhirnya melihat adegan yang tidak bisa di lakukan oleh orang jomblo.
Juan pun memutuskan untuk segera kembali ke tempatnya.
__ADS_1
Pantas saja Kenan melarang aku ikut nanti aku ganggu ternyata dia mau berbuat begitu, apa tadi itu beneran Kenan, Kenan kan masih polos setahu aku karena aku yakin dia tidak pernah melakukan itu kepada Adelia ataupun cewek lain hanya sama nona Friska, ternyata nona Friska bisa menghilangkan kepolosan Kenan, Kenan kok langsung jadi bad boy begitu dekat dengan nona Friska, ya ampun Kenan agresif banget apa aku juga begitu nanti kalau sudah menikah tapi aku nggak tahu begitu yang seperti Kenan lakuin gumam Juan lalu mendudukan bokongnya di sofa lagi sambil menunggu panggilan dari suami istri itu.