Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ke rumah Syeila


__ADS_3

"Aku keluar dulu yah tan, mau telfon Salsa," ucap Ela lalu segera ke luar dari dalam kamarnya.


"Lagi dimana?" tanya Juan langsung begitu Syeila mengangkat panggilan telfon dari Juan.


"Lagi di rumah ponakanku yang kamu belikan oleh-oleh waktu itu, ada apa?" tanya Syeila sambil senyum-senyum.


"Aku mau balik sekarang, kita ketemu yah kalau aku udah sampai aku ada sesuatu untuk kamu, semoga kamu suka," ucap Juan sambil tersenyum.


"Bukannya kamu baliknya besok?" tanya Syeila.


"Emm nggak jadi, aku rindu Indonesia," ucap Juan.


"Benarkah? Indonesia saja nggak ada yang lain yang kamu rindukan?" tanya Syeila.


"Ada," jawab Juan sambil tersenyum.


"Oh yah udah dulu yah aku mau balik sekarang," ucap Juan.


"Iya hati-hati," ucap Syeila.


"Iya," ucap Juan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Syeila.


Romantis banget kak Juan sampai ngabarin tante Syeila gitu, ternyata kak Juan bisa seperti itu juga batin Ela yang menguping pembicaraan tantenya, dia hanya alasan saja mau menelepon Salsa. Tadinya Ela tidak mau mendengarkan pembicaraan tantenya dia ingin keluar jauh-jauh dari tantenya tapi apalah daya jiwa keponya meronta-ronta jadilah dia menguping dan ujung-ujungnya menyakitkan hatinya juga.


Syeila segera ke luar untuk mencari Ela tapi dia sedikit terkejut begitu melihat Ela berada di depan pintu kamarnya.


"Ngapain Ela?" tanya Syeila sambil mengernyitkan keningnya bingung.


"Nggak ngapain-ngapain tan, tadi itu aku mau masuk ehh tante malah mau keluar jadi ayo kita ke luar ajah tan," ucap Ela sambil menarik tangan Syeila.


"Udah selesai telfon temanmu?" tanya Syeila sambil mengikuti Ela karena Ela menarik tangannya.


"Emm itu tan ponsel dia tidak aktif jadi yah gitu deh tan nanti ajah," jawab Ela.


"Oh gitu," ucap Syeila.


"Tante ngomongin apaan dengan pacar tante?" tanya Ela.


"Ini nggak kepo kok tan cuma pengen tahu ajah," ucap Ela lagi.


Sebenarnya Ela tidak mau menanyakan itu karena sudah mendengarnya tadi, tapi entah kenapa bibirnya malah menanyakan itu, Ela sedang merutuki kebodohan bibirnya sendiri.

__ADS_1


"Oh itu dia mau balik sekarang, dan ngajakin aku ketemuan katanya ada sesuatu buat aku," ucap Syeila.


"Dia itu ternyata romantis juga, sampai-sampai punya sesuatu buat aku, aku pikir aku akan menjalani hubungan yang datar-datar saja tanpa ada keromantisan karena aku sangat mengenal dia sejak dulu, dia itu kaku banget sama cewek," ucap Syeila lalu tersenyum.


"Sekaku-kakunya cowok kalau sama orang yang dia sayang pasti bisa nggak kaku lagi tan, mungkin pacar tante emang romantis orangnya hanya tante nggak sadar ajah," ucap Ela sambil merasakan sesak pada dadanya namun dia harus menahannya.


"Iya kali yah," ucap Syeila.


"Tante cinta banget yah sama pacar tante?" tanya Ela.


"Iya dong Ela," jawab Syeila gemas.


"Berarti nggak lama lagi tante bakalan di lamar dong dan akan menikah, karena pacar tante itu sepertinya sudah mapan dan tante juga sudah pantas untuk menikah?" tanya Ela.


"Doakan saja yah biar dia melamar cepat sayang, dan kalau sampai itu terjadi kamu sudah harus membawa pasanganmu juga, tante nggak mau kamu jomblo terus begini akhirnya kamu pasti kesepian kan karena tante udah rasakan jomblo itu nggak enak, kesepian, apa-apa sendiri," ucap Syeila.


"Emmm nanti tan kalau udah menemukan yang cocok pasti aku nggak jomblo lagi kok tan," ucap Ela sambil memaksakan diri buat tersenyum.


"Mau tante cariin nggak?" tanya Syeila.


"Yah tante pakai mau cariin aku segala, tante ajah baru lepas dari status jomblo," ucap Ela lalu tertawa.


"Tante banyak kenal sayang kalau cowok yang seumuran kamu begini, dan juga ganteng-ganteng," ucap Syeila.


"Oh baguslah nanti kenalin ke tante yah," ucap Syeila.


"Iya tan kalau udah jelas," ucap Ela.


Mereka pun melanjutkan mengobrol-ngobrol lagi.


#######


Malam harinya


"Sayang kamu larang aku kuliah di luar Negeri berarti aku kuliahnya di Indonesia dong?" tanya Friska sambil baring di paha suaminya, mereka sedang menonton siaran televisi sekarang.


"Nggak sayang kamu kuliah di rumah saja ambil jurusan melayani dan memuaskan suami dengan baik," jawab Kenan dengan entengnya yang langsung mendapatkan cubitan dari Friska.


"Sakit sayang untung cinta," ringis Kenan lalu mengecup pipi istrinya sekilas.


"Abis kamu aku lagi bertanya serius yank kamu jawabnya bercanda ihh ngeselin," ucap Friska sambil bangun untuk melihat perut suaminya yang dia cubit.

__ADS_1


"Sini aku lihat," ucap Friska lagi sambil mengangkat baju suaminya.


Kenan pun tersenyum sambil membiarkan istrinya yang lagi perhatian itu.


"Kenapa senyum-senyum gitu nggak sakit emang, mau di tambah?" tanya Friska sambil melihat suaminya.


"Ehh jangan dong sayang, sakit kok tapi pas kamu perhatian udah nggak lagi, sakitnya kabur karena tidak sanggup dengan perhatianmu," ucap Kenan lalu nyengir.


"Iishh gombal terus," ucap Friska lalu segera beranjak dari sofa, namun Kenan menahannya.


"Mau kemana sayang?" tanya Kenan.


"Mau jauh-jauh dari kang gombal," jawab Friska.


"Jangan dong masa jauh-jauh sih, disini saja, ayo kamu tidur lagi sini," ucap Kenan sambil menunjuk pahanya.


"Nggak sakit lagi perutmu? maaf yah tadi aku cubitnya kekencangan abis kamu ngeselin" ucap Friska karena dia merasa mencubit lumayan keras tadi.


"Udah nggak sayang, nggak usah minta maaf aku sudah memaafkan kamu" ucap Kenan lalu mencium bibir istrinya.


"Ayo tidur lagi sini," ucap Kenan lagi setelah mencium bibir istrinya.


Friska pun kembali baring di paha suaminya.


"Yank jawab dong tadi yang aku tanyakan," ucap Friska.


"Istriku sayang kamu nggak usah kuliah dulu yah fokus dulu sama kehamilan karena aku nggak mau nunda lagi pokoknya langsung gas, buruh setoran nih sayang, jadi nggak usah mikirin kuliah dulu, kamu tetap kuliah tapi nanti yah sayang, lagian aku juga nggak biarin kamu kerja sayang, cukup aku saja yang kerja, kamu urus anak-anak saja sambil habiskan uang," ucap Kenan dengan entengnya yang membuat Friska melongo tak percaya dengan ucapan suaminya itu.


"Yank tapi aku tuh mau jadi ibu yang pintar ihh," ucap Friska.


"Oh itu masalahmu sayang, tenang aku akan mencarikan kamu guru yang pintar dalam berbagai bidang, bahkan aku juga bisa mengajari kamu sayang," ucap Kenan.


"Ihh beda yank dengan kuliah sungguhan, kuliah di kampus," ucap Friska.


"Iya,, iya beda di kampus banyak cowok ganteng," sewot Kenan sambil memasang wajah kesalnya.


"Ihh aku nggak mikirin itu sayang, kok sampai disitu sih pikiranmu," ucap Friska sambil bangun dan bergelayut manja pada suaminya itu, untuk merayu suaminya agar tidak kesal.


"Nanti pikirin itu, ayo kita tidur sayang besok mau honeymoon," ucap Kenan lalu menggendong istrinya itu bridal style menuju kamar mereka.


########

__ADS_1


Friska dan Kenan pergi untuk honeymoon sedangkan Juan ke rumah Syeila untuk bertemu dengan Syeila, namun di jalan dia melihat Ela sedang bersama Farel.


__ADS_2