Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Bab ngeselin


__ADS_3

Ela benar-benar terkejut begitu mendengar ucapan tantenya. Ela tidak bisa pungkiri bahwa hatinya masih sakit mendengar itu mau bagaimana pun dia mencoba untuk biasa saja, untuk terima semuanya tetapi hatinya masih juga sakit.


Ela pun mencoba untuk tersenyum agar tantenya tidak curiga sama sekali.


"Tante benar-benar sudah jadian dengan gebetan tante?" tanya Ela sekali lagi, dia saja tidak sanggup menyebutkan nama Juan.


"Iya sayang tante sudah jadian dengan Juan," jawab Syeila dengan wajah yang benar-benar bahagia dan Ela dengan wajah yang di paksa bahagia.


"Kapan tan?" tanya Ela.


(Yah namanya juga cewek udah tahu sakit masih ajah kepo 😂).


"Belum lama ini sayang dan besok dia udah mau pulang, oh iya kamu udah punya pacar belum?" tanya Syeila.


Ela pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Belum tan," jawab Ela sambil nyengir.


"Tante pikir kamu udah punya pacar sayang," ucap Syeila.


"Hehe belum tan, oh iya berarti tante besok mau ketemuan dong dengan pacar tante?" tanya Ela lagi.


"Iya dong sayang kan kita baru mau ketemu lagi, setelah status kita berubah menjadi pacaran," jawab Syeila.


"Oh iya tan, tante beruntung banget bisa dapatin orang yang tante suka, semoga langgeng yah tan," ucap Ela.


"Iya sayang, tante senang banget bisa mendapatkan orang yang tante suka," ucap Syeila.


"Kamu lebih baik mencari kekasih juga, biar nggak kesepian, nggak jomblo terus," ucap Syeila.


"Iya nanti tan ini lagi mencari kok yang pastinya aku nggak mau mencari yang pemberi harapan palsu," ucap Ela.


"Kamu pernah di gituin dengan cowok sayang, di beri harapan palsu?" tanya Syeila.


"Emm nggak kok tan, aku ajah yang kegeeran mungkin orang itu nggak bermaksud memberikan aku harapan," jawab Ela.


"Emm ya udah nggak usah sedih, kamu cari ajah yang nggak seperti pria itu pasti banyak kok," ucap Syeila.


Iya tan emang banyak tapi gue suka kesal dengan perasaanku sendiri, heem ingat Ela loe nggak boleh seperti ini terus, kak Juan sudah bahagia dengan tante loe, ingat itu, lupain kak Juan,,, lupain Ela jangan mengharapkannya lagi, hati gue ini kenapa sih ngeselin banget nggak bisa di ajak kompromi batin Ela.


"Iya tan emang gitu kok, banyak yang nggak seperti pria itu" ucap Ela.


"Oh iya kapan kamu ujiannya?" tanya Syeila.


"Hari ini terakhir ujian tan, jadi aku sudah selesai ujian," jawab Ela.

__ADS_1


"Haa benaran, ya ampun nggak berasa yah, kamu udah mau nggak lama lagi masuk kuliah sayang," ucap Syeila.


"Iya tan kalau lulus sih," ucap Ela.


"Ehh harus lulus dong, kamu belajar baik-baik kan selama ini?" tanya Syeila.


"Iya tan aku belajar baik-baik kok," jawab Ela.


"Yah pasti lulus kok, rencana mau lanjut kuliah dimana?" tanya Syeila.


"Korea tan ketemu suami halu disana," jawab Ela lalu nyengir.


"Astaga anak ini serius loh ini tante nanyanya, masih ajah halu" ucap Syeila gemas.


"Serius juga tan aku jawabnya, kalau ketemu suami emang itu halu doang,,rencananya aku tuh mau bareng dengan Friska dan Salsa tapi nggak tahu juga mereka berdua tuh jadi atau nggak," ucap Ela.


"Yakin kamu disana, emang bisa bahasa Korea?" tanya Syeila penasaran.


"Bisa lah tan, kan aku punya suami halu disana jadi sudah pasti harus belajar bahasanya juga biar kalau mereka bicara aku ngerti loh tan," jawab Ela sambil nyengir.


"Haa sampai segitunya yah," ucap Syeila sambil menggelengkan kepalanya.


"Iya tan kalau halu nggak boleh setengah-setengah," ucap Ela lalu tertawa.


"Siapa tahu ajah kan lagi ngampus ehh nggak sengaja ketemu BTS, aku bakalan kasih masuk di karung mereka tan terus aku gembok supaya mereka nggak pergi-pergi," ucap Ela lalu tertawa.


"Ela-Ela kamu tuh ada-ada saja, nggak lama gila tahu nggak," ucap Syeila sambil menggelengkan kepalanya.


"Pastikan deh temanmu itu apa jadi atau nggak," ucap Syeila.


"Nantilah tan masih lama juga ini," ucap Ela.


"Kamu harus pastikan sekarang sayang, terus kamu juga harus milih jurusan memang yang kamu inginkan, pikirin itu dari sekarang, tapi jangan bilang yah kalian itu mau sama jurusan," ucap Syeila sambil melihat Ela penuh selidik.


"Heheh emang rencana gitu sih tan biar nggak berpisah gitu, biar kita suksesnya sama-sama juga," ucap Ela sambil nyengir.


"Astaga nggak ngerti lagi sih tante," ucap Syeila.


"Aku telfon Friska dulu deh tan," ucap Ela sambil mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Friska.


Friska yang lagi masak, dan Kenan yang sedang duduk sambil memeriksa ponsel istrinya padahal dia juga sudah menyadap ponsel istrinya tapi tetap saja dia kepo, Kenan juga memeriksa sosial media istrinya dan terkadang mengerucutkan bibirnya kalau melihat istrinya berfoto dengan sahabat cowoknya dan di publikasikan sementara dirinya tidak pernah di publikasikan, padahal Kenan tahu posisi pernikahan mereka itu seperti apa tapi tetap saja dia cemburu dan iri juga pada sahabat-sahabat Friska terutama pada Dafa.


"Sayang Ela nih nelfon," ucap Kenan begitu masih kepo tapi tiba-tiba Ela menelepon.


"Bawa sini yank," ucap Friska.

__ADS_1


Kenan pun segera membawakan ponsel istrinya sambil mengangkat panggilan telfon dari Ela dengan mengaktifkan speaker ponsel Friska juga.


"Emm kenapa Ela? kangen loe sama gue?" tanya Friska langsung sementara Kenan mendengarkan sambil memeluk istrinya dari belakang sesekali dia juga mencium pipi istrinya.


Friska hanya membiarkan suaminya itu karena di larang juga percuma tidak akan di gubris bahkan semakin bar-bar.


"Iya nih kangen," jawab Ela.


"Gue nggak tuh," ucap Friska lalu tertawa.


"Iiishh tega loe," ucap Ela.


"Gue mau nanya sama loe nih, gimana masalah lanjut kuliah kita, jadikan lanjut di Korea seperti pembicaraan kita?" tanya Ela.


Friska pun langsung melihat kepada Kenan.


"Nggak jadi, kamu nggak boleh jauh-jauh dari aku sayang," bisik Kenan yang masih memeluk manja istrinya itu.


Friska pun memasang wajah memohonnya namun Kenan menggelengkan kepalanya pertanda tidak di perbolehkan.


"Jangan cemburut, aku cinta sama kamu nggak mau jauh-jauhan lagi," bisik Kenan lalu mencium pipi istrinya itu.


"Fris kok diam sih loe," ucap Ela heran.


"Emm ini gue nggak jadi Ela, gue nggak di izinin dengan om gue, sedih tahu nggak gue padahal kan udah berharap siapa tahu nggak sengaja ketemu suami halu kita disana," ucap Friska yang langsung membuat Kenan mencium bibir istrinya itu dengan tangan yang sudah memegang hal yang disukainya yang kenyal-kenyal tapi bukan jelly.


"Yah gitu yah, berarti gue berdua ajah dengan Salsa nih," ucap Ela.


"Yank aku masih bicara ihh jangan gitu," ucap pelan Friska begitu Kenan sudah melepaskan ciumannya sambil memindahkan tangan nakal suaminya itu.


"Siapa suruh udah punya suami masih bahas suami halu, cemburu aku sayang," bisik Kenan sambil memeluk istrinya lagi dari belakang.


"Masa kamu cemburu sih sayang, kan cuma halu ajah ihh,, jangan cemburu-cemburu" ucap Friska pelan lalu mencium pipi suaminya itu.


"Fris loe lagi ngapain sih kok diam lagi?" tanya Ela gemas kepada Friska.


"Ini gue lagi masak yang intinya gue nggak jadi Ela nggak di izinin nih," ucap Friska.


"Oh lagi masak loe pantas ajah, ya udah loe lanjut dulu deh masaknya nanti kita bahas itu, gue tutup dulu telfonnya," ucap Ela lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Friska.


"Astaga tante nggak nyangka tujuan kuliah kalian itu benar-benar membuat tante nggak sanggup berkata-kata tahu nggak," ucap Syeila begitu Ela sudah menutup panggilan telfonnya.


"Iishh itu cuma harapan tan tapi kuliahnya emang sungguh-sungguh kok," ucap Ela.


"Ponsel tante bunyi tuh," ucap Ela lagi begitu mendengar ponsel Syeila berdering.

__ADS_1


Syeila segera melihat siapa yang meneleponnya.


"Juan," ucap Syeila sambil tersenyum lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Juan.


__ADS_2