Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Selalu aku yang salah


__ADS_3

"Haa teman kakak, yang kakak pernah bilang itu yah, ke Indonesia cuma buat nemuin dia doang?" tanya Friska.


"Yah betul sekali, karena dia itu teman aku yang sangat baik walaupun kadang menjengkelkan" ucap Raka lalu tertawa.


"Oke kak aku mau, aku penasaran sama teman kakak" ucap Friska.


"Teman aku itu cowok tampan yang menjengkelkan tapi sebenarnya dia baik kok dan ingat kamu jangan sampai jatuh cinta kalau bertemu dia karena dia sangat mencintai satu wanita tapi sebenarnya wanita itu nggak cocok banget buat dia, wanita itu bermuka dua hanya teman aku itu terlalu mencintai wanita itu jadi buta deh" ucap Raka lalu tertawa.


"Kakak kasitau dia dong kan kasian teman kakak kalau dapat wanita seperti itu" ucap Friska prihatin dengan teman Raka.


"Udah adek cantik tapi dia tetap saja nggak mau mendengarkan perkataan aku, karena wanita itu sangat pintar drama jadi gitu deh" ucap Raka.


"Oh gitu yah, ya sudah doakan saja kak supaya teman kakak itu bisa sadar dan nggak buta lagi gara-gara cinta" ucap asal Friska lalu tertawa.


"Iya kamu benar adek cantik, sudahlah ngapain bahas teman aku itu, kamu istirahat deh aku matiin panggilan telfonya yah" ucap Raka.


"Oke kakak ganteng, kakak istirahat juga kalau gitu" ucap Friska.


"Iya adek cantik" ucap Raka lalu mematikan panggilan telfonnya.


Raka pun langsung melanjutkan rebahannya dan tak lama dia pun tertidur.


Sedangkan Friska masih rebahan sambil menonton video BTS buat pengantar tidurnya.


#####


Di tempat lain Kenan sedang mengemudikan mobilnya menuju tempat tinggal Friska yang baru. Kenan menyuruh orang kepercayaannya untuk mengikuti Friska tadi jadilah dia mengetahui tempat tinggal Friska sekarang.


Begitu Kenan sampai di tempat tinggal yang baru Friska tinggali, dia sama sekali tidak menyadari bahwa Raka tetanggaan dengan Friska. Karena Kenan juga tidak melihat mobil Raka dan dia pun memang hanya fokus pada tempat tinggal Friska.


Kenapa aku bisa melupakan rumah ini sih pantas saja aku tidak menemukan dia di tempat lain ternyata papa menyuruh Friska tinggal disini, papa terlihat jelas sangat menyayangi anak kecil itu sampai-sampai menyuruhnya tinggal di rumah yang papa sangat sukai batin Kenan.


Kenan masuk ke dalam rumah dengan santai karena memang dia ditahu bahwa dia anak dari pemilik rumah ini.

__ADS_1


"Maaf tuan disini ada anak gadis cantik yang sedang tinggal" ucap pelayan yang memang sangat menyukai melihat Friska karena dia sangat cantik dan baik.


"Gadis cantik" ucap Kenan ulang sambil mengernyitkan keningnya.


Padahal di dalam hatinya dia senang istrinya di bilangkan cantik oleh pelayan wanita beda halnya lagi kalau laki-laki yang bilangkan cantik istrinya pasti dia akan langsung marah.


"Iya tuan" ucap pelayan itu.


"Dia selingkuhan ayahku yah?" tanya Kenan dengan pura-pura marah.


"Bukan tuan saya tidak tahu pasti apa hubungan mereka, tapi saya sangat yakin kalau itu bukan selingkuhan ayah tuan. Lagian wajah nona Friska tidak ada menunjukan kalau dia itu wanita pelakor dan nona Friska itu sangat baik juga pintar memasak, rasanya tidak mungkin dia menjadi wanita pelakor tuan dan maaf kalau saya lancang tuan berbicara seperti tadi" ucap pelayan itu dengan ekspresi wajah takutnya.


"Nggak apa-apa kamu berbicara seperti tadi dan juga memang Friska itu tidak mungkin selingkuhan ayah saya karena Friska gadis cantik yang kamu bilangkan itu istri saya" ucap Kenan sambil tersenyum lalu berjalan menuju kamar Friska meninggalkan pelayan itu yang masih tampak terkejut setelah mendengarkan perkataan Kenan.


Jadi yang tinggal disini istri tuan Kenan, aku harus memberitahu yang lain supaya mereka lebih sopan lagi kepada nona Friska ucap pelayan itu dengan perasaan bahagianya.


Dia sangat bahagia mengetahui Kenan memiliki istri seperti Friska yang sangat baik. Semua yang bekerja di rumah itu sangat menyukai Friska yang tidak membedakan-bedakan dan juga Friska sudah menganggap mereka seperti keluarga sendiri padahal mereka hanyalah pelayan sangat berbeda jauh dengan Friska.


Kenan melihat Friska yang sedang senyum-senyum kadang juga tertawa sambil melihat ponselnya dan juga Friska menggunakan headset. Kenan langsung mendekati Friska. Friska belum menyadari kedatangan Kenan.


"Kamu lihat apaan sih" ucap Kenan lalu mengambil ponsel Friska.


Friska benar-benar terlonjak kaget begitu melihat Kenan yang tiba-tiba ada di depannya.


"Om ini mau buat aku mati karena kaget yah, kenapa muncul tiba-tiba seperti ini sih pakai ambil-ambil ponsel aku lagi" ucap Friska lalu berusaha mengambil ponselnya dari tangan Kenan.


Namun Kenan tidak memberikan ponsel Friska, dia masih melihat apa yang dilakukan Friska dengan ponselnya sampai-sampai dia senyum-senyum tidak jelas.


"Om ponsel aku sini" ucap Friska.


"Kamu senyum-senyum nggak jelas karena nonton ini?" tanya Kenan sambil memperlihatkan video BTS kepada Friska dari ponsel Friska.


"Iya" jawab Friska.

__ADS_1


"Oh aku pikir karena kamu lagi chat dengan cowok lain atau lagi video call" ucap Kenan.


"Sudah tadi kalau itu om" ucap Friska santai.


Seketika ekspresi wajah Kenan berubah, dia benar-benar tidak suka mendengar ucapan Friska.


"Benar kamu melakukan itu tadi?" tanya Kenan ulang untuk memastikan.


"Iya emang kenapa sih om, ponsel aku sini balikin" jawab Friska sambil masih berusaha mengambil ponselnya dari tangan Kenan.


Kenan langsung melihat panggilan di ponsel Friska dan memang benar disitu ada daftar panggilan Friska dengan Raka dan bersama Rio pun masih ada bahkan Dafa pun juga ada dan cowok-cowok lain pun ada.


Kenan tidak menyadari bahwa Raka itu adalah Raka sahabatnya.


Kenan langsung menghapus semua nomor cowok yang ada di ponsel Friska dan itu membuat Friska sangat kesal.


"Kenapa sih om menghapus nomor mereka" ucap Friska kesal.


"Karena kamu istriku, jangan menyimpan nomor laki-laki di ponsel kamu" ucap Kenan tegas.


"Oke, tapi om bisa nggak supaya tidak pacaran dengan Adelia" ucap Friska yang tidak kalah tegasnya.


"Kamu tidak usah mengurus itu, pokoknya kamu jangan menyimpan nomor laki-laki di ponsel kamu" bentak Kenan.


"Aku nggak bakalan mau mengikuti perintah om" ucap Friska tegas.


Kenan langsung membanting ponsel Friska di lantai membuat Friska benar-benar marah.


"Kamu jangan membantah perkataan aku Friska" bentak Kenan lagi.


"Ceraikan aku om, aku nggak terima di giniin terus, om yang pacaran tapi selalu aku yang salah" ucap Friska sambil memungut ponselnya dengan perasaan yang benar-benar marah.


"Oke aku kabulkan keinginan kamu, aku juga tidak mencintai kamu yang aku cintai Adelia" ucap Kenan.

__ADS_1


__ADS_2