
"Sayang kamu kenapa?" ucap Kenan sambil mengikuti Friska yang sedang berlari. Namun tiba-tiba Friska menghentikan langkahnya dan itu membuat Kenan juga menghentikan langkahnya.
"Sayang kamu kenapa hemm?" tanya Kenan yang sangat khawatir sambil melihat Friska.
Friska pun hanya nyengir sambil melihat Kenan yang sedang khawatir pada dirinya.
"Kok nyengir sayang?" tanya Kenan lagi.
"Kamu kenapa?" tanya Kenan sambil menangkup lembut kedua pipi Friska.
"Aku nggak kenapa-kenapa sayang,, cuma bercanda tadi abis kamu sibuk kerja gitu,, tadi tuh aku pengen di perhatiin sama kamu," ucap manja Friska sambil memeluk tubuh Kenan dengan tujuan agar Kenan tidak marah setelah dirinya di kerjain.
Kenan langsung bernafas lega begitu mendengar ucapan Friska.
"Beneran kamu nggak kenapa-kenapa?" tanya Kenan.
"Beneran kamu nggak mau muntah sayang?" tanya Kenan lagi sambil membalas pelukan Friska.
"Iya nggak sayang,,, kamu nggak marah kan sama aku karena bohong?" tanya Friska sambil melihat Kenan.
"Nggak,,, mana mungkin aku akan marah sama kamu,, aku lega kamu nggak muntah beneran,, tau nggak aku benar-benar sangat khawatir tadi,, jadi kamu jangan begitu lagi sayang yah,," ucap Kenan sambil membelai lembut pipi Friska lalu membawa kembali Friska ke dalam pelukannya.
Huuf untung suami aku ini nggak marah,,, tadi aku kerjain,, batin Friska lega.
"Kamu beneran kan sayang nggak mau muntah? kita ke rumah sakit aja untuk memastikan semuanya atau aku telfon dokter saja agar dia kesini supaya jelas semuanya,, aku nggak mau kalau kamu sakit,," ucap Kenan lagi.
"Nggak usah aku cuma bercanda aja tadi abis kamu fokus banget nggak lihatin aku,," ucap Friska.
Tak bicara lagi,, Kenan langsung saja menggendong tubuh istrinya itu sambil membawanya masuk ke kamar,, Friska benar-benar terkejut dengan kelakuan Kenan yang tiba-tiba menggendongnya.
"Loh kok aku di gendong sih,, aku nggak sakit sayang,," ucap Friska dengan penuh keheranan..
Kenan hanya tersenyum penuh arti sambil masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar mereka,, setelah itu dia membaringkan tubuh Friska pelan-pelan di tempat tidur lalu dengan cepat dia menindih tubuh Friska.
Kenan menatap Friska lembut sambil membelai wajah Friska.
__ADS_1
"Mau ngapain?" tanya Friska.
Kenan langsung mencium bibir lembut istrinya yang telah menjadi candu buat dia.
"Sayang ihhh minggir,, ngapain masuk kamar coba,," rengek Friska begitu Kenan sudah selesai menciumnya.
"Kamu harus di hukum sayang, tadi itu aku benar-benar khawatir,,, hampir saja jantung ku copot karena khawatir,," ucap Kenan sambil menatap lembut wajah Friska.
"Maafin aku sayang,, jangan di hukum yah,, maafin,," ucap Friska.
Kenan menggelengkan kepalanya.
"Nggak bisa kamu harus di hukum,," ucap Kenan lalu mengecup leher Friska.
"Aku mau di hukum gimana?" tanya Friska yang sudah berpikiran lain-lain tentang hukuman Kenan,, dia benar-benar takut kalau hukuman Kenan akan membuatnya kesusahan,, selama ini Kenan selalu memanjakan dirinya tak pernah di hukum sama sekali.
Kenan tertawa di dalam hatinya melihat ekspresi wajah takut istrinya.
Pasti dia sudah mikir macam-macam tentang hukuman dia,, karena dia tau dia salah,, makanya wajahnya sudah penuh dengan kekhawatiran,, mana mungkin aku akan melakukan itu,, bahkan kamu selingkuh pun aku nggak mungkin menyakiti kamu palingan pria itu dan kamu akan aku kurung untuk hidup bersamaku,, batin Kenan.
"Ihh nggak mau kan tadi udah,," rengek Friska.
"Tadi beda,, siapa suruh kamu mancing aku,, padahal aku sedang fokus kerja tadi,, istriku ini butuh perhatian jadi aku akan memberikan perhatian,," ucap Kenan sambil membuka baju Friska.
"Sayang maafin aku,, nggak lagi deh aku gangguin kamu,, aku capek masa mau begituan lagi,," rengek Friska sambil menahan tangan Kenan.
"Biar aku yang ambil alih semuanya,, kamu cukup nikmati saja sayang,," ucap Kenan yang sudah tidak bisa menahan diri lagi.
Dan akhirnya Friska berakhir melayani suaminya lagi karena ulahnya sendiri yang iseng pada Kenan.
Sementara di waktu yang sama Raka telah sampai di kantor Kenan dengan segera dia ke ruangan Kenan,, namun dia mengernyitkan dahinya begitu melihat tidak ada siapa-siapa di ruangan Kenan.
Hem,, hem,, waktu itu datang ke ruangan Kenan ada Jeki,, setelah itu ada Juan dan sekarang tidak ada siapa-siapa,,, wow sekali yah,, kemana nih si Juan bucin itu dan juga Jeki,, batin Raka sambil berjalan menuju ke ruangan Juan.
Begitu sampai di depan ruangan Juan dengan segera dia masuk ke dalam.
__ADS_1
Juan dan Jeki yang berada di ruangan itu segera menoleh kepada seseorang yang asal masuk saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Juan menggelengkan kepalanya begitu melihat orang itu adalah Raka.
"Raka kalau masuk tuh ketuk pintu dulu,," ucap Juan.
"Haduhh kayak apaan aja sih,, pakai ketuk pintu segala,, aku lupa tadi,, sorry,," ucap Raka sambil nyengir dan berjalan mendekati Juan dan Jeki.
"Lain kali nggak boleh lupa,, kamu ini kan punya perusahaan,,, kalau ada yang main asal masuk saja tanpa mengetuk pasti kamu marah-marah tuh," ucap Juan lagi.
"Nggak kok asal yang aku kenal,," ucap Raka sambil tersenyum manis pada Juan dan Jeki.
"Kalian serius amat sih,, udah dekat jam istirahat nih,, santai aja dulu,, bentar baru lanjutkan lagi,," ucap Raka.
"Enak aja kamu ngomong begitu,, bos aku itu tuan Kenan bukan kamu," ucap Juan.
"Iya nih Raka,, kita nggak boleh malas-malasan kali,," ucap Jeki juga.
"Bos kalian aja malas-malasan tuh,, bulan madu melulu,, jadi kalian malas-malasan aja dulu mumpung dia belum masuk kantor,," ucap Raka asal.
"Mana ada seperti itu,, dia kan berhak karena dia bos,,, kamu ngatain dia sedangkan kamu saja seperti itu malas banget,, kerjaan kamu kesini melulu terus galau-galau karena wanita yang kamu cintai lagi bulan madu sekarang,," ucap Juan yang membuat Jeki langsung tertawa karena dia sudah mengerti siapa yang dimaksud Juan.
"Haduhh jujur banget sih kamu,, aku kesini selain itu,, aku juga mau curhat nih,," ucap Raka.
"Curhat?" ucap Juan dan Jeki secara bersamaan.
"Iya curhat,, santai aja dong ekspresi kalian berdua," ucap Raka.
"Iya udah santai loh ini,, tapi sorry yah Raka sekarang kita lagi malas mendengar curhatan kamu,, karena kita lagi sibuk sekarang,, nanti saja yah kamu curhatnya kalau kita udah nggak sibuk lagi,," ucap Juan.
"Duhh udah dulu lah itu,, lebih baik kalian dengerin curhatan aku saja dulu,, lagian Kenan nggak bakalan jatuh miskin hanya karena kalian mendengarkan curhatan aku sekarang,," ucap Raka.
"Hemm maksa banget kamu Raka,," ucap Jeki lalu tertawa.
"Bentar aja Raka,, aku juga mau curhat tentang wanita sama kamu dan Juan,, siapa tau aja kamu ada saran gimana caranya untuk mendapatkan hati wanita,, karena kalau sama Juan pasti dia nggak tau," ucap Jeki lagi.
__ADS_1
"Hemm kamu pikir aku tau juga,, aku ini jomblo sejak lahir juga,, tapi oke deh aku bakalan dengerin kamu,, dan bantuin ngasih saran kalau bisa,,, Juan juga aku habis berikan saran loh,, nggak tau dia udah ikuti atau masih bodoh saja,," ucap Raka sambil melihat Juan yang sedang senyum-senyum karena mengingat hubungannya dengan Ela yang sudah ada status karena dia mengikuti saran dari Raka.