Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kamu kesini aja lihat sendiri,,


__ADS_3

Lagi-lagi Salsa melongo begitu mendengar ucapan Raka.


"Kamu ini kenapa sih,, sedikit-sedikit melongo begitu setiap mendengar ucapan aku,," ucap Raka kesal.


"Yah itu karena kamu setiap berucap rasanya nggak masuk aja di logika aku,, makanya aku suka begitu setiap kali kamu berucap,," ucap Salsa.


"Hmmm ada-ada saja,, jadi cepat belajar panggil aku sayang," ucap Raka lagi.


"Nggak mau ihhh,, pokoknya aku nggak mau," ucap Salsa cepat.


"Astaga nih anak yah susah banget yah tinggal bilang seperti itu,, kalau Elsa kemari dan dia tidak mendengar kata-kata itu keluar dari mulut kamu pasti dia nggak akan percaya lah kalau kita pacaran,, jadi kamu menurut saja sama apa yang aku perintahkan lagian sebenarnya aku juga nggak mau yah kamu panggil aku dengan panggilan sayang,, tapi apa boleh buat ini harus terjadi supaya Elsa tidak baper sama aku," ucap Raka dengan ekspresi wajah serius.


"Huufft iya,,iya,, aku panggil kamu sayang,, ngeselin banget sih,, kenapa aku harus ada di situasi seperti ini sih,, merugikan banget buat aku," omel Salsa.


"Dihhh kamu pikir aku nggak rugi,, aku rugi juga kali,," ucap Raka tak mau kalah.


"Lebih rugi aku," ucap Salsa juga yang lebih tak mau kalah.


Haduhh mengalah aja dulu deh sama nih anak,, kan gawat kalau dia tiba-tiba membatalkan sementara Elsa sedang menuju kesini,, batin Raka.


"Iya terserah kamu,, sekarang latihan panggil aku sayang jangan kaku-kaku kamu nanti kita ketahuan kalau sedang berbohong," ucap Raka mengingatkan Salsa lagi karena dia benar-benar tidak ingin ketahuan oleh Elsa.


"Iya aku tau kok,, itu pekerjaan gampang nggak usah latihan-latihan segala,, tinggal bilang gitu aja,, serahkan sama aku,," ucap Salsa dengan kepedean tingkat tingginya.


"Oke,, oke, awas yah kalau nggak becus,, kain pel menunggu kamu," ancam Raka.


"Isshhh ngeselin,,, liat aja aku kerja pasti bagus," ucap Salsa.


"Oke,,, sekarang tinggal tunggu dia saja," ucap Raka lagi.


"Oke," ucap Salsa juga.


Mereka pun duduk sambil menunggu Elsa masuk ke ruangan Raka.


##############

__ADS_1


Depan pintu ruangan Raka..


"Ini dia Nona ruangan tuan Raka,," ucap security itu ramah sambil berpikir bahwa Salsa juga sedang berada di dalam,,, tapi dia lebih memilih diam saja tak mau banyak bicara.


"Oh ini,, makasih yah pak sudah mengantar aku," ucap Elsa ramah.


Security itu pun tersenyum ramah juga.


"Iya Nona,, mau saya antar sampai ke dalam?" tanya security itu lagi.


"Nggak usah pak,, biar saya ketuk sendiri dan masuk sendiri saja,, bapak bisa kembali ke bawah saja,, saya sudah banyak merepotkan bapak," ucap Elsa lagi.


"Nona bisa saja,, Nona tidak merepotkan saya sama sekali kok,," ucap security itu lagi.


"Syukurlah pak kalau saya tidak merepotkan,," ucap Elsa lagi sambil tersenyum.


"Jadi gimana ini Nona saya kembali ke bawah atau mengantar Nona masuk sampai ke dalam?" tanya security itu lagi.


"Bapak kembali saja ke bawah,," ucap Elsa lagi.


"Baiklah kalau begitu Nona,, saya kembali ke bawah yah,," ucap security itu.


"Iya Nona,," ucap security itu sambil tersenyum lalu segera kembali berjalan menuju lift untuk turun ke bawah.


Sedangkan Elsa langsung tersenyum begitu berada di depan pintu ruangan Raka,, pria yang dia cintai selama ini.


Elsa dengan segera mengetuk pintu ruangan Raka sambil tersenyum.


Salsa dan Raka yang mendengar ketukan pintu langsung saling pandang.


"Itu pasti Elsa,, ayo kamu pergi buka pintu," ucap Raka pada Salsa.


"Lah harus gitu aku buka? biarin aja lah dia masuk sendiri dulu,, jahat banget aku kalau seperti itu,, baru datang sudah melihat aku,," ucap Salsa.


"Haduh kamu nurut aja deh,, siapa tau aja kan dia langsung pulang begitu melihat kamu,, jadi kamu pergi buka pintu sana,, cepetan nggak pakai lama," ucap Raka sambil menarik Salsa agar segera beranjak dari sofa untuk pergi membuka pintu.

__ADS_1


"Haduhh iya deh," ucap Salsa kesal lalu segera berjalan untuk membuka pintu ruangan Raka sedangkan Raka langsung kembali duduk di kursi kebesarannya sambil menunggu Salsa membuka pintu.


Salsa dengan malas membuka pintu ruangan Raka.


Deg....


Elsa yang melihat Salsa seketika itu perasaannya jadi tidak enak, senyum di wajahnya jadi memudar. Karena dia lihat dari penampilan Salsa membuat Elsa berpikir kalau Salsa pasti bukan sekretaris Raka,,, Elsa melihat dirinya seperti seumuran dengan Salsa.


Jadi ini wanita yang akan aku bohongi,, itu si Raka katarak yah,, bisa-bisanya gadis cantik seperti ini dia nggak mau,,, dia memang seperti seumuran dengan aku,,, duhh kok aku jadi kasihan yah sama dia,,, aku akan membohongi dia,,, batin Salsa.


"Kamu siapa?" tanya Elsa.


"Siapa sayang?" ucap Raka dari dalam ruangan yang memang sengaja melakukan itu karena Elsa belum masuk-masuk juga.


Deg....


Hati Elsa benar-benar sakit begitu mendengar ucapan Raka yang memanggil Salsa dengan panggilan sayang.


Sayang? kak Raka panggil dia dengan panggilan sayang, apa dia pacar kak Raka,, kak Raka sudah punya pacar,, batin Elsa,, dia benar-benar merasa lemas seketika sampai-sampai dia hanya terdiam saja di dekat pintu.


"Nama kamu siapa? pacar aku tanyain kamu siapa?" ucap Salsa yang sebenarnya merasa sangat tidak enak pada Elsa,, karena dia melihat Elsa sepertinya memang menyukai Raka,, Salsa bisa melihat dari perubahan ekspresi wajah Elsa yang tadinya ceria sekarang menjadi tidak ceria seperti tadi,, ada kesedihan yang Salsa lihat.


"Dia nggak mau nyebut namanya sayang,, kamu kesini aja lihat sendiri,, siapa tau kamu tau," ucap Salsa.


Bagus juga sandiwara nya nih bocah,,, okelah,, batin Raka.


"Oke aku kesitu," ucap Raka sambil beranjak dari tempat duduknya lalu segera berjalan menuju ke tempat Salsa dan Elsa.


"Oh kamu Elsa,, aku pikir siapa,, nenek tadi udah bilang kalau kamu akan kesini,, tapi aku pikir kamu belum sampai,, ayo masuk ke dalam sekaligus aku ingin perkenalkan ke kamu pacar aku,," ucap Raka sambil merangkul pinggang Salsa dan tersenyum manis.


Salsa hanya melihat Raka dengan tatapan kesal.


Nih orang benar-benar sangat menjengkelkan,, nggak peka banget,, pasti hati Elsa sakit banget ini,, maafin aku Elsa,, aku juga terpaksa,, tapi bagus juga kalau kamu tidak berharap sama orang ini karena dia tidak mencintai kamu,, dia mencintai wanita lain,, batin Salsa.


"Elsa kok bengong," ucap Raka lagi sambil melihat Elsa yang hanya diam membisu di tempatnya.

__ADS_1


Salsa pun ikut bingung karena memang sejak tadi Elsa hanya diam saja.


Tiba-tiba Elsa mengeluarkan air matanya yang membuat Salsa dan Raka terkejut.


__ADS_2