
"Jadi kan mau menemui Jeki?" tanya Kenan pelan sambil melihat Friska.
Friska pun langsung lihat-lihat disekelilingnya begitu mendengar pertanyaan Kenan.
"Nggak ada yang dengar kok,, santai aja sayang," ucap Kenan lagi sambil melihat Friska.
"Ishh jangan keras-keras bicaranya,, nanti kalau ada yang dengar gimana coba," ucap Friska sambil melihat Kenan.
"Nggak bakalan ada,, kalau ada yang dengar tenang saja ada Juan yang akan mengatasi semuanya," ucap Kenan sambil tersenyum melihat Friska.
Hmmm aku lagi aku lagi,, dasar bos,, batin Juan sambil melihat Kenan.
"Ishh nggak boleh gitu,,, kasian om Juan karena kelalaian kamu massa dia yang harus mengurus semuanya," ucap Friska lagi.
"Nggak berisik lagi nih aku sayang,," ucap Kenan.
"Jadi nggak?" tanya Kenan lagi.
__ADS_1
"Iya dong jadi,, tapi lihat-lihat dulu disekeliling,, jangan sampai ada yang melihat kita masuk ke dalam ruangan om Jeki," ucap Friska lagi sambil melihat Kenan.
"Tenang ada Juan,," ucap Kenan dengan santainya.
"Juan tolong cek keadaan sekitar,, karena istriku ini sangat tidak mau ketahuan," ucap Kenan sambil melihat Juan.
"Baik tuan," ucap Juan sambil mengikuti perintah Kenan tanpa lama-lama.
Kenan dan Friska pun menunggu Juan.
"Aman tuan,, ayo kita masuk ke dalam ruangan Jeki," ucap Juan lagi sambil melihat Kenan dan Friska,, lalu segera berjalan menuju ruangan Jeki di rawat.
"Yah kan buat jaga-jaga,, aku nggak mau ketahuan yah sebelum bicara dengan om Jeki terlebih dahulu,," ucap Friska lagi sambil mengikuti langkah kaki Juan dan Kenan.
"Iya sayang," ucap Kenan yang tidak mau berdebat dengan istrinya.
Jeki tersenyum begitu tau ada yang datang menjenguknya meskipun dia tidak bisa melihat,, tapi suara langkah kaki terdengar jelas ditelinga nya.
__ADS_1
Sementara Friska benar-benar kasihan dan sedih melihat keadaan Jeki sekarang yang terbaring di tempat tidur, ditambah dengan Jeki yang buta.
Dengan mencium bau parfum saja,, Jeki sudah bisa tau bahwa yang datang menjenguknya adalah Kenan dan Juan. Namun tak lama ekspresi wajah Jeki langsung berubah begitu dia mencium bau parfum Friska.
Seketika ekspresi wajah Jeki menjadi sangat panik,, karena dia tidak mau jika Salsa mengetahui keadaan dirinya sekarang,, Jeki sangat yakin betul bahwa Friska bisa langsung memberitahukan pada Ela tentang apa yang terjadi sekarang.
"Nona aku mohon jangan beritahu apapun pada Salsa," ucap Jeki yang langsung memperlihatkan ekspresi wajah penuh harapnya kepada Friska agar tidak memberitahukan apapun pada Salsa.
"Kok om Jeki tau,, aku ada disini,, padahal aku nggak bicara apapun," ucap Friska sambil melihat Jeki.
"Itu sudah menjadi kelebihan aku selama aku tidak bisa melihat,," jawab Jeki.
"Nona,, aku mohon jangan beritahu apapun pada Salsa,," ucap Jeki lagi.
Jeki tidak menanyakan mengapa Friska bisa mengetahui bahwa dirinya belum meninggal,, karena Jeki sudah sangat yakin bahwa informasi itu pasti Friska tau dari Kenan,, pria paling bucin yang dikenal Jeki.
"Hmmm aku kesini karena ingin membicarakan masalah itu om Jeki," ucap Friska sambil berjalan mendekat kepada Jeki.
__ADS_1
Jeki mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Friska.
Sementara ditempat lain,, ada seorang pria yang melihat foto Friska sambil tersenyum.