Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sangat menyakitkan,,


__ADS_3

Jeki dan Juan langsung mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar ucapan Friska hanya Kenan saja yang tidak karena Kenan sudah tau siapa yang dimaksud istrinya itu sudah pasti Salsa.


"Siapa?" tanya Juan dan Jeki bersamaan.


"Salsa,," jawab Friska sambil nyengir.


"Oh iya kamu benar juga Nona,, Salsa kan jomblo,, udah cocok banget kamu pendekatan dengan Salsa aja,, dia itu jomblo ngenes,," ucap Juan yang tiba-tiba teringat dengan Salsa yang selalu saja ngenes ketika dia sedang jalan dengan Ela dan ada Salsa,, karena Salsa akan menjadi obat nyamuk,, di tambah dengan Salsa yang akan selalu ribut karena tidak terima melihat kemesraan mereka.


"Cie om Juan udah gitu aja yah om Juan,, udah bisa gangguin orang jomblo mentang-mentang sudah nggak jomblo lagi tuh,," ucap Friska.


"Iya nih benar banget,,, Juan kamu tega banget jangan gangguin orang jomblo dong,, berdosa tau,," ucap Kenan.


"Iya nih Juan,, mentang-mentang sudah punya Ela,, jagain tuh baik-baik Ela jangan sampai kamu di tikung nanti aku lihat orang nangis lagi,," ledek Jeki.


"Siapa yang mau tikung? nggak bakalan ada yang akan tikung karena aku nggak akan membiarkan itu terjadi," ucap Juan dengan penuh keyakinan.


"Hmmm iya benar banget Juan,, jangan pernah biarkan ada yang menikung,, tapi kamu harus jaga baik-baik pacarmu,, karena istri saja ada yang berniat tikung apalagi baru pacar,, jadi jagalah baik-baik seperti aku yang menjaga istri cantik ku ini,, dimana-mana ada yang suka,, pusing banget kepala ku,, aku nggak bisa membiarkan dia jalan sendiri karena pasti dikira belum menikah dan ada lagi pasti yang suka,," curhat Kenan.


"Tapi aku kan suka cuma sama kamu doang,," ucap Friska sambil mencolek dagu Kenan.


"Yah tetap aja sayang aku sebagai suami harus jaga-jaga,," ucap Kenan.


"Kamu juga kan banyak yang suka,," ucap Friska.


"Tapi aku nggak pernah ngasih celah sedikitpun,, nggak sama kamu,, ngasih celah terus buat aku nggak tenang aja,," ucap Kenan lagi.


Friska tampak berpikir begitu mendengar ucapan Kenan karena setahu dia,,, dia tidak pernah memberikan celah pada orang lain,, karena dia tidak pernah selingkuh sedikitpun,, dia selalu menjaga perasaan Kenan dari semenjak mereka awal menikah.


"Hmmm masa sih,, kan kamu tuh yang selingkuh dengan tante-tante itu,, lupa yah kamu,, aku mahh nggak pernah selingkuh yah,," ucap Friska.


"Ya ampun istriku,, itu mah masa lalu jangan di bahas lagi dong,," ucap Kenan cepat yang sudah tau maksud pembicaraan Friska pastilah Adelia mantan kekasih Kenan.


Sedangkan Juan berusaha menahan tawanya begitu melihat Kenan yang tampak panik,, karena memang dialah yang berselingkuh,, Friska tidak pernah berselingkuh meskipun banyak yang menyukai Friska,, karena Friska orang yang tidak peka dan juga setia meskipun awal pernikahan mereka di dasarkan dengan perjodohan.


"Aku udah terlanjur bahas nih,, dan udah terlanjur kesal,," ucap Friska.


"Jangan kesal dong sayang,," rayu Kenan.


Haduhh gawat lah kalau bos yang kesal,, pasti dia nggak mau nih aku dekat-dekat,, nggak bisa banget aku kalau jauh-jauh dari dia,, kenapa sih dia tiba-tiba teringat dengan kesalahan masa laluku itu,, batin Kenan ngenes.


"Kenapa sih waktu itu kamu selingkuh,, seharusnya kamu jangan selingkuh dong,, nggak setia banget sih,," omel Friska.


Juan dan Jeki hanya diam sambil menahan tawanya begitu melihat Kenan di omeli istrinya sendiri. Padahal Kenan seorang bos tapi kalau pada istrinya dia tidak ada apa-apanya.


Kenan menggaruk kepalanya yang tidak gatal begitu mendengar ucapan Friska.


"Yah gimana ya sayang aku juga nggak tau kenapa waktu itu bodoh banget gitu,, tapi sekarang kan udah nggak sayang,, aku udah setia banget,, karena aku emang orang yang setia,, kan yang pertama aku kenal yah si tante-tante itu,, jangan ngambek dong,," rayu Kenan.


"Iya aku nggak ngambek lagi,, aku tiba-tiba malas ngambek,," ucap Friska yang membuat Kenan langsung bernafas lega.


"Ayo kita ke ruangan ku kalau gitu sayang,," ucap Kenan lagi.


"Ayo,,, lagian tadi kita ngapain sih datang ke ruangan om Jeki lagi,," ucap Friska.


"Iya yah tadi mau ngapain kok aku lupa,," ucap Kenan sambil berpikir.


"Kita ke ruangan ku saja dulu sayang nanti kalau aku udah ingat barulah aku telfon Jeki saja,," ucap Kenan.

__ADS_1


"Oke kalau gitu,," ucap Friska.


"Om Jeki dan Om Juan,, nanti aku bicarakan yah sama Ela dan juga Salsa,," ucap Friska sebelum ke luar dari ruangan Jeki.


"Iya Nona," ucap mereka bersamaan.


"Kalau om Juan mau bicarakan juga sama Ela nggak apa-apa juga sih,," ucap Friska lagi.


"Iya Nona,, saya memang harus bicara dengan dia,," ucap Juan.


"Cie om Juan,, pasti mau ngambek yah sama Ela terus romantis-romantisan lagi,," ledek Friska.


"Tidak kok Nona,,," ucap Juan.


"Nggak apa-apa kok kalau beneran," ucap Friska sambil tersenyum manis.


"Udah sayang nggak usah senyum sama Juan,, ayo kita ke ruangan aku," ucap Kenan sambil menggandeng tangan Friska.


Ya ampun begitu amat nih suami,, batin Friska heran.


Friska dan Kenan pun segera ke ruangan Kenan.


########


"Sayang baju apa yang bagus aku pakai sebentar? yang sexy sepertinya bagus iya kan?" ucap Friska dengan santainya.


Kenan yang sedang fokus dengan laptopnya langsung menghentikan seketika kegiatannya.


"Nggak usah aneh-aneh sayang,, pakai karung aja kamu sebentar biar aman," ucap Kenan dengan santainya.


"Idiihh yang benar aja pakai karung,, gila yah kamu sayang,," ucap Friska heran.


"Aku mau ikut dong,, kamu udah bilang tadi akan pergi dengan aku,, oh atau kamu sengaja yah,, nggak jadi bawa aku supaya kamu bebas tuh cuci mata,," ucap Friska.


"Cuci mata?" tanya Kenan ulang.


"Iya cuci mata,, liat-liat cewek cantik," ucap Friska lagi.


"Astaga di mata aku itu kamu aja yang cantik istriku,, nggak usah takut kehilangan aku atau takut suami kamu ini akan tergoda dengan wanita lain,, karena nggak ada yang se menggoda kamu,," ucap Kenan sambil mencolek dagu istrinya.


"Hmmm dasar jantan,, pokoknya aku mau ikut sebentar kan bosan di rumah," ucap Friska lagi.


"Iya,,iya kamu ikut,, tapi pakaian yang akan kamu pakai biar aku saja yang pilihkan yah,," ucap Kenan.


"Iya asal bukan karung saja yang kamu pilihkan,," ucap Friska yang membuat Kenan langsung tertawa.


"Iya tenang aja bukan kok,, takut banget istriku ini,," ucap Kenan gemas.


"Kamu santai-santai aja dulu kalau gitu sayang,, aku mau kerja dulu,, kalau pengen sesuatu bilang saja sama aku yah,," ucap Kenan lembut sambil mengelus rambut Friska.


"Emmm,,"


"Kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Kenan.


"Nggak kok,, kamu kerja aja lagi,," ucap Friska.


"Ya udah,," ucap Kenan sambil tersenyum lembut.

__ADS_1


Sementara Juan memutuskan untuk menelepon Ela,, untuk membahas perihal Ela yang janjian dengan Jeki tanpa memberitahukan dirinya terlebih dahulu.


Pacarku itu bisa-bisanya dia janjian dengan Jeki tanpa bilang-bilang padaku,, berani nakal dia yah,, untung saja kan aku tau duluan,, batin Juan sambil menunggu Ela menjawab panggilan telfonnya.


"Ela,,, kak Juan nelfon tuh," ucap Salsa begitu melihat panggilan telfon dari Juan.


"Hah kak Juan? jam segini nelfon aku,, tumben banget,, emang dia nggak sibuk kerja yah?" ucap Ela.


"Yah mana gue tau Ela,, kak Juan kan pacar loe,," ucap Salsa.


"Hehehe iya sih,," ucap Ela sambil nyengir.


Lalu,, Ela dengan segera mengambil ponselnya untuk menjawab panggilan telfon dari Juan.


Hemmm asal kak Juan aja cepat banget responnya nih anak,, batin Salsa.


"Halo sayang,," ucap Ela langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Juan.


Juan langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Ela.


Astaga Juan jangan senyum dulu,, seharusnya kamu marah sedikit karena dia janjian dengan Jeki tanpa memberitahukan dirimu,, batin Juan.


"Sayang kok diam?" tanya Ela karena dia tidak mendengar jawaban apapun dari Juan.


"Emm iya halo,," ucap Juan berusaha biasa saja.


"Ada apa nelfon sayang? kangen yah sama aku? sama kok aku juga kangen sama kamu,, kapan kita akan bertemu lagi?" cerocos Ela yang membuat Salsa langsung menggelengkan kepalanya.


Sabar Salsa,, udah biasa kan kamu jadi obat nyamuk jadi nikmati saja,, batin Salsa ngenes.


"Oh iya gimana tentang tante Syeila aman dan lancar kan kamu jalankan rencana?" tanya Ela lagi padahal Juan belum menjawab apapun.


"Iya aman kok,," jawab Juan.


"Bagus deh,, terus ada apa kamu nelfon sayang,, kamu kangen beneran nih sama aku?" tanya Ela lagi.


"Kamu nggak merasa telah berbuat suatu kesalahan?" tanya Juan yang membuat Ela langsung bingung.


"Hah kesalahan?" tanya Ela ulang untuk memastikan pendengarannya.


"Iya kesalahan,, apa kamu nggak merasa telah berbuat suatu kesalahan?" ucap Juan lagi.


"Emm nggak tuh,, memang aku berbuat kesalahan apa?" tanya Ela balik karena dia memang tidak kepikiran tentang kesalahannya.


"Benarkah?" tanya Juan.


"Iya sayang,, kamu kenapa sih jadi aneh begini,, salah makan yah tadi?" tanya Ela asal.


Salsa hanya menggelengkan kepalanya lagi-lagi begitu mendengar ucapan Ela.


Iya kali kak Juan salah makan,, dasar Ela asal bunyi aja,, tapi dia enak banget sih bisa mendapatkan hati kak Juan,, kan aku iri pakai banget,, jodohku kira-kira lagi ada dimana yah sekarang,, batin Salsa.


"Nggak kok,, aku nggak salah makan,, hanya tadi aku habis mengetahui sesuatu yang membuat hati aku sakit,," ucap Juan.


"Hah sesuatu apaan yang membuat hati kamu sakit?" tanya Ela penasaran.


Salsa juga ikut penasaran begitu mendengar ucapan dari Ela.

__ADS_1


"Pacarku janjian dengan pria lain di belakang aku tanpa bilang-bilang padaku,, dan itu sangat menyakitkan buat aku,," ucap Juan.


__ADS_2