
"Oh Raka toh pelakunya yang membuat bodohnya kamu hilang Juan," ucap Kenan sambil nyengir dan Friska langsung tertawa begitu mendengar ucapan Kenan,, sedangkan mama Kenan geleng-geleng kepala sambil tersenyum begitu mendengar ucapan Kenan.
"Om Juan nggak bodoh cuma nggak peka aja,," ucap Friska lagi lalu kembali melanjutkan tawanya.
"Tante lihatlah suami istri ini,, gangguin aku tante,,, pantas mereka berjodoh sepertinya karena kelakuan mereka hampir sama,," ucap Juan sambil melihat mama Kenan.
"Ganteng doang tapi tukang lapor,," ejek Friska yang membuat mama Kenan langsung tertawa.
Sedangkan Kenan langsung memasang wajah cemberutnya begitu mendengar ucapan Friska.
Cemburu berat nih pasti tuan Kenan,, batin Juan begitu melihat Kenan yang ekspresi wajahnya langsung berubah.
"Sayang kamu hanya boleh bilang aku ganteng,, jangan bilangin Juan juga,," ucap Kenan.
"Astaga anak aku ini,, nggak apa-apa kali kan hanya bercanda nggak asik banget suami kamu sayang," ucap Mama Kenan sambil melihat Friska.
__ADS_1
"Iya ma,," ucap Friska juga.
"Pokoknya nggak boleh,,, nanti Juan baper lagi,, kan bahaya,," ucap Kenan lagi.
"Ya ampun mana mungkin om Juan bakalan baper sih sayang,, harap maklum aja yah sama suami aku ini,," ucap Friska sambil melihat Juan dan Mama Kenan.
Juan dan mama Kenan langsung menertawakan Kenan begitu mendengar ucapan dari istri Kenan sendiri.
############
Persiapkan kesabaran kamu Salsa,, oke,, batin Salsa lalu segera mengendarai motornya menuju rumah nenek Raka,,, karena Raka sudah mengirimkan alamat rumah neneknya.
"Raka dia jadi nggak datangnya?" ucap nenek Raka sambil melihat Raka yang sedang fokus pada ponselnya.
Raka tidak ke kantor karena neneknya melarangnya untuk ke kantor,,, dia ingin ketika Salsa datang Raka juga ada di rumah,, Raka dengan terpaksa mengikuti kemauan neneknya,, karena dia sangat tidak mau melihat neneknya kecewa. Raka hanya menyuruh sekretarisnya untuk menghandle semua karena dia tidak ke kantor.
__ADS_1
"Iya jadi kok nek," ucap Raka sambil melihat jam tangannya.
Duhh tuh bocah lama banget sih,, capek aku ditanyain terus,,, kenapa juga aku harus ada di rumah,,, kalau aku ke kantor kan bagus jadi nggak perlu sandiwara lagi,, batin Raka.
"Kenapa kamu nggak pergi jemput dia aja sih Raka biar jelas,, massa pacarmu kamu biarkan datang sendiri ke rumah ini,, nggak romantis sekali kamu,, gimana kalau dia cari pria lain yang lebih romantis,, yang menjemput dia,, patah hati pasti kamu,, jadi jangan seperti ini sama pacar kamu," ucap nenek Raka yang sejak tadi menyarankan pada Raka untuk menjemput Salsa tapi Raka selalu menolak dengan berbagai alasan.
Kalau Friska dek cantik itu baru aku mau jemput nek,, kalau Sinta nggak mau aku tuh,, batin Raka.
"Nenek aku tau juga yah romantis-romantis,," ucap Raka sambil tersenyum.
"Nenek kan pernah muda,, memang kamu pikir nenek langsung tua apa,, dan kalau nenek berada di posisi Sinta sekarang,, sudah lama nenek akan memutuskan pacar seperti kamu ini," ucap Nenek Raka lagi.
Raka langsung tersenyum begitu mendengar ucapan neneknya.
"Biar dia mandiri loh nek,, udah yah nenek tenang aja dan sabar aja,, dia pasti sedang di jalan sekarang,,, pasti nggak lama sampai tuh,," ucap Raka lagi.
__ADS_1
Sementara Syeila begitu bahagia begitu mendapatkan pesan dari Juan.