Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sah


__ADS_3

Wahh benar-benar yah ini om niat banget ngerjain aku, lihat tuh senyum mengejeknya kata papa dia jarang tersenyum tapi dari tadi dia senyum mengejek terus sama aku. Masa iya aku nikahnya besok, pikir alasan Friska ayo berpikir batin Friska.


Wahh Kenan tersenyum lagi, semenjak di tinggal Adelia dia kan sudah malas tersenyum, aku baru liat dia tersenyum seperti itu lagi setelah sekian lama batin Juan.


Kedua orang tua Kenan pun sangat senang melihat senyum anaknya lagi, mereka tidak salah memilih Friska pikir kedua orang tua Kenan.


Sedangkan kedua orang tua Friska ikut senang melihat Friska dan Kenan seperti ini, ini semua di luar dugaan mereka tapi mereka sangat bersyukur.


Friska yang sudah menemukan ide langsung saja mengungkapkan idenya.


"Om dan tante besok aku kan sekolah, jadi aku nggak apa-apa kok minggu depan saja dan pas hari libur" ucap Friska dengan senyum terpaksanya.


"Sekolah itu milik om sayang, jadi mudah kalau untuk mengizinkan kamu untuk tidak masuk sekolah" ucap Andra.


Kenan yang mendengarnya berpura-pura kaget seperti tidak mengetahui apapun. Padahal tanpa di ketahuinya kedua orang tuanya sudah mengetahui kalau Kenan mencari informasi juga tentang Friska sudah pasti dia tahu dimana Friska sekolah dan siapa pemiliknya.


"Benarkah!!! wah bagus dong jadi deh nikah besok sesuai keinginan kamu" ucap Kenan sambil melihat Friska dan memegang tangan Friska.


Kenan benar-benar tertawa di dalam hatinya.


Tangannya benar-benar dingin, kenapa selucu ini ngerjain anak kecil ini yah batin Kenan sambil tertawa puas.


Friska pun hanya pasrah saja dengan takdirnya dan mereka pun lanjut makan malam bersamanya sampai selesai kemudian mereka berpamitan untuk pulang, kedua orang tua Kenan pun dan orang tua Friska sudah menyuruh orang untuk mengurus semuanya di rumah Friska karena pernikahannya hanya untuk keluarga saja jadi tidak terlalu repot.


*****


Di kamarnya Friska masih saja bolak balik panik sendiri, dia tidak membayangkan kalau besok dia akan menikah. Dia juga memikirkan alasan apa yang akan dia bilang kepada sahabat-sahabatnya pasti mereka khawatir kalau Friska izin karena Friska tidak pernah izin sebelumnya.


Capek bolak balik sendiri Friska pun tertidur.


*****


Rumah Friska sudah ramai tidak seperti biasanya, di rumah itu sudah berkumpul keluarga-keluarga dekat saja.


Kakak Friska tidak bisa datang ke pernikahan adik kesayangannya itu karena dia diberitahukan mendadak sudah banyak jadwal yang menantinya, dia juga sangat sibuk di Singapura mengurus perusahaan ayahnya, kakaknya sempat kaget dan tidak terima kalau adik satu-satunya dan paling dia sayang harus menikah secepat dan semuda ini, tapi ketika di beri penjelasan oleh kedua orang tuanya dia pun menerima dan mendoakan adiknya semoga bahagia.


Mereka sudah mulai bersiap-siap, Friska sudah selesai berdandan di kamar, Friska tampak semakin cantik dengan kebaya putih yang dipakainya. Dan semua sudah berkumpul di ruang keluarga tempat Friska dan Kenan akan melakukan akad nikah.


Friska turun bersama Fini. Semua mata memandang kepada Friska yang terlihat sangat cantik dan imut dalam kebaya putihnya. Kenan pun sesaat tidak percaya kalau itu Friska yang selalu dia anggap anak kecil.


Sepasang pengantin pun yang sebentar lagi menjadi pasangan suami istri di berikan beberapa pengarahan. Dan akhirnya.


"Saya terima nikah dan Kawinnya Friska Halwatuzahra binti Farhan dengan mas kawin tersebut tunai.


"Sah...!!


*****


Di kantin Sekolah


"Friska kok tumben yah dia izin, dia kan paling nggak pernah izin" ucap Farel.


"Iya tumben banget, jangan-jangan terjadi apa-apa lagi sama dia" ucap Ardi.


"Semoga saja tidak sih, tapi gue telepon dia nggak di angkat" ucap Ela.


"Sama gue juga" ucap Salsa.


"Gimana kalau sebentar kita ke rumah Friska" ucap Jojo.


"Bagus juga ide loe Jo daripada kita bingung disini dan mikir-mikir sembarang" ucap Haris.


"Jam berapa nih kita ke rumah Friska?" tanya Salsa.


"Sorean ajah sekitar jam 5, oke nggak?" tanya Haris.


"Oke" jawab mereka bersamaan.


"Emang yah Haris ini paling ngerti tau nggak sama cewek" ucap Ela.


Haris mengernyitkan keningnya.


"Ngerti apa emang?" tanya Jojo.

__ADS_1


"Ngerti kalau jam 5 itu kan udah teduh, jadi kita sebagai wanita keluar jam segitu naik motor nggak akan takut hitam lagi" ucap Ela sambil tersenyum.


"Gue nggak mikir sampai disitu" ucap Haris sambil tertawa.


"Tahu nih Ela lebay banget, kita kumpul di rumah Farel yah terus barengan ke rumah Friska" ucap Salsa.


"Oke" ucap mereka bersamaan lagi.


"Kalian jangan oke-oke saja, tapi kalian harus tepat waktu, awas saja kalau ngaret" ucap Salsa dengan mata melototnya.


"Tenang saja gue nggak bakal ngaret" ucap Farel santai.


"Iyalah kan di rumah loe ngumpulnya Maemunah" ucap Ardi.


"Sudah, ayo kita makan lalu masuk kelas" ucap Ela.


Di dalam kelas Dafa sangat penasaran kenapa Friska tidak datang ke sekolah, dia pun menanyakannya ke Jojo yang baru masuk kelas.


"Jo, Friska kenapa nggak masuk hari ini?" tanya Dafa.


"Kita juga nggak tahu Dafa, bentar kita mau ke rumahnya, mau ikut nggak loe?" tanya Jojo.


"Boleh deh, siapa-siapa memang yang mau pergi?" tanya Dafa.


"Kita ber enam dong, loe ke rumah Farel ajah kita ngumpul disana. Jam 5 kita ke rumah Friska loe jangan ngaret kalau nggak mau lihat ibu negara marah" ucap Jojo serius.


"Ibu negara, siapa ibu negara?" tanya Dafa sambil mengernyitkan keningnya heran.


"Salsa" jawab Jojo sambil tertawa, loe datang tepat waktu yah" ucap Jojo.


"Hahah oke" ucap Dafa.


*****


Kediaman Friska


Selesai acara, semua keluarga pun sudah pulang ke rumah masing-masing, Kenan saja yang tinggal di rumah Friska.


Kenan pun menanyakan kamar Friska, tubuhnya sudah sangat lengket dia ingin sekali mandi.


"Oh om mau mandi" ucap Friska.


"Friska dia itu bukan om kamu, dia itu suami kamu ganti panggilannya" ucap mama Friska yang mendengar panggilan Friska kepada Kenan.


"Om juga suka di panggil gitu lagian dia kan memang om-om, ayo om aku antar ke kamarku" ucap Friska sambil menarik tangan Kenan supaya tidak mendengar ocehan mamanya lagi.


"sejak kapan aku bilang, kalau aku suka di panggil om sama kamu?" tanya Kenan.


"Sejak om tidak pernah protes kalau aku memanggil begitu" ucap Friska sambil tersenyum.


"Terserah kau saja lah, aku lagi malas berdebat, aku cuma pengen mandi udah lengket banget nih, aku nggak nyaman" ucap Kenan.


"Iya om, selamat datang di kamarku" ucap Friska sambil tersenyum dan membuka pintu kamarnya.


Kenan pun masuk bersama Friska, Kenan sangat kaget melihat kamar Friska berbanding terbalik dengan Friska yang sangat bahagia melihat kamarnya.


"Ini kamar atau gudang BTS dan hello kitty sih, yah ampun warna pink ini menyakiti mataku, dimana-mana boneka hello kitty, dimana-mana foto BTS, barang-barangnya pun ikut disini" ucap Kenan protes sambil ngomel-ngomel masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Kenapa dia harus mempunyai kesukaan yang sama dengan Adelia batin Kenan.


Friska memang sengaja tidak mau di hias kamarnya seperti kamar pengantin, kalau sampai di hias dia akan mogok makan ancamannya kepada kedua orang tuanya, akhirnya orang tuanya pun pasrah.


"Mau-mau aku dong om, aku kan wanita sangat wajar lah suka warna pink dan sebelum tidur lihat wajah oppa-oppaku yang gantengnya di atas rata-rata" ucap Friska sambil tertawa melihat wajah Kenan yang sangat tidak bersahabat.


"Terserah kau saja, sekarang dimana handukmu?" tanya Kenan.


Friska pun mengambil handuknya.


"Ini om" ucap Friska sambil memberikan handuk kepada Kenan.


"Oh My God!!! teriak Kenan sambil berjalan masuk ke kamar mandi.


Friska tertawa mendengar teriakan Kenan. Kemudian dia mengganti pakaiannya terlebih dahulu di ruang ganti.

__ADS_1


Kenan berteriak karena melihat handuk yang akan dia gunakan warna pink.


"Ya ampun om itu mandi atau bertapa sih di dalam lama banget gue kan mau mandi juga, oh iya dia kan nggak punya baju, lebih baik aku ambilin cepat baju papa dulu deh" ucap Friska setelah lama menunggu Kenan namun belum keluar juga.


Friska pun keluar kamar dan hendak ke kamar papanya namun tidak jadi karena bertemu mamanya.


"Friska, mana suamimu?" tanya Fini.


"Haa suami?" tanya Friska balik.


"Kamu lupa yah, kamu kan sudah menikah Friska" ucap Fini sambil melototkan matanya.


"Oh iya yah lupa ma" ucap Friska sambil nyengir kuda. Dia lagi mandi ma, memangnya kenapa?" tanya Friska.


"Dia di cariin tuh sama Juan asisten pribadi suamimu katanya, dia bawah pakaian buat suamimu" ucap Fini.


"Pas sekali, biar Friska ajah yang ketemu dengan Juan ma" ucap Friska sambil pergi menuruni tangga menuju ke tempat Juan.


"Hay om Juan" sapa Friska. Om bawah pakaian yah?" tanya Friska.


Ya ampun emang aku setua itu yah di panggil om batin Juan. Namun tak mau memprotes yang di ucapkan Friska cukup di dalam hatinya dia protes.


"Iya ini aku bawahkan" ucap Juan sambil memberikan pakaian yang dia bawah ke Friska.


"Oke makasih yah om, aku balik kamar dulu mungkin om Kenan sudah selesai mandi" ucap Friska tanpa dosa yang memanggil suaminya dengan sebutan om.


Juan yang mendengarnya hampir tidak bisa menahan tawanya namun berhasil juga dia tahan.


Bagaimana mungkin setelah menikah dia masih memanggil Kenan dengan sebutan om, kasian sekali kau Kenan batin Juan.


"Om kok ngelamun?" tanya Friska yang belum menuju kamarnya dia masih melihat Juan.


"Emm tidak kok, aku balik dulu masih banyak kerjaan di kantor" ucap Juan.


"Oh iya, hati-hati om" ucap Friska.


"Iya" ucap Juan sambil keluar menuju mobil.


*****


Friska masuk kamarnya dan Kenan belum selesai mandi.


"Om itu nggak kenapa-kenapa kan di kamar mandi, lama banget" ucap Friska sambil berjalan dekat kamar mandi untuk mengetuk pintu buat memastikan kalau orang di dalam masih hidup.


Belum sampai di depan pintu kamar mandi, Kenan sudah keluar dengan santainya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya terlihatlah perut sixpacknya yang membuat Friska teriak.


"Aaaaaa om ini lupa yah ada cewek di kamar ini kenapa buka-buka aurat" teriak Friska sambil menutup rapat-rapat matanya.


"Emang kenapa cewek itu kan istriku" ucap Kenan santai.


Sebenarnya Kenan juga kaget melihat Friska tapi dia berusaha santai dan dia pikir Friska juga istrinya sekarang jadi tidak apa-apa kalau dia melihatnya.


"Om ini yah, cepat ambil tuh pakaian yang dibawakan om Juan, di atas tempat tidurku baru pakaian cepat, sakit nih mataku aku tutup terus" ucap Friska.


Hahah Juan ternyata kamu juga di panggil om, dasar yah ini anak kecil seenaknya saja batin Kenan.


Kenan pun mengambil pakaian itu lalu memakai langsung pakaian itu, tanpa ke ruang ganti.


"Sudah belum om?" tanya Friska.


"Sudah" jawab Kenan.


Friska membuka matanya dan kaget melihat apa yang dilakukan Kenan. Kenan sedang membuang boneka tata, cooky dan hello kitty milik Friska yang sangat di sayangnya itu.


"Om berani-beraninya om membuang boneka kesayanganku" teriak Friska yang wajahnya sudah memerah serta di kepalanya seperti sudah mengeluarkan asap. Untung kamar Friska kedap suara.


"Boneka ini bikin full tempat tidur, aku mau tidur tau nggak" ucap Kenan santai sambil masih membuang boneka-boneka itu di sofa tanpa melihat Friska.


Dan ketika Kenan melihat Friska, Kenan kaget melihat wajah Friska yang sudah seperti mau memakan Kenan hidup-hidup. Ketika Friska mendekat kepada Kenan, Kenan refleks berlari menjauhi Friska. Terjadilah kejar-kejaran di kamar Friska seperti anak TK yang lagi bermain. Ketika Friska sudah hampir mendapatkan Kenan, tiba-tiba kakinya tersandung oleh kakinya sendiri jadilah mereka jatuh berdua, untung mereka terjatuh di tempat tidur dengan Friska yang berada di atas Kenan dan tidak sengaja mencium Kenan untuk yang kedua kalinya. Mereka mematung sementara dengan mata melotot.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar Friska yang membuat mereka berdua jadi salah tingkah sendiri. Friska pun bangun cepat lalu berjalan membuka pintu kamarnya sedangkan Kenan masih berbaring di tempat tidur.


"Ada apa ma" ucap Friska ketika melihat mamanya yang mengetuk pintu kamarnya.

__ADS_1


"Ada teman-teman kamu di bawah, tadi mereka mau langsung ke kamar kamu tapi mama tahan dengan berbagai macam alasan, kamu kan tidak mau di tahu kalau sudah menikah. Tapi mereka masih pengen ke kamar kamu tuh" ucap mama Friska dengan santainya.


"Apa..!!! teriak Friska.


__ADS_2