
"Jeki kenapa diam kamu?" tanya Juan lagi.
"Ketemu jodoh beneran kamu di sana?" tanya Juan yang semakin kepo.
"Bentar aku beritahu kamu,,, jam kerja nih sekarang,," ucap Jeki pada akhirnya.
Bentar aja deh aku beritahu Juan,, kan nggak enak lagi sibuk kerja malah menggosip,,, batin Jeki.
"Oke bentar yah kalau udah beres ini,," ucap Juan juga.
"Iya pastinya,," ucap Jeki sambil tersenyum bahagia.
Nih anak bahagia banget,, sepertinya benar dugaan aku dia udah bertemu wanita pujaan hatinya,, karena dia nggak komentar juga tadi,,, wahh bagus dong,, batin Juan.
Sementara di tempat dan waktu yang sama di rumah Kenan.
Kenan sedang duduk di sofa dalam kamarnya sambil membaca E-mail dari Juan. Dia lagi segar bugar karena habis mantap-mantap dengan istrinya. Sedangkan Friska masih rebahan di tempat tidur sambil main game.
Kenan yang melihat istrinya sibuk dengan dunianya sendiri menyimpan laptopnya kemudian berjalan mendekati istrinya,, dia penasaran dengan apa yang dilakukan istrinya sehingga dia tampak serius walaupun dia berpikir mungkin istrinya sedang bermain game,, tapi tetap saja dia tidak mau kalau istrinya sibuk dengan dunianya sendiri tanpa perduli padanya yang sedang berada di sekitar istrinya.
"Sayang lagi ngapain tuh?" tanya Kenan sambil duduk di pinggir tempat tidur.
"Ini lagi main game sayang,, nggak lihat nih game,," ucap Friska tanpa melihat Kenan karena masih fokus dengan gamenya.
Ya ampun dia bicara pun tidak melihat aku,, nggak bisa dibiarkan ini mah,, masa pentingan game,, batin Kenan.
"Lihat sayang,, tapi kamu nggak lihat nih suami kamu yang kekurangan perhatian kamu,, karena fokus di game aja,," ucap Kenan sambil naik ke tempat tidur.
"Belum pakai baju lagi,, aku pengen lagi baru kamu komentar,," ucap Kenan masuk ke dalam selimut lalu memeluk istrinya sambil mengendus-ngendus leher istrinya yang masih fokus dengan game.
"Ihhh yank jangan endus-endus gitu ihh geli tau,, aku lagi fokus nih,," rengek manja Friska.
"Lagian masa kamu pengen lagi nggak mungkin,,, kan udah tadi, aku mau mandi dulu baru pakaian,," ucap Friska lagi.
"Sana kamu lanjut kerjanya jangan gangguin aku,, aku cuma lagi main game nih,, nggak macam-macam kok,," ucap Friska.
"Hmm awas saja kalau macam-macam mahh,, nggak terima aku,," ucap Kenan.
Namun Friska hanya diam karena lagi asik dengan game.
"Udahan sayang main game,, pergi mandi sana terus duduk di sampingku,, temenin aku kerja biar semangat,," ucap Kenan lagi lalu mengecup pipi Friska.
"Yank ihh bentaran dong,, lagi seru nih,, nggak mungkin di tinggal yank,, jangan kasih pilihan awas saja,, aku nggak bisa milih kamu atau game di waktu sekarang ini,, kalau bentar baru bisa milih,," ucap Friska yang sudah tau pasti Kenan akan menyuruhnya memilih antara game dan dirinya.
__ADS_1
"Tau juga yah kamu sayang,," ucap Kenan lalu mencubit pipi istrinya gemas.
"Kalau bentar milih siapa?" tanya Kenan.
"Tentu kamu dong suamiku sayang,, masa game,, kan kamu sangat penting melebihi game," ucap Friska yang membuat Kenan senyum-senyum bahagia.
Biar senang nih suami dan nggak ganggu,, kalau nggak di begitukan pasti tangannya itu semakin nakal,, ini saja pergerakan tangannya sudah kemana-mana,, batin Friska.
"Kamu udah pintar gombal yah sekarang sayang,," ucap Kenan.
"Iya dong,, kan kamu yang ajarin sayang,,, ilmu gombalan kamu melebihi aku,," ucap Friska.
"Yank tangan kamu tuh jangan gitu dong,, aku lagi main game yank,,," ucap Friska lagi.
Tapi tangan Kenan semakin menjadi yang membuat Friska tidak sengaja mendesah.
"Tuh kan,," rengek Friska sekaligus merasa malu pada Kenan.
"Sensitif banget sih,," ucap Kenan gemas.
"Pergi kerja sana yank,, nggak usah gangguin aku,," ucap Friska lagi.
"Malas ahh,, kamu sibuk dengan game,, sini di samping aku makanya,, supaya kalau lagi capek ada penyemangat di samping,," ucap Kenan.
"Lihat aku dong kalau bicara sayang,," ucap Kenan lagi.
Friska mengecup sebentar bibir Kenan lalu kembali fokus pada gamenya.
"Udah semangat belum? lanjut gih kerjanya,," ucap Friska.
"Kalau udah selesai aku bakalan mandi terus nemanin kamu kerja,," ucap Friska lagi.
"Nggak konsentrasi aku sayang kalau kamu sibuk dengan dunia kamu sendiri,, nggak perduli kan aku," ucap Kenan lagi.
"Kamu ke ruang kerjamu kalau gitu sayang,, biar konsentrasi,, kan kalau disofa kamu lihatin aku yang lagi sibuk main game,, jadi kamu ke ruang kerja saja biar nggak terganggu,," ucap Friska dengan santainya.
"Lebih nggak konsentrasi lagi sayang,, ayo pergi mandi sana,, udahan dulu itu,," ucap Kenan lembut.
"Iya sayang dikit lagi baru menang,," ucap Friska.
Kenan pun menunggu istrinya sambil melihat Friska yang sangat pintar main game,, sedangkan Kenan sendiri tidak tau apa-apa tentang game.
"Oke udah menang,, aku mau mandi dulu,," ucap Friska sambil menyimpan ponselnya di tempat tidur dan dia segera bangun dari tidurnya sambil menutupi dirinya dengan selimut karena dia masih belum memakai sehelai benangpun setelah olahraga paginya dengan Kenan.
__ADS_1
"Ikut sayang,, aku bantu sabunin badan kamu,," ucap Kenan sambil tersenyum.
"Apaan sih,, modus aja,, pasti nanti colek sana colek sini,, aku pakai sabun sendiri aja,, makasih atas tawarannya, kamu lanjut kerja gih sayang untuk menafkahi istrimu ini,," ucap Friska sambil tertawa,, lalu segera berjalan ke kamar mandi.
Kenan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan istrinya itu.
Friska yang belum masuk di dalam kamar mandi,, tiba-tiba ponselnya berdering dengan segera Friska berjalan lagi menuju ke tempat tidurnya untuk melihat siapa yang menelepon dirinya.
Kenan yang masih berada di atas tempat tidur segera melihat siapa yang menelepon istrinya dan setelah melihatnya raut wajah Kenan langsung berubah,, membuat Friska mengernyitkan dahinya bingung sambil berjalan.
Kenapa lagi nih suami,, batin Friska.
"Siapa sayang?" tanya Friska.
"Tuh,," ucap Kenan sambil memberikan ponsel Friska.
"Oh Dafa,," ucap Friska dengan santainya.
Pantas saja raut wajahnya langsung berubah seketika,, dasar suamiku cemburuan,, sama Dafa juga dia masih cemburu padahal berulang kali sudah aku jelaskan mengenai hubunganku dengan Dafa,, batin Friska.
"Angkat tuh dia nelfon,," ucap Kenan yang sebenarnya memberikan kode kepada Friska agar tidak usah mengangkat panggilan telfon dari Dafa.
Tapi yang dilakukan Friska malah kebalikannya karena dia tidak mengerti kode-kode.
"Iya sayang emang aku mau angkat kok panggilan telfonnya,," ucap Friska lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Dafa membuat Kenan hanya bisa melongo.
Astaga dia tidak mengerti,, padahal maksud aku itu jangan angkat sayang,, jangan,, batin Kenan meronta-ronta.
"Halo Daf,," ucap Friska begitu mengangkat panggilan telfon dari Dafa.
Daf, panggilan apaan tuh,, nama dia kan Dafa,, nggak terima banget aku dia manggil nama Dafa begitu,, batin Kenan.
Kenan langsung menarik tubuh Friska agar duduk di pangkuannya,,, lalu segera mengaktifkan speaker ponsel Friska,, yang dengan tujuan supaya dia bisa mendengar juga obrolan istrinya. Karena selama ini Kenan memang selalu kepo pada pembicaraan istrinya apalagi dengan Dafa.
Friska hanya menggelengkan kepalanya dan tidak komentar apapun dengan kelakuan suaminya itu.
"Halo Fris,,, loe masih sibuk sekarang?" tanya Dafa.
APA,,, Fris dia manggilnya,, kok aku kesal yah,, nama istriku itu Friska,, kok mereka seperti mempunyai nama panggilan masing-masing sih,, batin Kenan.
Kenan mulai memberi gigitan-gigitan di leher Friska yang tentunya meninggalkan bekas lagi,, sekarang dia sedang kesal begitu mendengar panggilan mereka. Padahal sejak dulu dia juga sudah mendengar Friska terkadang memanggil Dafa seperti itu,, hanya saja sekarang Kenan semakin suka cemburu pada hal-hal kecil apalagi mengingat Dafa yang masih muda dan juga tidak kalah ganteng.
Istriku harus memanggil aku juga dengan panggilan seperti itu,, Ken sepertinya bagus,, batin Kenan.
__ADS_1