
Raka mengikuti Juan sambil mengomel.
"Juan massa tamu di giniin sih,, wah wow banget kamu Juan," ucap Raka lagi.
"Aduh berisik banget sih,, diam aja dulu,, kalau kak Juan seperti itu,, yang berarti memang itulah yang terbaik,, nggak usah berisik dehh," ucap Salsa sambil melihat kesal pada Raka.
"Iya kak Raka,, mengikut aja dulu," ucap Friska juga.
Raka pun langsung diam.
Hemm ambil kesempatan kamu yah bocah,,, kenapa juga dek cantik harus bersahabat sama Salsa ini,, dan bisa-bisanya aku nggak tau dia loh,, nggak ingat dia,, apa ini karena faktor usia,, tapi aku masih muda kok,, belum tua-tua amat,, batin Raka sambil melihat Salsa yang sedang tersenyum penuh kemenangan pada dirinya.
Kenan sejak tadi benar-benar kesal kepada Raka.
Kenapa juga harus ada Raka,, hemm ngeselin banget nih anak,, batin Kenan sambil melihat Raka.
__ADS_1
"Nah kalian masuk ke dalam,, aku udah sengaja siapkan tempat yang nyaman buat kalian,,, tinggal tunggu waktunya keluar aja,,, kalau udah waktunya sebentar akan ada anak buahku yang memperbolehkan kalian keluar,, maaf yah mendadak,, sebenarnya tuh sejak tadi aku udah mau katakan sama kalian alasannya aku gini in kalian tapi sayangnya ada kejadian tak terduga,, jadi gitu deh,, di dalam sudah ada yang lainnya juga,, kalian boleh bertanya sama mereka aja,, karena mereka sudah tau apa yang aku rencanakan,," ucap Juan lagi.
Kedua orang tua Ela pun sudah berada di dalam ruangan yang telah disiapkan oleh Juan.
Setelah mengatakan itu mereka pun masuk ke dalam ruangan itu,, sedangkan Juan. segera mempersiapkan diri bertemu dengan Syeila dan Ela.
"Wah ini mah nyaman banget tempatnya,,," ucap Salsa begitu sudah masuk ke dalam ruangan itu.
"Iyalah bocah,, nggak mungkin Juan nyiapin tempat yang nggak nyaman,, kamu nggak lihat siapa yang sedang bersama kita ini,, Pak Kenan yang terhormat,," ucap Raka sambil melihat Kenan yang sedang menatapnya kesal.
"Oh iya juga yah," ucap Salsa sambil melihat Kenan dan Raka secara bergantian.
"Belum dapat jatah yah dari dek cantik?" bisik Raka pada Kenan yang langsung membuat Kenan melongo.
"Cepat nikah Raka,, biar tau rasanya dapat jatah kapanpun kamu mau,, dan rasanya enak banget Raka,, nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata,," bisik Kenan balik yang membuat Raka ikutan melongo.
__ADS_1
"Kasian jomblo,," bisik Kenan lagi.
"Dek cantik boleh untuk aku nggak? biar nggak jomblo lagi aku," bisik Raka balik sambil menahan tawanya.
"Coba saja kalau kamu sudah bosan hidup," bisik Kenan lagi yang membuat Raka langsung menelan salivanya kasar.
Sedangkan Salsa langsung tersenyum bahagia begitu melihat orang tua Ela dan juga sahabat-sahabatnya yang lain begitu pun juga Friska,, mereka dengan segera berjalan menuju orang tua Ela,, dan juga kepada sahabat-sahabatnya yang lain.
Dafa sudah tersenyum lebar begitu melihat Friska sangat berbeda,, Friska terlihat semakin cantik.
Sementara Ela dan Syeila di dalam mobil....
"Tante kita mau kemana sih?" tanya Ela pura-pura tidak tau.
"Kita akan ke suatu tempat sebentar lagi akan sampai,, dan tempat itu benar-benar akan membuat kamu patah hati Ela," ucap Syeila yang sudah mengeluarkan sifat aslinya.
__ADS_1
"Aku akan membawa kamu untuk bertemu dengan Juan,, pria yang kamu cintai selama ini,, sebentar lagi akan bersama dengan aku,, dia memilih aku,, kamu udah tau kan mengenai aku yang pacaran dengan Juan selama ini,, hanya kamu pura-pura nggak tau aja,," ucap Syeila.
"Selama ini kamu sedih terus mendengar aku yang cerita mengenai kebahagiaan aku dengan Juan,, kasian sekali kamu,," ucap Syeila lalu dengan sengaja menertawakan Ela.