
Ketiga manusia ganteng itu benar-benar terkejut begitu mendengar dan melihat Kenan di depan pintu,, apalagi Juan dan Jeki yang benar-benar takut karena ketahuan cerita di jam kerja.
"Kenapa langsung diam,,, ayo lanjut lagi,,, aku mau dengar ini,, mau ikut juga kalian menggosip,,", ucap Kenan sambil berjalan ke dekat Raka,,, Jeki dan Juan.
Mana bisa kita lanjut lagi kalau ada kamu,, batin Raka.
Juan dan Jeki benar-benar bingung harus berkata apa,, begitu kedapatan dengan Kenan.
"Nggak bakalan lanjut lah kan ada kamu,," ucap Raka.
"Raka kamu ini nggak sibuk apa? ngapain datang ke kantor aku terus ngajak kedua orang ini menggosip dengan kamu,, pulang sana kamu kembali ke asal kamu," usir Kenan.
"Astaga Kenan sekali-kali nggak apa-apa juga kali,, kamu udah balik ternyata dari bulan madu,, syukur deh,," ucap Raka sengaja mengalihkan pembicaraan.
" Udah nggak usah nyari pembahasan lain kamu,,, ayo kamu balik saja jangan disini terus yang ada Juan dan Jeki tidak fokus kerja,,, sekarang ini jam kerja bukan jam menggosip," ucap Kenan lagi.
"Terus aku mendengar tadi sepertinya kamu menggosipkan istriku,,, jangan macam-macam yah kamu Raka,,, dia itu istriku jangan pernah berharap bisa bersama dia," ucap Kenan.
"Tuh kan apa aku bilang pawangnya galak,," ucap Raka sambil nyengir.
"Terus maksud kamu aku harus baik-baik gitu sama kamu Raka?" ucap Kenan.
"Iya dong kamu harus baik sama kak Raka masa mau jahat sih,," ucap Friska tiba-tiba yang membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu langsung menoleh kepadanya.
Kenan tersenyum pada istrinya,,, sedangkan Raka benar-benar terpesona begitu melihat Friska lagi setelah sekian lama,,, di mata Raka istri temannya itu semakin cantik saja.
Raka ikut tersenyum kepada Friska membuat Kenan meliriknya tajam,, sedangkan Juan dan Jeki hanya berusaha menahan tawanya melihat Raka yang tidak tau malu itu ketika melihat istri temannya sendiri.
"Sayang kamu udah selesai ke wc,, ayo kesini,," ucap Kenan dan Friska pun menurut.
Kenan datang bersama Friska ke kantor,,, tadinya Kenan tidak mau dulu ke kantor tapi setelah Friska menyuruhnya dia pun akhirnya ke kantor juga asal Friska mau ikut,,, Friska yang bosan di dalam rumah akhirnya mau untuk ikut Kenan dengan sudah mengakali terlebih dahulu bekas-bekas yang ada di lehernya biar dia tidak menjadi pusat perhatian orang banyak.
"Hai kak Raka,, udah lama aku baru bertemu lagi dengan kak Raka secara langsung begini,,," sapa Friska sambil tersenyum.
"Udah sayang jangan senyum-senyum ke sembarangan orang nanti ada yang kegeeran,," ucap Kenan yang sengaja menyinggung Raka,, sedangkan Raka hanya fokus pada Friska yang di rindukan selama ini untuk bertemu,,, namun karena dia istri Kenan akhirnya dia mencoba menahan diri supaya tidak bertemu dengan Friska.
"Aku hanya senyum sama kak Raka saja,, mana mungkin kak Raka akan kegeeran,," ucap Friska.
"Iya nih Kenan sangat keterlaluan,,, baru juga senyum,, kamu sudah begitu amat sama aku,, lagian bagus kali kalau orang murah senyum,," ucap Raka sambil terus melihat Friska.
"Iya benar banget yang di bilang kak Raka,," ucap Friska kepada Kenan. Sedangkan Kenan mencoba untuk menahan diri.
"Oh iya kak Raka ngapain disini?" tanya Friska.
"Aku datang jalan-jalan aja dek cantik mau ketemu dengan Juan dan Jeki,, ehh tapi ternyata ketemu Kenan dan kamu juga,, senang banget aku,," ucap Raka.
"Nggak usah bilangin cantik istriku,, dasar kamu yah Raka,," omel Kenan.
"Istrimu memang cantik kok Kenan,, aku hanya berbicara tentang fakta saja,, nggak usah ngambek,," ucap Raka lagi.
"Kak Raka jangan memuji aku,,, aku nggak cantik kok,, aku biasa aja,," ucap Friska.
"Kamu memang cantik sayang hanya saja Raka nggak boleh berbicara seperti itu,, hanya aku yang boleh memuji istriku,," ucap Kenan dengan menekankan kata istriku.
Jeki dan Juan hanya diam saja sambil berusaha menahan tawa,, mereka juga takut ikut campur dan pada akhirnya salah bicara.
"Biasa aja kali Kenan,, jangan seperti itu dong,, baru juga di puji istrimu,," ucap Raka yang lagi berani karena Raka tau Kenan tidak mungkin berbuat macam-macam kalau ada Friska di depannya.
__ADS_1
"Aku nggak suka istriku di puji dengan lelaki lain,, jadi lebih baik kamu pulang sana,, nggak usah disini,, balik sana kamu,," usir Kenan lagi.
"Jangan main usir terus dong Kenan,, kamu nggak kasihan apa sama aku ini,," ucap Raka.
"Nggak karena kamu membawa pengaruh buruk disini,, gara-gara kamu Juan dan Jeki jadi menggosip bukan kerja,, jadi sudah pasti kamu membawa pengaruh buruk,, lebih baik kamu pulang saja,, jangan suka datang ke kantor aku kalau hanya membawa pengaruh buruk,," ucap Kenan.
"Kalian menggosip apaan?" tanya Friska.
"Sayang jangan di tanya lagi,, biar dia pulang saja,," ucap Kenan.
"Kok kamu mengusir kak Raka terus,, kan kasian kak Raka kalau di usir," ucap Friska.
"Iya nih,, Kenan tega banget mengusir aku terus,, padahal kita ini teman,," ucap Raka dengan sengaja memperlihatkan wajah penuh kasihannya.
Benar-benar si Raka ini yah,,, pintar banget mencari simpati dari istriku,,, batin Kenan kesal.
"Iya kita memang teman Raka,,, tapi lebih baik kamu pulang dulu saja,, nanti kalau istriku tidak ada di kantor barulah kamu boleh datang ke kantor,," ucap Kenan lagi.
"Loh kok gitu?" tanya Friska dengan polosnya kepada Kenan.
"Karena itu yang terbaik sayang,," ucap Kenan sambil merangkul pinggang Friska posesif di hadapan Raka,, Juan dan juga Jeki.
Hahaha kasian amat si Raka,, tapi baru segitu doang nggak parah sih itu,, aku lebih parah lagi kalau melihat kemesraan Kenan pada istrinya,, batin Juan yang sudah penuh dengan pengalaman.
Raka melihat Kenan yang melihatnya dengan tatapan angkuh,,, seakan-akan dia ingin memperlihatkan pada Raka kalau Friska wanita yang dicintai Raka adalah miliknya,, istri Kenan dan Raka tidak akan bisa mendapatkan Friska.
Hemm sengaja banget nih Kenan bikin hatiku sakit,,, jangan mesra banget kenapa,, kan nyesek lihatnya Kenan,, batin Raka meronta-ronta.
Kenan terus memperhatikan ekspresi wajah Raka.
Hahaha pasti sakit tuh hatinya Raka,, siapa suruh masih menginginkan istriku,, aku harus begini terus biar dia itu sadar Friska ini istriku,,, lagian nih anak lama benar move on nya,,, heran banget aku,, massa kabar bulan madu aku nggak mampan sih sama dia,, padahal dia udah lihat juga waktu itu ketika video call,, batin Kenan dengan penuh keheranan.
"Nggak apa-apa sayang kamu terima aja yah,," bisik Kenan lembut.
"Nggak usah main bisik-bisik kali Kenan,, kita tersinggung nih,, nggak usah juga main rangkul-rangkul kan masih ada kita," ucap Raka.
"Hemm aku memang selalu seperti ini,, gimana dong,," ucap Kenan sambil tersenyum mengejek.
"Hemm sengaja banget pasti tuh,," ucap Raka pelan.
"Aku mau pulang aja kalau gitu deh,," ucap Raka lagi.
"Loh kok mau pulang kak? aku baru aja bertemu dengan kak Raka lagi belum juga lama kita bicara,," ucap Friska cepat.
"Aku juga sebenarnya masih ingin bicara dengan kamu dek cantik tapi sepertinya nggak bisa nih,," ucap Raka lagi yang sengaja membuat Kenan kesal.
"Nggak usah pakai kata cantik Raka,, bisa nggak kamu dengarkan aku,,," ucap Kenan kesal.
"Suami kamu begitu amat dek,, heran abang,, padahal kalian itu baru balik juga dari bulan madu,, tapi semakin posesif aja," ucap Raka.
"Aku juga heran punya teman tapi suka memuji istri temannya, seharusnya nggak boleh tuh," ucap Kenan.
Friska hanya bingung melihat suaminya dan Raka.
"Kan emang kenyataan istri kamu cantik,,, aku mau balik aja deh,, takut pawangnya galak,," ucap Raka.
"Yang benar kak Raka udah mau balik nih?" tanya Friska.
__ADS_1
"Iya nanti aku datang lagi yah,, tapi pas nggak ada Kenan,, bisa kan kita bertemu nggak ada Kenan?" tanya Raka asal sambil menahan tawanya.
"Pulang sana Raka,, bibir kamu tuh yah,," usir Kenan.
"Nggak tau juga kak,, aku nggak bisa kemana-mana tanpa izin dia, apalagi bertemu dengan cowok tapi kalau dia izinkan aku sih mau-mau aja bertemu dengan kakak,," ucap Friska sambil melihat suaminya.
"Nggak akan lah mendapatkan izinku,, udah Raka pulang aja kamu nggak usah berharap yang bukan-bukan dasar jomblo," ucap Kenan.
"Astaga sadis banget ngatain aku jomblo," ucap Raka cepat.
"Memang kenyataannya jomblo kok,," ucap Kenan.
"Yah tapi jangan begitu juga kali,," ucap Raka.
"Ya udah deh aku balik sekarang takutnya kalau lama-lama disini ada yang bakalan darah tinggi," ucap Raka lalu nyengir.
"Kak Raka hati-hati kalau gitu,," ucap Friska.
"Iya,, makasih yah sudah perhatian pada aku,," ucap Raka lembut sambil melihat Friska.
"Pulang sekarang sebelum mata kamu aku colok," ucap Kenan.
"Kejam amat," ucap Raka.
"Yah udah aku mau balik dulu,, Juan,, Jeki,, aku balik dulu,," pamit Raka.
"Bye dek cantik," ucap Raka lagi lalu segera berlari keluar cepat karena melihat ekspresi wajah Kenan.
Friska hanya tersenyum melihat kelakuan Raka.
Dasar Kenan begitu amat sih dia,,, haduhh Friska tambah cantik aja,,, istri orang,, istri orang,, gimana nih kok aku jadi makin cinta yah,, batin Raka sambil berjalan terus menuju mobilnya.
"Sayang nanti kamu jangan seperti itu lagi sama Raka,, nanti kalau dia baper gimana,, kamu mau tanggung jawab,," ucap Kenan yang malah membuat Friska tertawa.
"Loh kok tertawa sih istriku?" tanya Kenan.
Haduhh hargai dong kita ini,, batin Juan.
Sedangkan Jeki hanya menunduk saja sambil mendengarkan.
"Nggak mungkin dong kak Raka suka sama aku,," ucap Friska.
"Hemm pokoknya jangan seperti itu lagi,, aku cemburu,," ucap Kenan.
Astaga kekuatan cinta,, tuan Kenan yang begini pun bisa cemburu,, terus bicara blak-blakan lagi di di depan kita,,,, batin Jeki.
"Ihhh kamu nggak malu apa di dengar sama mereka,," ucap Friska sambil melihat Juan dan Jeki.
"Nggak dong ngapain malu,," ucap Kenan.
"Jangan kayak gitu lagi,," ucap Kenan lagi.
Friska pun menganggukkan kepalanya biar cepat.
"Jeki dan Juan kalian juga jangan menggosip terus,, kalau Raka ajak kalian menggosip nggak usah terpengaruh sama dia," ucap Kenan.
"Iya tuan," ucap Jeki dan Juan bersamaan.
__ADS_1
"Emm tuan sebenarnya tadi saya mau menelepon tuan kalau malam ini tuan ada undangan dari rekan bisnis tuan,,, ada acara pertunangan anak mereka,,," ucap Juan yang langsung membuat Kenan mengernyitkan dahinya.