Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Berencana ingin menemui Adelia,,,


__ADS_3

Salsa yang sedang asik makan langsung menghentikan aktivitasnya begitu mendengar ponselnya berdering.


Dengan segera Salsa melihat nama kontak yang meneleponnya. Dan seketika itu juga ekspresi wajah Salsa langsung berubah seketika membuat Raka mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat ekspresi wajah Salsa yang langsung berubah seketika. Karena tadi ekspresi wajah Salsa seperti sedang kesal sekarang berubah jadi senyum-senyum tidak jelas.


Nih bocah belum gila kan, batin Raka heran sendiri.


"Kenapa kamu bocah,, senyum-senyum seperti itu?" tanya Raka penasaran.


"Kepo banget sih kamu,, tapi berhubung aku lagi senang jadi aku bakalan beritahu,, kalau sekarang calon masa depan ku sedang menelepon aku,, jadi aku senang banget dan mau mengangkat panggilan telfon dari dia dulu,, jadi jangan berisik yah,,, hargai privasi aku,," ucap Salsa dengan kepedean nya yang membuat Raka melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Salsa.


Siapa juga yang mau berisik,, calon masa depan segala lagi,, cepat banget nih anak mikirin calon masa depan padahal masih bocah,, sungguh mengherankan anak zaman sekarang,, batin Raka.


"Aku nggak bakalan gangguin kamu,,, nggak bakalan berisik,,, kepedean banget kamu,," ucap Raka lalu segera fokus pada kerjaannya.


"Bagus deh,," ucap Salsa lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Jeki.


"Halo kak,, ada apa?" tanya Salsa langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Jeki sambil senyum-senyum.


Raka benar-benar bergidik ngeri melihat Salsa yang seperti itu,, berubah jadi sangat centil ketika berbicara dengan orang yang dia suka.


Jeki pun langsung tersenyum juga begitu mendengar ucapan Salsa.


"Emm aku hanya ingin dengar suara kamu aja,, sekaligus mau tanya kamu udah makan siang belum?" tanya Jeki.


Salsa langsung semakin senyum-senyum begitu mendengar ucapan Jeki,, sedangkan Raka hanya geleng-geleng kepala melihat Salsa yang seperti itu.


Begini yah kalau bocah lagi jatuh cinta,, astaga mengerikan sekali,, dia ini nggak sadar apa ada manusia di dalam ruangan ini,, nggak malu apa dia, batin Raka dengan keheranannya.


"Nih lagi sementara makan kak,, kalau kakak udah makan siang belum?" ucap Salsa yang langsung merutuki kebodohannya sendiri karena telah mengucapkan itu.


Salsa kamu bodoh banget sih bilang lagi sementara makan,, pasti kak Jeki mau menutup panggilan telfonnya nih karena nggak enak ganggu aku lagi makan,, hmmm bodoh sekali kamu Salsa ya ampun,, padahal aku masih pengen bicara dengan kak Jeki,, batin Salsa meronta-ronta.


"Oh jadi kamu lagi makan,, ya udah lanjut makan aja kalau gitu,, aku menggangu nih waktu makan siang kamu,, maaf yah,," ucap Jeki yang sesuai dengan dugaan Salsa.


Tuh kan apa aku bilang,, pasti kak Jeki akan merasa tidak enak lalu mau menutup panggilan telfonnya,, Salsa, Salsa gini nih kalau bodoh kamu pelihara,, batin Salsa.


"Kakak nggak usah bilang seperti itu,, nggak usah minta maaf juga karena kakak nggak mengganggu jam makan aku sedikit pun kok,, aku malahan senang kakak nelfon aku sekarang,, aku langsung berasa kenyang aja gitu, nggak lapar lagi,, lagian udah mau selesai juga kok aku makannya,, jadi kakak nggak ganggu sedikit pun," ucap Salsa cepat.


Raka langsung geleng-geleng kepala begitu mendengar ucapan Salsa.


Nih bocah pintar banget bohong,, udah mau selesai dia makannya padahal kan belum,, terus berasa kenyang lagi katanya,, mana ada sebentar pasti dengan tempat-tempatnya dia makan tuh,, batin Raka sambil melihat Salsa yang sedang senyum-senyum.


"Yah nggak boleh gitu dong,, kamu lanjut makan lagi yah kalau gitu,," ucap Jeki dari balik telfon.


"Kalau kamu udah makan siang belum?" tanya Salsa yang masih ingin berbicara dengan Jeki sebenarnya.


Hmmm sok perhatian juga nih bocah,, batin Raka lagi-lagi.

__ADS_1


"Udah kok,, barusan selesai nih,, lalu aku telfon kamu," ucap Jeki sambil tersenyum meskipun Salsa tidak melihatnya.


"Oh baguslah kak,," ucap Salsa.


"Iya,, jadi kamu lanjut makan yah sekarang,, aku tutup dulu panggilan telfonnya yah," ucap Jeki lagi.


"Yah sebenarnya masih pengen bicara dengan kakak loh," ucap Salsa.


"Nanti bisa lagi, kamu makan dulu,, aku juga udah mau lanjut kerja nih,," ucap Jeki sambil melihat jam tangannya.


Salsa pun dengan segera melihat jam tangannya juga.


"Oh iya kak,, ya ampun aku lupa,, kakak kan lagi kerja,," ucap Salsa.


"Iya nggak apa-apa kok,, santai aja,, kamu lanjut yah makannya," ucap Jeki lagi.


"Iya kak,, kakak lanjut deh kerjanya kalau gitu juga," ucap Salsa lagi.


Hmmm sok banget nih bocah,, bisa juga dia dapat cowok yang udah kerja, aku pikir tadi kakak kelas dia, batin Raka.


"Iya,, aku tutup dulu yah panggilan telfonnya," ucap Jeki lagi.


"Iya kak," ucap Salsa sambil tersenyum manis.


Jeki pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa begitu mendengar ucapan Salsa.


"Wahh ngelunjak sekali kamu bocah ngatain aku seperti itu,, mana ada aku iri sama bocah seperti kamu,, aku liatin kamu itu karena heran aja, mau aja tuh cowok jadi gebetan bocah seperti kamu ini," sewot Raka sambil geleng-geleng kepala.


"Itulah kelebihannya aku yang nggak kamu sadari,, jangan suka sama aku,, ingat aku udah punya gebetan, aku nggak mungkin berpaling dari dia, ingat kita hanya pacaran pura-pura saja di depan Elsa," ucap Salsa yang semakin kepedean di depan Raka.


"Astaga kamu yang harus ingat jangan suka sama aku, aku nggak mungkin suka sama kamu bocah kamu bukan tipe aku,, bukan banget, jadi jangan pernah deh terlintas di pikiran kamu itu kalau aku bakalan suka sama kamu," ucap Raka sambil bergidik ngeri melihat Salsa.


"Iya aku ingat kok,, kerja deh kamu,, aku mau lanjut makan," ucap Salsa.


"Wahh enak banget kamu nyuruh-nyuruh aku seperti itu," ucap Raka.


"Maaf khilaf," ucap Salsa sambil nyengir.


"Aku heran sekarang kenapa bisa cowok itu mau jadi gebetan kamu yang bocah gini, pasti kamu pakai cara yang tidak baik yah,, ayo jujur saja," ucap Raka sambil melihat Salsa dengan tatapan penuh selidik.


"Idihh sembarangan aja nuduh orang seperti itu,, dia begitu sama aku karena disitulah di lihat the power of bocah,, lagian aku cantik,, baik jadi wajar saja kalau dia jadi gebetan aku,," ucap Salsa lalu tertawa.


"Kepedean banget kamu,, atau jangan-jangan itu om-om yah?" ucap Raka lagi.


"Kalau om-om sih nggak mengherankan,," ucap Raka lagi.


"Astaga kelebihan kamu ini berfikiran negatif sama orang sepertinya,, mana ada aku doyan om-om,, dia bukan om-om kali,, dia masih muda,, ganteng lagi," ucap Salsa sambil mengingat Jeki.

__ADS_1


"Hmmm emang cewek kalau lihat yang ganteng pasti seperti itu," cibir Raka.


"Yee aku nggak lihat dari gantengnya aja yah,, tapi aku lihat dari kebaikan dia,, dari kelembutan dia memperlakukan wanita,, nggak kayak kamu memperlakukan wanita seperti itu,, apalagi sama Elsa kamu perlakukan dia kasihan banget,, padahal Elsa itu suka sama kamu, aku sih yakin banget Elsa itu suka sama kamu meskipun Elsa nggak bilang," ucap Salsa lagi.


"Hmmm kamu nggak akan mengerti sebelum kamu merasakan,,, kamu nggak akan bisa menjalin cinta dengan orang yang tidak kamu cintai,, karena rasanya itu beda," ucap Raka lagi.


"Pasti bisa kok,, kamu aja yang nggak mau coba untuk mencintai orang lain selain wanita itu,, kamu nggak takut apa menyesal di belakang,," ucap Salsa.


"Hmmm jangan sok ceramah dehh bocah,, lebih baik kamu makan saja,, nggak usah ribut," ucap Raka.


"Yee di beritahu juga, ya udah aku memang mau lanjut makan lagi,," ucap Salsa lalu kembali melanjutkan makannya.


Dan Raka kembali melanjutkan kerjanya.


"Senyum terus kamu Jeki?" ucap Juan yang melihat Jeki senyum-senyum sambil jalan menuju ke ruangannya.


Jeki sedikit terlonjak kaget begitu mendengar ucapan Juan,, Jeki lupa kalau Juan sedang jalan bersama dia.


"Gitu aja kaget kamu,, pasti pikiran kamu lagi berada di tempat lain nih?" ucap Juan.


"Mikirin Salsa yah kamu?" ucap Juan lagi.


"Iya aku lagi mikirin dia,," jawab Jeki sambil tersenyum.


"Lancar yah makan malamnya,, bagus deh," ucap Juan.


"Iya lancar banget," ucap Jeki lagi.


"Cepetan dehh kamu ikat si Salsa itu kalau kamu sudah yakin,, jangan lama-lama nanti di ambil orang,, entar kamu patah hati dua kali lagi," ucap Juan lalu tertawa.


Padahal Juan tidak tau saja kalau Jeki pernah juga menyukai Friska jadi sebenarnya Jeki patah hati sudah dua kali kepada Friska dan juga Ela.


"Yah sebenarnya aku maunya gitu,, tapi aku takutnya Salsa nanti mikirnya terlalu kecepatan kan aku baru jalan satu kali dengan dia, itupun dia menggantikan Ela jadi aku nggak enak," ucap Jeki.


"Iya juga sih, cewek kan ribet kadang,, ya udah terserah kamu saja kapan waktu yang tepat,, yang penting jangan kelamaan nanti di ambil orang," ucap Juan lagi.


"Iya tau kok,, kamu juga jangan kelamaan nanti Ela di ambil orang," ucap Jeki sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Juan.


"Oh tidak semudah itu mengambil Ela dari aku,," ucap Juan cepat.


"Dasar bucin," ledek Jeki.


"Aku masuk dulu yah pak Juan," ucap Jeki lagi lalu segera masuk ke dalam ruangannya. Dan juan pun segera berjalan menuju ke ruangannya juga.


Bucin? emang iya sih aku sangat bucin pada Ela,, padahal dulu aku nggak menyukai dia ehh sekarang bucin banget,,,, batin Juan sambil tersenyum.


Sedangkan Kenan sudah berada di dalam ruangannya sejak tadi karena dia memilih makan siang di dalam ruangannya saja. Dia malas untuk keluar makan siang di luar ataupun di kantin perusahaan.

__ADS_1


Sementara Rio berencana ingin menemui Adelia yang sedang berada di dalam penjara.


__ADS_2