Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tidak akan mundur


__ADS_3

Pria itu ternyata adalah Rio.


"Iya" ucap Rio kemudian dia segera pergi.


Kenan pun berjalan lagi menuju mobilnya.


Dasar dia sudah punya istri tapi masih saja menemui Adelia, padahal istrinya jauh lebih baik dan pasti sekarang Friska tidak tahu kalau suaminya sedang berada disini, andai aku ketemu Friska duluan tapi nggak apa-apa masih ada kesempatan batin Rio sambil berjalan menuju apartemen Adelia.


"Sayang kamu datang kesini, untung kamu datang bukan tadi karena Kenan baru pulang, aku benar-benar lupa kalau tadi aku habis mengirimkan pesan menyuruhmu untuk datang kesini" ucap Adelia begitu melihat Rio memasuki apartemennya.


"Iya aku nggak sengaja bertabrakan dengan dia tadi di bawah" ucap Rio sinis sambil duduk di sofa.


"Dia nggak curiga kan?" tanya Adelia.


"Nggak, dia lagi buru-buru juga" jawab Rio.


"Kamu cemburu yah?" tanya Adelia.


"Nggak lah ngapain cemburu" ucap Rio.


"Kok kamu nggak cemburu sih, kamu nggak sayang lagi sama aku atau kamu sudah suka beneran sama Friska?" tanya Adelia penuh selidik.


"Nggak lah sayang, aku sayang sama kamu" jawab Rio senatural mungkin agar Adelia tidak curiga pada dirinya.


"Oh kirain kamu udah jatuh cinta sama Friska, awas saja kalau sampai kamu jatuh cinta beneran sama Friska akan ku buat hidup cewek itu menderita, kamu tahu sendiri gimana aku sayang, aku akan melakukan apapun kalau sampai ada orang yang mengganggu milikku yang paling aku sayang" ucap Adelia.


Dasar wanita ular ini batin Rio.


"Nggak kok sayang dan kamu jangan mengganggu Friska dia itu nggak salah apa-apa" ucap Rio.


"Kenapa kamu belain dia" ucap Adelia kesal.


"Aku nggak belain, aku cuma memberitahukan kenyataannya saja" ucap Rio.


"Sudahlah nggak usah bahas itu, aku mau pulang ajah kan aku udah datang seperti yang kamu inginkan tadi" ucap Rio lagi.


"Kok pulang sih, kamu nggak mau menginap disini" ucap Adelia sambil menggoda Rio dengan membuka kancing bajunya satu persatu.

__ADS_1


"Nggak deh aku mau pulang ajah kamu lebih baik istirahat" ucap Rio sambil ingin keluar dari apartemen Adelia.


"Sayang kamu berubah banget biasanya kamu nggak menolak keinginanku tapi sekarang bahkan kamu nggak mau lagi, baiklah pasti ini semua karena Friska kamu berubah semenjak mengenal dia, tunggu saja aku akan memberinya pelajaran" ucap Adelia sambil menahan tangan Rio.


"Kamu jangan bawah-bawah Friska, aku cuma lagi malas ajah lagian seharusnya kita nggak boleh melakukan semua itu, sekarang aku benar-benar menyesalinya" ucap Rio.


"Aku nggak perduli. Oke kamu pulang saja dan tunggu bagaimana aku memberi Friska pelajaran" ucap Adelia.


"Baiklah aku nggak pulang" ucap Rio lalu berjalan masuk ke kamar Adelia.


Adelia pun sangat senang dan mengikuti Rio masuk ke kamarnya.


#####


Di perjalanan Kenan teringat kalau kakak Friska mau ke rumahnya malam ini dan dia tadi melupakannya, Kenan pun semakin ngebut mengemudikan mobilnya.


Sedangkan di rumah Friska sedang menunggu Kenan dengan duduk di sofa. Kenan masuk sudah di sambut dengan tatapan dingin Friska.


"Om darimana saja, kenapa om nggak mengangkat panggilan telfon dari aku? sedangkan om sudah pulang sejak tadi kata om Juan, padahal malam ini kakak aku kesini dan dia sudah menunggu lama om" ucap Friska setelah Kenan menutup pintu.


"Memang itu panggilan yang pantas, cepat om jawab pertanyaan dari aku" ucap Friska yang tak kalah kesalnya.


"Aku mau kemanapun bukan urusan kamu anak kecil kalau aku nggak angkat panggilan telfon dari kamu berarti aku sedang sibuk masa begitu saja kamu nggak mengerti sih, lagian kakak kamu bisa datang besok malam" ucap Kenan kesal.


"Kakak aku udah balik om malam ini makanya aku nelfon om terus tapi om sekalipun nggak mengangkatnya" ucap Friska yang semakin kesal setelah mendengar jawaban Kenan tadi.


Siapa juga yang mau mencampuri urusanmu, aku hanya ingin kamu minta maaf sama kakak aku batin Friska.


"Ya sudah kapan-kapan saja aku ketemunya biar itu kamu permasalahkan, aku ini capek mau istirahat" ucap Kenan sambil berjalan menuju tangga dan menapaki satu persatu anak tangga menuju kamarnya lalu segera mandi.


Sedangkan Friska ikut menuju kamar juga dan langsung tidur, oleh-oleh yang di berikan kakaknya dia simpan di kamar sebelahnya.


Keluar dari kamar mandi, Kenan mendengar ponsel Friska yang bunyi menandakan ada pesan masuk.


Di lihatnya ternyata pesan itu dari Dafa dan kak Rio nama kontak di ponsel Friska.


Kenan langsung membangunkan Friska yang sudah tidur.

__ADS_1


"Bangun" ucap Kenan sambil menggoyangkan bahu Friska secara kasar.


Friska pun terbangun karena Kenan yang membangunkannya secara kasar.


"Kenapa sih om?" tanya Friska yang masih setengah sadar.


"Siapa kak Rio?" tanya Kenan kesal.


Kenan hanya menanyakan Rio saja karena Dafa dia sudah tahu.


"Oh kak Rio, orang yang nolongin aku tadi waktu motor aku mogok" ucap Friska lalu ingin kembali tidur.


Kenan pun mencegahnya lagi dengan perasaan yang masih emosi.


"Kalau dia hanya orang yang nolongin kamu kenapa dia mengirimkan pesan ke kamu dengan sangat perhatian begini dan kenapa juga nomor ponsel kamu bisa ada sama dia, ini juga Dafa mengirimkan pesan yang sangat perhatian" bentak Kenan.


Kenan membaca pesan dari Dafa dan Rio yang hanya menanyakan apakah Friska sudah makan dan menyuruh Friska untuk istirahat tapi itu mampu membuat Kenan sangat marah.


"Haa mereka mengirimkan aku pesan, apa sih pesannya" ucap Friska yang langsung terang matanya sambil mengambil ponselnya dari tangan Kenan.


Friska pun membaca pesan dari mereka berdua dan Friska hanya tersenyum tapi itu membuat Kenan benar-benar marah.


"Oh beraninya kamu senyum-senyum seperti itu di depan suami kamu setelah membaca pesan dari dua orang pria lain" ucap Kenan yang wajahnya sudah memerah karena marah.


"Emang salah kalau aku senyum masa aku mau marah-marah, lagian cuma pesan begini doang apa urusan om sih" ucap Friska sambil membalas pesannya di hadapan Kenan.


"Senang kamu yah" ucap Kenan.


"Biasa ajah" ucap Friska.


"Udah deh om nggak usah ribut aku mau tidur, lagian ini bukan urusan om, pesan begini saja om permasalahkan" ucap Friska lagi dengan santai lalu kembali tidur.


Friska masih benci dengan Kenan yang menganggap santai kedatangan kakaknya padahal Friska sudah memberitahukan sebelumnya kepada Kenan.


Kenan pun terdiam mendengar ucapan Friska. Kenan tidak menyangka kalau Friska akan membalikan kata-katanya tadi kepada dirinya sendiri.


Sedangkan Rio dan Dafa sangat senang mendapat balasan dari Friska. Rio menyempatkan mengirimkan pesan kepada Friska tanpa sepengetahuan Adelia, karena mengingat Kenan yang menghianati Friska di belakangnya jadi dia tidak akan mundur untuk mendekati Friska.

__ADS_1


__ADS_2