
Orang tersebut segera masuk.
Orang itu mengernyitkan keningnya bingung begitupun dengan Juan dia juga mengernyitkan keningnya begitu melihat Raka.
"Ya ampun ini kenapa kamu yang ada disini Juan,, Kenan ini udah nggak kerja lagi yah,, aku heran banget,, waktu itu aku datang Jeki yang ada di ruangannya,, ehh sekarang kamu lagi Juan,, itu si Kenan kemana sih?" tanya Raka sambil berjalan ke dekat Juan.
"Kamu kenapa datang kesini,, tumben banget,, nggak kerja emangnya," ucap Juan juga sambil melihat Raka yang sedang berjalan ke arahnya.
"Yah kerja sih tapi lagi pengen kesini,, mau ketemu Kenan ehh malah aku ketemu dengan kamu,, terus di ruangan dia lagi,, aku sih yakin Kenan pasti nggak kerjakan,," ucap Raka lagi.
"Duduk dulu," ucap Juan sambil menunjuk sofa.
Raka segera berjalan menuju sofa,, dan juan segera berjalan juga menuju sofa untuk duduk dan berbicara dengan Raka.
"Kenan kemana? apa dia udah nggak niat kerja lagi,, aku pecat juga dia," ucap Raka sambil nyengir.
Juan tertawa sambil menggelengkan kepalanya sejenak lalu menjawab pertanyaan Raka.
"Tuan Kenan sedang bulan madu bersama istrinya, jadi dia dari luar Negeri langsung pergi bulan madu bersama istrinya, itulah kamu tidak melihatnya disini," jawab Juan.
"APA!!! teriak Raka sambil berdiri dari duduknya.
Juan sempat kaget dengan ekspresi Raka yang sangat berlebihan menurutnya, begitu mendengar Kenan sedang pergi berbulan madu dengan istrinya.
"Kamu kenapa lebay banget sih, duduk dulu," ucap Juan sambil menarik Raka untuk duduk.
Raka kembali duduk di sofa dengan perasaan campur aduk.
__ADS_1
"Beneran Kenan pergi bulan madu bersama si cantik?" tanya Raka ulang.
"Bersama istrinya, hati-hati kalau bicara,, tuan Kenan tidak suka jika ada yang berbicara begitu mengenai istrinya, mau kamu mendapatkan pelajaran dari tuan Kenan," ucap Juan.
"Dan iya dia pergi berbulan madu bersama istrinya," ucap Juan lagi.
"Kamu ini sama ajah dengan Jeki,, sama-sama penakut tahu nggak, udah deh santai ajah kan nggak ada Kenan juga," ucap Raka.
"Aku itu hanya nggak mau kamu dapat masalah,, jadi jangan biasakan bibirmu itu berucap seperti itu," ucap Juan pada Raka.
"Heemm iya,, makasih udah perhatian padaku," ucap Raka sambil tersenyum.
"Tapi enak banget sih jadi Kenan, bisa bulan madu dengan Friska" ucap Raka,, karena sampai sekarang dia juga masih menyukai Friska, dia belum bisa move on dari Friska.
"Iyalah kan istrinya sudah pasti enak, tuan Kenan itu lagi fokus untuk buat penerus, salah gitu kalau dia pergi bulan madu dan merasakan enaknya bulan madu," ucap Juan.
"Sengaja biar kamu sadar," ucap Juan lalu tertawa bahagia.
"Tertawa di atas kesedihan orang lain benar-benar perbuatan yang nggak baik," singgung Raka.
"Mau-mau aku dong," ucap Juan lagi.
"Kenapa kamu kesini?" tanya Juan.
"Emang salah gitu kalau aku kesini,, mau-mau aku dong,, aku nggak butuh alasan untuk datang kesini,, oh iya si Jeki kemana? waktu itu aku datang yang berada disini itu Jeki," ucap Raka.
"Oh dia lagi ke luar kota sekarang,, kita akan buka cabang,, jadi dia yang aku perintahkan untuk mengurus disana," jawab Juan.
__ADS_1
"Oh gitu yah,,, tapi beneran Kenan sedang bulan madu sekarang?" tanya Raka lagi.
"Iya,, buang sudah harapan dan perasaanmu itu pada istri teman kamu sendiri,, mereka sekarang lagi bulan madu,, sudah pasti tuan Kenan meminta hak dia,, kan lagi mau buat penerus," ucap Juan sambil menahan tawanya begitu melihat wajah ngenes Raka.
Kasihan banget sih kamu Raka,, ekspresi kamu itu benar-benar ingin membuat aku tertawa tahu nggak,, batin Juan.
"Kamu itu kejam banget tahu nggak bicara seperti itu sama aku,, hargai perasaan aku juga dong yang lagi sakit begini,, Kenan cepat banget pergerakannya istrinya kan masih muda jadi harusnya,, dia nunda dulu gitu," ucap Raka.
"Kalau aku jadi tuan Kenan sih,, udah pasti nggak bakalan nunda,, lagian tuan Kenan itu sudah sangat lama bersabar tahu nggak,, dan dia juga cinta banget sama istrinya,, jadi sih menurut aku udah cocok kalau sekarang dia pergi berbulan madu,, daripada semakin lama ada teman yang dekat-dekat dengan istrinya,,, kan kalau istri tuan Kenan hamil para fans yang tidak di anggap bisa menjauh," ucap Juan lalu menertawakan Raka dengan sengaja.
"Dasar yah kamu,,, tapi hatiku masih sakit,,, istri teman aku itu benar-benar telah mengambil hatiku dan parahnya lagi dia nggak tahu perasaan aku sebenarnya,, aku belum mengungkapkan perasaanku tapi sudah tertampar dengan kenyataan," ucap Raka.
"Bukannya bagus kalau dia nggak tahu jadi kamu nggak malu mengalami cinta bertepuk sebelah tangan,, kamu ini bodoh dipelihara," ucap Juan lagi.
"Siapa tahu ajah kan,, waktu itu Friska ada perasaan sama aku,, dan memilih aku terus menceraikan Kenan, karena waktu itu mereka nggak saling cinta," ucap Raka lagi.
"Udah deh nggak usah mikir yang nggak masuk akal kamu," ucap Juan.
"Dan kamu yang sabar ajah yah,, lebih baik kamu cari dari sekarang wanita lain,, nggak usah mengharapkan istri teman kamu sendiri,, apalagi ini istri tuan Kenan,, cari masalah banget kamu," ucap Juan.
"Kamu sama ajah dengan Jeki,, seandainya semudah itu mencari wanita lain,, seandainya semudah itu aku tidak mencintai dia lagi, ini susah banget tahu nggak Juan,, susah banget ya ampun,, aku tuh sejak dulu usaha banget tapi susah banget untuk menghilangkan perasaan aku sama dia,, padahal Friska tidak pernah menggoda aku,, bahkan aku pikir sebelumnya akan mudah bagiku untuk melupakan dia dengan tidak bertemu dengan dia tapi sama ajah, aku tetap ajah nggak bisa melupakan dan menghilangkan perasaan aku sama dia,, bahkan yah aku sampai berniat menunggu jandanya,, kamu jangan bilang-bilang sama Kenan yah,, bisa-bisa aku di asingkan kalau dia tahu yang aku katakan tadi," ucap Raka.
"Wahh gila banget kamu,, sampai-sampai mau menunggu jandanya istri tuan Kenan,, pokoknya kamu harus segera mencari wanita lain mau sesusah apapun itu,, kamu harus bisa,, nggak usah nungguin jandanya istri tuan Kenan karena tuan Kenan sangat mencintai istrinya dan mana mungkin dia akan menceraikan istrinya," ucap Juan sambil melihat Raka.
"Yah siapa tahu ajah kan dia begitu,, tapi aku nggak pernah doakan begitu kok,, jahat banget aku kalau sampai mendoakannya juga," ucap Raka lagi.
"Nggak usah bilang siapa tahu,, siapa tahu,, pokoknya intinya kamu harus mencari wanita lain,, nggak usah mengharapkan istri tuan Kenan lagi," ucap Juan lagi-lagi.
__ADS_1
"Aku punya teman wanita, kamu kenalan ajah dengan dia," ucap Juan.