
Kenan pun mendekatkan wajahnya ke Friska hampir saja Kenan mencium Friska namun tidak jadi karena Friska membuka matanya.
"Aaaaaa om mau ngapain?" tanya Friska panik sendiri karena melihat Kenan yang begitu dekat dengan dirinya.
"Mau membangunkan kamu" ucap Kenan datar.
"Terus kenapa om dekat banget sama aku?" tanya Friska lagi.
"Mau periksa kamu itu masih hidup atau sudah meninggal, karena aku bangunin nggak bangun-bangun" ucap Kenan tambah datar.
"Kan ada cara lain om, nggak mesti dekat-dekat. Aku kan kaget om buka mata langsung lihat wajah tampan om" ucap Friska sambil tersenyum.
"Sudah nggak usah bawel, ayo sini kita turun sarapan tadi sudah dipanggil mama" ajak Kenan kepada Friska.
"Yahh aku belum mandi om" ucap Friska. Om duluan ajah aku mau mandi dulu sambung Friska lagi.
"Selesai sarapan ajah baru mandi. Habis itu kita langsung ke rumah baru kita" ucap Kenan datar karena masih kesal tidak jadi mencium Friska.
"Oke om, tapi kok wajah om datar gitu sih kayak papan?" tanya Friska.
"Udah dari dulu baru nyadar yah" ucap Kenan kesal sambil berjalan keluar kamar.
"Om tungguin" ucap Friska sambil mengejar Kenan yang sudah jalan duluan.
Ketika Friska sudah dekat dengan Kenan, Friska langsung saja menggandeng lengan Kenan.
"Lebay banget" ucap Kenan tapi tetap membiarkan Friska menggandeng tangannya.
"Biarin, aku lagi pengen menggandeng tangan om, siapa mau larang, aku kan istrinya om" ucap Friska dengan santainya sambil tersenyum.
Anak kecil ini benar-benar nggak ada gengsinya, agresif banget tapi senyumnya benar-benar manis batin Kenan.
*****
Ketika sampai di meja makan orang tua Friska tersenyum melihat kedekatan anak kesayangan mereka bersama suaminya.
"Manjanya, papa cemburu nih biasanya juga manjanya sama papa" ucap papa Friska.
"Iihh papa apaan sih, pakai cemburu-cemburu segala, aku emang lagi pengen manja sama om nanti sama papa juga" ucap Friska tersenyum sambil duduk dekat Kenan.
"Nggak boleh manja sama papa lagi, sekarang kamu manjanya sama suami saja" ucap mama Friska.
"Ihhh mama kok gitu, aku mau sama papa dan sama om juga" ucap Friska.
"Sudah ayo kita makan sayang, suamimu sudah lapar tuh" ucap papa Friska sambil melihat Kenan.
"Oh iya yah" ucap Friska.
Friska pun mengambilkan makan buat Kenan dan juga buat dirinya, lalu mereka makan bersama.
Setelah makan papa Friska pun memulai obrolan.
__ADS_1
"Menantu kalian mau pindah pagi yah?" tanya papa Friska memastikan walaupun dia sudah diberitahu oleh Fini.
"Iya pa, aku mau memastikan dulu Friska suka sama rumah barunya atau nggak" ucap Kenan.
"Memang kenapa om kalau aku nggak suka?" tanya Friska.
"Kita cari rumah yang kamu suka" ucap Kenan santainya.
"Wahh om sweet banget sih, tapi aku pasti suka om asal ada om di dalamnya" ucap Friska sambil tersenyum.
Kenan pun hanya tersenyum mendengar ucapan Friska.
Sebenarnya rumah itu aku siapkan untuk aku dan Adelia, tapi nanti juga aku kan bakalan cerai sama anak kecil ini, biar nanti Adelia cari rumah yang paling disukainya saja, Adelia juga belum mengetahui tentang rumah yang aku siapkan itu batin Kenan.
*****
Setelah makan Kenan dan Friska pun mandi lalu bersiap-siap buat ke rumah mereka.
"Kamu nggak usah bawah apa-apa biar nanti Juan yang menyiapkan semuanya atau kamu pergi belanja sendiri semua yang kamu mau dan butuhkan" ucap Kenan karena melihat Friska yang mulai mengepak pakaiannya.
"Beneran om!! ya udah aku bawah baju seragam aku ajah dan buku-buku aku kalau gitu" ucap Friska.
"Nggak usah biar Juan ajah yang ambilin sebentar" ucap Kenan.
"Tapi kasian sama om Juan" ucap Friska yang tidak tega karena Juan pasti sibuk di kantor karena Kenan tidak masuk kerja.
"Nggak kok, dia itu udah biasa kayak gitu. Kamu sudah selesai kan siap-siapnya ayo kita pergi jangan lupa bawah kunci mobilmu, hari ini kita pakai mobilmu saja" ucap Kenan sambil berjalan keluar.
"Om tunggu" ucap Friska.
"Aku pakai motor om pergi sekolahnya, jadi om pakai mobil biar aku ngikut di belakang pakai motor aku yah" ucap Friska.
"Kamu naik mobil juga, biar Juan yang urus semua itu nggak usah membantah, ayo kita pergi" ucap Kenan sambil menarik tangan Friska agar ikut berjalan bersamanya.
Friska dan Kenan pun pamit kepada kedua orang tua Friska kemudian Kenan mengemudikan mobil Friska menuju rumah baru mereka.
*****
Di Sekolah
"Friska masih izin hari ini, nggak asik banget" ucap Salsa kepada sahabat-sahabatnya.
"Iya nih, tadi gue di telfon sama Juan asistennya Kenan, Friska kenapa nggak ngabarin kita langsung ajah yah, dia berubah nih semenjak ketemu sama omnya" keluh Ardi.
"Iya dia udah berubah, gue juga tadi di telfon" ucap Haris.
"Sama gue juga" ucap Farel.
"Kayaknya kita semua dikabarin deh" ucap Ela.
"Iya gue juga tadi di kabarin" ucap Jojo. Tapi gue senang kalau Friska nggak masuk berarti uang jajan gue selamat sambung Jojo sambil tersenyum.
__ADS_1
"Yeee dasar loe" ucap Salsa.
"Padahal gue udah kepo banget loh, pengen banget gue tanya-tanya Friska tentang om yang baru dia temukan itu" ucap Ela.
"Kita tunggu ajah semoga besok Friska udah masuk sekolah lagi, gue juga penasaran banget dan nggak nyangka juga kalau Friska punya hubungan keluarga dengan Kenan Mahardika" ucap Farel.
*****
Di perjalanan ponsel Kenan berdering. Kenan pun segera mengangkat teleponnya setelah melihat siapa yang meneleponnya.
"Halo ma, ada apa?" tanya Kenan.
"Kamu dimana nak dan menantu mama lagi ngapain?" tanya mama Kenan.
"Aku lagi di jalan nih ma, mau ke rumah aku yang udah aku siapin. Aku dan Friska bakalan tinggal disitu. Dan menantu mama ini lagi di sampingku. Mama mau bicara?" tanya Kenan.
"Iya sayang, berikan ponselmu sama menantu mama" ucap mama Kenan.
Kenan pun memberikan ponselnya kepada Friska.
"Halo mama" ucap Friska dengan semangatnya.
"Halo sayang, gimana Kenan nggak nyiksa kamu kan? karena mama khawatir Kenan sangat tidak mau menikah waktu itu lalu tiba-tiba langsung mau menikah" ucap mama Kenan.
"Nggak kok ma, semuanya baik-baik saja. Om Kenan baik tapi kadang nggak jelas ma" ucap Friska. Sedangkan Kenan langsung melirik tajam Friska ketika mendengar ucapan Friska.
"Kamu manggil Kenan dengan sebutan om" ucap mama Kenan sambil tertawa.
"Iya ma dan om Kenan juga nggak marah kok jadi aman" ucap Friska.
"Hahah benarkah, tumben banget" ucap mama Kenan.
"Iya ma benar" ucap Friska.
"Ya udah kalau gitu mama matiin dulu yah teleponnya, kalian hati-hati yah nanti mama jalan-jalan ke rumah kalian" ucap mama Kenan.
"Iya ma" ucap Friska.
Mama Kenan pun mematikan teleponnya.
*****
Akhirnya mereka tiba juga di rumah baru mereka, rumah yang sangat mewah.
"Om ini rumahnya?" tanya Friska memastikan sekali lagi.
"Iyaa ini, kenapa kamu nggak suka?" tanya Kenan.
" Suka kok om, lagian ini tidak terlalu jauh dengan sekolah aku" ucap Friska senang.
"Benarkah!! ucap Kenan.
__ADS_1
Kenan baru menyadari kalau memang rumah ini tidak terlalu jauh dengan sekolah Friska.
"Ayo kita masuk" ajak Kenan.